JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa orang yang jarang mengalami stres kerja biasanya menerapkan aturan tertentu setiap hari.
Mereka tetap memiliki jadwal padat, tetapi mampu menjaga ketenangan di tengah tekanan pekerjaan.
Kebiasaan ini membantu mereka tetap produktif tanpa harus merasa kewalahan sepanjang waktu.
Dilansir dari laman YourTango pada Senin (3/8), berikut tujuh aturan yang diterapkan orang tenang agar terhindar dari stres kerja.
1. Tidak menganggap semua masalah sebagai keadaan darurat
Sebagian orang bereaksi berlebihan setiap kali menerima email mendadak atau permintaan di menit terakhir.
Perubahan kecil pada jadwal terkadang terasa seperti bencana besar bagi mereka yang sudah sibuk.
Orang yang tenang biasanya berhenti sejenak sebelum bereaksi terhadap situasi yang terlihat mendesak.
Mereka memahami bahwa tidak semua gangguan memerlukan tingkat urgensi yang sama besarnya.
2. Tahu kapan waktu kerja benar-benar berakhir
Orang yang tampak santai di luar jam kerja memiliki batasan jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Batasan itu memberi ruang bagi waktu pribadi untuk benar-benar terasa milik mereka sendiri.
Mereka mengizinkan diri berhenti memikirkan pekerjaan meski masih ada hal yang bisa dikerjakan.
Waktu istirahat yang cukup justru membantu mereka kembali bekerja dengan sabar dan perspektif yang lebih baik.
3. Tidak berusaha menyenangkan semua orang
Berusaha membuat semua orang di tempat kerja puas hanya akan menguras banyak energi.
Standar semacam itu juga mustahil dicapai karena setiap orang menginginkan hal yang berbeda.
Orang yang jarang merasa stres menerima bahwa tidak semua keputusan akan disukai semua pihak.
Mereka tetap bersikap profesional, tetapi tidak terus-menerus mengejar persetujuan dari orang lain.
4. Membuat daftar tugas yang realistis
Sebagian orang membuat daftar pekerjaan yang terlalu panjang setiap pagi hingga sulit diselesaikan.
Mereka akhirnya merasa gagal begitu menyadari banyak tugas yang belum sempat dikerjakan.
Orang yang tenang menyusun rencana kerja sesuai dengan waktu dan energi yang mereka miliki.
Cara ini membuat mereka tidak merasa tertinggal meski masih ada pekerjaan yang tersisa.
5. Tidak membawa drama kantor pulang ke rumah
Setiap tempat kerja pasti memiliki dinamika atau drama tersendiri di antara para karyawan.
Situasi tersebut memang bisa memengaruhi suasana kerja, tetapi tidak harus dibawa pulang ke rumah.
Orang yang tetap tenang memilih menjaga kedamaian pribadi begitu jam kerja telah usai.
Menghabiskan waktu memikirkan rekan kerja yang menyebalkan hanya membuang energi tanpa manfaat nyata.
6. Meminta bantuan sebelum benar-benar kewalahan
Sebagian orang menunggu hingga benar-benar kelelahan sebelum mengakui mereka membutuhkan bantuan.
Pada titik itu, masalah kecil pun bisa terasa mustahil karena telah dipendam terlalu lama.
Orang yang tenang memahami bahwa kerja sama menjadi bagian penting dari keberhasilan mereka.
Mengenali masalah sejak dini jauh lebih mudah dibanding menanganinya setelah stres benar-benar menumpuk.
7. Mengingat bahwa pekerjaan hanya sebagian dari identitas diri
Orang yang tidak mudah stres tidak mendefinisikan dirinya sepenuhnya lewat pekerjaan yang mereka jalani.
Pekerjaan memang penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang memberi makna dalam hidup mereka.
Memiliki hal lain yang dinantikan di luar kerja membuat hari yang berat terasa lebih ringan.
Mereka belajar bahwa memberikan yang terbaik tidak berarti harus mengorbankan kesehatan mental sendiri.