← Beranda
Limbah Denim Berubah Menjadi Karya Couture di Indonesia Fashion Week 2026
AntaraSelasa, 4 Agustus 2026 | 20.23 WIB
Potongan-potongan denim menjelma menjadi koleksi couture yang anggun dan penuh makna. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Provinsi Sumut siap menjadi salah satu pusat fashion Indonesia lewat pengembangan wastra tradisional. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, kekayaan budaya Sumut merupakan modal besar menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkuat industri fashion nasional hingga ke tingkat internasional.

”Kami siap menjadi daerah fashion Indonesia, karena kami yakin warisan budaya yang ditinggalkan kepada kita semua hari ini, khususnya Sumatera Utara bisa membangkitkan ekonomi masyarakat Sumatera Utara, dan membangkitkan ekonomi nasional di bidang fashion,” tegas Bobby seperti dilansir dari Antara.

Gubernur meyakini, perpaduan motif tradisional ulos dengan sentuhan para perancang busana modern akan menjadi daya tarik kuat di panggung mode dunia. IFW 2026 menjadi momentum awal untuk memperluas kolaborasi antara Sumatera Utara dengan industri fashion internasional.

Baca Juga: Lepas Gandeng Jakarta Fashion Week 2027, Runway Curi Perhatian Pengunjung GIIAS 2026

Pemprov Sumatera Utara, kata Bobby, siap terus mendukung promosi budaya melalui sektor wastra. ”Mudah-mudahan pintu awal pembuka untuk kami dari Sumatera Utara bisa berkolaborasi lebih jauh lagi dengan dunia yang lebih luas lagi, dengan dunia internasional,” ujar dia.

Ajang Indonesia Fashion Week 2026 digelar di Jakarta pada 29 Juli sampai 2 Agustus 2026, menghadirkan berbagai desainer dan tenant dari seluruh Indonesia dengan program yang mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan dan kuliner.

”Kami siap berkolaborasi memperkenalkan budaya kami, khususnya di sektor wastra yang ada di Sumatera Utara,” tandas Bobby.

Baca Juga: Micro Habits Bikin Anda Lebih Sukses, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengubah Hidup

Sementara itu, tak semua karya fashion berawal dari kain baru. Di tangan dua desainer muda Indonesia, potongan-potongan denim yang sebelumnya dianggap limbah justru menjelma menjadi koleksi couture yang anggun dan penuh makna.

Melalui brand DARIKU INDONESIA, Nathania Caya Dewi dan Maxillianus Abbie Kumonong memperkenalkan koleksi ReWoven in White dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Koleksi ini memadukan kreativitas, keberlanjutan, dan kekayaan budaya Indonesia.

Mengangkat tema Cloud Dancer in North of Sumatera, koleksi ini terinspirasi dari lembutnya awan yang bergerak di langit Sumatera Utara, dipadukan dengan kemegahan arsitektur Rumah Bolon Batak serta sentuhan modern ornamen Gorga Batak.

Yang membuat koleksi ini semakin istimewa adalah proses pembuatannya. Yakni memanfaatkan perca denim putih yang direkonstruksi melalui teknik patchwork dan dipadukan dengan katun putih. Hasilnya adalah deretan busana berwarna putih yang elegan, namun tetap membawa pesan kuat tentang pentingnya memberikan kehidupan baru pada material yang sering dianggap tidak lagi bernilai.

Siluet rok balloon menggambarkan awan yang bergerak bebas, sementara detail pada bagian atas busana merepresentasikan karakter kokoh Rumah Bolon. Perpaduan tersebut menghadirkan harmoni antara budaya, inovasi, dan pendekatan fashion yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dua talenta muda dengan latar belakang berbeda, Nathania Caya Dewi akan melanjutkan pendidikan Fashion Design di ESMOD Jakarta. Dia memiliki ketertarikan pada eksplorasi material serta sustainable fashion. Sedangkan Maxillianus Abbie Kumonong merupakan mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berperan dalam pengembangan proses produksi dan inovasi material.

Baca Juga: Bukan Sekadar Masker, Ini 6 Manfaat Clay Mask untuk Wajah yang Lebih Bersih dan Sehat

Perjalanan kreatif mereka juga mendapat pendampingan dari fashion designer Indonesia Elok Re Napio, sebagai Creative Mentor. Mereka mengembangkan konsep, mengeksplorasi material, hingga menyempurnakan setiap detail koleksi agar memiliki identitas yang kuat sekaligus relevan dengan perkembangan industri fashion saat ini.

Bagi Nathania dan Maxillianus, fashion bukan sekadar tentang tampilan, tetapi juga tentang cerita di balik setiap karya.

”Melalui ReWoven in White, kami ingin menunjukkan bahwa setiap potongan denim yang tersisa masih memiliki nilai dan kesempatan untuk dihidupkan kembali. Fashion bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang indah, tetapi juga tentang menghargai lingkungan, merayakan budaya Indonesia, dan menghadirkan karya yang memiliki makna,” ujar mereka.

Baca Juga: Bukan Sekadar Menabung, Ini 3 Strategi Mencapai Kebebasan Finansial ala The Richest Man in Babylon

Lewat ReWoven in White, DARIKU INDONESIA membuktikan bahwa kemewahan tidak selalu lahir dari material baru. Justru dari kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan pada budaya lokal, sebuah karya bisa memiliki nilai yang jauh lebih bermakna.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah