JawaPos.com - Serat merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Meskipun sering dikaitkan dengan kelancaran buang air besar, manfaat serat sebenarnya jauh lebih luas.
Secara umum, serat terbagi menjadi dua jenis, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut dapat membantu menjaga kadar gula darah dan kolesterol, sementara serat tidak larut berperan dalam menambah volume feses sehingga proses pencernaan berjalan lebih teratur.
Selain mendukung kesehatan usus, makanan kaya serat juga dapat membantu mengontrol nafsu makan karena memberikan rasa kenyang lebih lama. Serat juga berfungsi sebagai prebiotik yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik dalam saluran pencernaan.
Ketika kebutuhan serat harian tidak terpenuhi, tubuh dapat memberikan berbagai tanda sebagai bentuk peringatan. Gejalanya tidak hanya berupa sembelit, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh lainnya.
Baca Juga: Sulit BAB? 9 Makanan Tinggi Serat Ini Dapat Membantu Mengatasi Sembelit
Dilansir dari NDTV, terdapat tujuh tanda dan gejala umum yang dapat muncul ketika tubuh mengalami kekurangan serat. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui.
1. Masalah pencernaan
Gejala yang paling umum adalah sembelit, yang dapat bermanifestasi sebagai jarang buang air besar, kesulitan BAB, atau rasa tidak nyaman saat BAB.
Kekurangan serat juga dapat menyebabkan kembung dan gas.
2. Penambahan berat badan
Serat membantu Anda merasa kenyang dan puas setelah makan sehingga mengendalikan asupan kalori secara keseluruhan.
Kekurangan serat dapat menyebabkan makan berlebihan dan penambahan berat badan. Selain itu, makanan tinggi serat sering kali lebih rendah kalori dan lebih mengenyangkan.
3. Memengaruhi kadar kolesterol
Serat larut membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam aliran darah.
Oleh karena itu, asupan serat yang rendah dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi, yang memengaruhi kesehatan jantung secara keseluruhan.
4. Fluktuasi gula darah
Kekurangan serat dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan cepat kadar gula darah, yang dapat menjadi masalah khususnya bagi pengidap diabetes atau resistensi insulin.
5. Wasir
Sembelit kronis akibat rendahnya asupan serat dapat meningkatkan risiko wasir, karena mengejan saat BAB dapat memberi tekanan pada pembuluh darah vena di sekitar rektum.
6. Kelelahan
Tidak mengonsumsi cukup serat dapat menyebabkan penurunan energi karena kontrol gula darah yang buruk dan penyerapan nutrisi yang tidak memadai.
7. Keinginan makan
Pola makan rendah serat dapat menyebabkan meningkatnya keinginan mengonsumsi camilan tidak sehat, karena serat membantu mengatur rasa lapar dan kenyang.