← Beranda
Benarkah Workaholic Sulit Jadi Rekan Tim? Ini Penjelasan Psikologi 
Leni Setya WatiKamis, 30 Juli 2026 | 13.59 WIB
Ilustrasi workaholic bekerja. (Pinterest)

 

 

JawaPos.com - Workaholic atau orang yang sangat kecanduan bekerja sering dianggap sebagai karyawan ideal karena dikenal rajin, disiplin, dan produktif.

Namun, sebuah ulasan terbaru di Psychology Today mengungkap bahwa kebiasaan bekerja secara berlebihan justru tidak selalu membuat seseorang menjadi tim yang baik. Dalam banyak situasi, fokus yang terlalu besar pada pekerjaan pribadi dapat menghambat kolaborasi dengan rekan satu tim.

Workaholic cenderung memiliki dorongan kuat untuk menyelesaikan segala sesuatu sendiri. Mereka sering kali kesulitan mendelegasikan tugas karena merasa hasil terbaik hanya bisa dicapai jika dikerjakan secara mandiri. Akibatnya, anggota tim lain bisa merasa kurang dipercaya atau kehilangan kesempatan untuk berkontribusi secara maksimal.

Sikap tersebut juga berpotensi memengaruhi komunikasi di tempat kerja. Individu yang terlalu berorientasi pada pekerjaan sering kali lebih fokus mengejar target dibanding membangun hubungan dengan rekan kerja.

Padahal, kerja tim yang efektif membutuhkan kemampuan mendengarkan, berbagi informasi, serta menghargai perspektif orang lain, bukan sekadar menyelesaikan tugas secepat mungkin.

Selain itu, workaholic kerap menetapkan standar yang sangat tinggi bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Ketika rekan kerja tidak mampu mengikuti ritme atau ekspektasi tersebut, konflik dapat muncul.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan antartim, meningkatkan stres, dan mengurangi efektivitas kolaborasi meskipun hasil kerja individu terlihat sangat baik.

Para ahli menekankan bahwa menjadi produktif bukan berarti harus bekerja tanpa henti. Organisasi justru membutuhkan individu yang mampu menyeimbangkan pencapaian pribadi dengan keberhasilan tim.

Kemampuan berbagi tanggung jawab, memberikan dukungan kepada rekan kerja, serta membangun komunikasi yang sehat dinilai sama pentingnya dengan etos kerja yang tinggi.

Dengan kata lain, karyawan terbaik bukan hanya mereka yang bekerja paling keras, tetapi juga mereka yang mampu membantu seluruh tim berkembang bersama.

EDITOR: Novia Tri Astuti