JawaPos.com - Menggunakan berbagai produk perawatan kulit tidak selalu cukup untuk mendapatkan kulit yang sehat dan segar.
Terkadang, penyebab kulit tampak kusam, kering, atau kurang bercahaya justru berasal dari kebiasaan sederhana yang sering terlupakan, yaitu kurang mengonsumsi air putih.
Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, termasuk sel-sel kulit yang membutuhkan hidrasi agar dapat berfungsi dengan baik.
Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, kelembapan alami kulit dapat menurun sehingga memicu berbagai masalah, mulai dari kulit kering hingga tanda-tanda penuaan dini.
Baca Juga: 7 Olahraga Sederhana yang Membantu Melancarkan Sirkulasi Darah di Kaki, Apa Saja?
Dikutip dari EatingWell, berikut empat tanda yang menunjukkan tubuh mungkin membutuhkan lebih banyak asupan air putih.
1. Kulit terlihat kusam
Tanda-tanda umum meliputi kulit kusam, warna kulit tidak merata, garis-garis halus, pengelupasan, bercak kering, dan berkurangnya elastisitas.
Perbedaan utamanya adalah ketika tanda-tanda ini disebabkan oleh dehidrasi, gejalanya dapat muncul dalam semalam.
Sel-sel kulit yang terhidrasi dengan baik menjadi lebih kenyal sehingga menghasilkan peningkatan yang nyata pada tekstur dan penampilan.
Bahkan satu atau dua hari hidrasi yang lebih baik dapat memperbaiki tampilan kulit yang kusam atau lelah.
Pelembap dan krim topikal efektif menghidrasi kulit dan mencegah kehilangan air.
Namun, minum air putih yang cukup membantu kulit berfungsi dengan baik dan mendukung pengiriman nutrisi ke sel-sel kulit.
2. Skin barrier melemah
Kulit adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap patogen berbahaya, radiasi UV, dan polutan.
Kekurangan hidrasi dapat melemahkan lapisan pelindung kulit atau skin barrier, membuatnya lebih rentan terhadap iritasi, infeksi, dan penuaan dini.
Perawatan kulit yang tepat, makan bergizi, olahraga teratur, dan tidur yang cukup membantu menjaga fungsi pelindung kulit.
3. Penyembuhan lebih lambat
Luka gores dan lecet mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh karena asupan cairan yang optimal sangat penting untuk regenerasi jaringan.
4. Suhu tubuh yang buruk
Saat terhidrasi, Anda dapat berkeringat dan mengarahkan aliran darah ke permukaan kulit untuk melepaskan panas.
Sebaliknya, dehidrasi mengurangi produksi keringat dan aliran darah ke kulit sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kepanasan.
Kesimpulannya, disarankan untuk memprioritaskan minuman tanpa pemanis seperti air putih, teh herbal, dan susu.
Jika Anda banyak berkeringat karena cuaca panas atau aktivitas fisik yang berat, pertimbangkan untuk menambahkan elektrolit ke dalam air minum agar tetap terhidrasi dengan baik.