JawaPos.com - Hati atau liver merupakan organ vital yang berperan dalam menjalankan ratusan fungsi penting bagi tubuh, mulai dari menyaring zat beracun, mengolah lemak, menyimpan vitamin, hingga mendukung berbagai proses metabolisme.
Namun, kebiasaan hidup modern seperti kurang tidur, sering mengonsumsi makanan olahan, dan makan pada larut malam dapat meningkatkan beban kerja organ ini.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang tepat, termasuk mengombinasikan jenis makanan tertentu, dapat membantu melindungi fungsi hati dan menjaga kesehatannya.
Mengutip NDTV, berikut delapan kombinasi makanan yang dipercaya bermanfaat untuk mendukung kesehatan liver.
Baca Juga: Robbie Fowler Sebut Christian Pulisic Cocok Gantikan Mohamed Salah di Liverpool
1. Kunyit dan lada hitam
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa anti-inflamasi yang ampuh. Namun, kurkumin saja tidak diserap dengan baik oleh tubuh.
Ketika dipadukan dengan piperin dalam lada hitam, penyerapannya meningkat secara dramatis.
Studi menunjukkan bahwa piperin meningkatkan bioavailabilitas kurkumin, membantu mengurangi stres oksidatif pada sel-sel hati.
2. Bawang putih dan air lemon
Bawang putih mengandung senyawa sulfur yang mengaktifkan enzim yang bertanggung jawab untuk detoksifikasi. Lemon menyediakan vitamin C, yang meningkatkan antioksidan dan membantu hati memproses radikal bebas.
Studi menunjukkan bahwa menggabungkan makanan kaya sulfur dengan vitamin C meningkatkan kadar glutathione, antioksidan pelindung hati terpenting dalam tubuh.
3. Bit dan wortel
Bit kaya akan betalain dan wortel mengandung banyak karotenoid.
Bersama-sama, keduanya bantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung aliran empedu, yang penting untuk pencernaan dan metabolisme lemak.
4. Teh hijau dan lemon
Teh hijau kaya akan katekin, yang mendukung metabolisme lemak dan mengurangi peradangan hati. Vitamin C dari lemon meningkatkan stabilitas dan penyerapan katekin.
Studi menunjukkan bahwa katekin memperbaiki kadar lemak hati dan mengurangi toksisitas akibat alkohol atau makanan olahan.
5. Bayam dan kacang arab
Bayam menawarkan antioksidan yang bermanfaat untuk detoksifikasi seperti lutein dan klorofil. Kacang arab menambahkan protein nabati dan mineral penting seperti seng.
Ketika dikonsumsi bersama, seng meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, dan nitrat dalam bayam meningkatkan perbaikan sel.
6. Susu kunyit dan almond
Kunyit mengurangi peradangan dan almond mengandung vitamin E, antioksidan pelindung hati.
Vitamin E mencegah peroksidasi lipid. Bersama-sama, keduanya membantu meredakan peradangan dan mendukung pemulihan sel hati.
7. Minyak zaitun dan tomat
Tomat mengandung likopen, antioksidan kuat yang mengurangi kerusakan sel hati. Minyak zaitun meningkatkan penyerapan likopen karena likopen larut dalam lemak.
Kombinasi ini membantu mengurangi peradangan dan melindungi terhadap fibrosis.
8. Buah cermai dan madu
Buah cermai kaya akan vitamin C dan polifenol yang melindungi hati dari racun. Madu menawarkan mineral dan antioksidan yang meningkatkan penyerapan amla dan mengurangi keasaman.
Kombinasi ini mendukung proses detoksifikasi alami dan meningkatkan ketahanan hati.