← Beranda
10 Kebiasaan Orang yang Tetap Bisa Menikmati Berbagai Makanan Tanpa Khawatir Berat Badan Bertambah
Leni Setya WatiSelasa, 7 Juli 2026 | 22.34 WIB
Ilustrasi kebiasaan orang yang bisa makan apapun tanpa takut berat badan naik (freepik/wayhomestudio)

JawaPos.com - Pernahkah Anda melihat seseorang yang tampak bebas menikmati makanan favoritnya, mulai dari makanan manis hingga hidangan berkalori tinggi, tetapi berat badannya tetap terjaga? Hal tersebut sering kali membuat orang lain merasa penasaran dengan kebiasaan yang mereka lakukan.

Kemampuan menjaga berat badan bukan hanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pola hidup dan kebiasaan sehari-hari. Beberapa orang memiliki rutinitas tertentu yang membantu mereka tetap seimbang meski sesekali menikmati makanan yang disukai.

Dilansir dari laman geediting.com, berikut sepuluh kebiasaan yang sering dimiliki oleh orang-orang yang mampu menikmati berbagai makanan tanpa terlalu khawatir mengalami kenaikan berat badan.

Baca Juga: Mengundang Energi Negatif, 10 Kebiasaan Ini Tanpa Disadari Bisa Mengurangi Semangat dan Kepercayaan Diri di Masa Depan

1. Mereka bergerak setiap saat, tidak hanya di tempat gym

Rahasia sebenarnya adalah gerakan kecil yang konstan, yang oleh para ilmuwan disebut NEAT (non-exercise activity thermogenesis).

Orang-orang ini mondar-mandir saat menelepon, berjalan kaki untuk membeli kopi alih-alih memesan makanan, dan lebih suka naiki tangga alih-alih naik lift.

Setiap ledakan kecil terdengar sepele, tetapi jika dilakukan dalam sehari, itu seperti menambahkan kelas kardio yang tak terlihat.

2. Mereka makan karena lapar, bukan karena bosan

Pernahkah Anda memperhatikan betapa mudahnya orang kurus menyingkirkan setengah kue mufin setelah mereka kenyang?

Mereka bukan manusia super, mereka hanya mendengarkan sinyal perut yang sebenarnya alih-alih menghabiskan sepiring makanan karena ada di sana.

3. Mereka menjaga camilan tetap terlihat, tapi porsinya kecil

Menyajikan makanan yang terlarang di tempat yang terlihat jelas akan membuatnya tidak terlalu terlarang, sehingga keinginan untuk memakannya pun mereda.

4. Mereka memuat protein dan serat di bagian depan

Mereka jarang memulai sarapan dengan kopi dan suasana hati yang menyenangkan. Mereka menyantap yogurt, telur orak-arik, atau smoothie yang kaya serat.

Protein dan serat menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah keinginan untuk makan kue pada pukul 11 ​​pagi.

5. Mereka tidur seperti sedang bekerja

Rahasianya adalah: kelelahan yang terus-menerus meningkatkan hormon nafsu makan dan melemahkan tekad.

Orang-orang yang berhasil melewati toko kue tanpa cedera sering kali menjaga jendela waktu delapan jam mereka seperti tiket Hamilton.

6. Mereka banyak minum air putih

Air menjaga pencernaan tetap lancar, menahan rasa lapar palsu, dan mendorong Anda untuk bergerak (misalnya, berjalan ke kamar mandi).

Orang-orang yang kurus sering kali membawa botol-botol yang dapat dipakai ulang ke mana-mana, saat naik kereta hingga ke tempat kerja.

7. Mereka membangun kekuatan, bukan hanya kardio

Ya, mereka tampaknya bugar secara alami, tetapi kebanyakan mereka melakukan beberapa bentuk latihan ketahanan—body-weight circuits, Pilates, free weights—dua atau tiga kali seminggu.

8. Mereka menghilangkan stres dengan cara yang lebih sehat

Orang yang tetap langsing biasanya punya pelampiasan stres yang tidak berkisar pada makanan ringan: jalan cepat, meditasi singkat, menulis jurnal, karaoke di kamar mandi. Makanan adalah bahan bakar, bukan terapi.

9. Mereka menikmati makanan asli secara perlahan

Makan malam bukanlah ajang lomba kecepatan. Orang yang secara alami langsing akan berlama-lama menikmati rasa, tekstur, dan percakapan.

Gigitan yang lebih lambat memungkinkan otak Anda untuk mengejar memo perut Anda yang berbunyi "Saya sudah kenyang", sehingga mencegah detik-detik yang berjalan otomatis.

10. Mereka memaafkan kesalahan (dan melanjutkan hidup)

Jika mereka menghabiskan seluruh makanan saat berada di suatu acara, mereka tidak akan berubah pikiran untuk makan secara serampangan di lain waktu.

Mereka hanya akan kembali ke kebiasaan normal saat makan berikutnya. Tidak ada drama, tidak ada workout atau diet ekstream yang menyiksa.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho