JawaPos.com – Interview kerja adalah momen paling menenangkan yang membuat beberapa orang tegang atau bahkan frustasi.
Dan ketika menghadapi interview kerja, kebanyakan orang merasa bahwa mereka telah siap padahal sebenarnya mereka masih kurang percaya diri.
Meskipun dalam interview kerja seseorang dapat menjawab semua pertanyaan dari HRD, tapi banyak orang justru tidak mendapatkan kelanjutan tentang pekerjaanya.
Ini bukan masalah kurang kompetensi atau tidak sesuai kriteria, tapi karena rasa percaya diri dan kurangnya pendekatan efektif ketika interview.
Dari pengalaman orang-orang yang sukses menghadapi interview kerja, keberhasilan sebuah interview tidak hanya diukur dari seberapa pintar seseorang menjawab.
Namun, ada beberapa trik rahasia yang membuat pemberi kerja atau pewawancara merasa nyaman dan percaya pada kandidatnya.
Dilansir dari Your Tango, ada tujuh hal yang selalu dilakukan oleh kandidat-kandidat paling sukses saat interview kerja.
Simak ketujuh tips ini karena bisa memberikan kita gambaran tentang mencapai kesuksesan interview kerja.
1. Dengarkan dengan Teliti, Bukan Hanya Menunggu Waktu Bicara
Banyak kandidat yang terlihat seperti sedang mendengarkan, padahal pikiran mereka sibuk merangkai jawaban.
Pola seperti ini justru membuat interview kerja terhambat hingga membuat kita gagal dalam mendapat pekerjaan.
Sebaliknya, kandidat yang sukses dalam interview kerja akan menyerap setiap kata yang diucapkan pewawancara.
Oleh karena itu, fokuslah pada apa yang HRD atau user katakan saat sedang interview agar kita memahami secara mendalam makna dan bahasa tubuh saat interview.
Jangan memotong pembicaraan, jangan mengoreksi, dan tunjukkan bahasa tubuh yang positif agar pewawancara nyaman.
Selain itu, buatlah pewawancara merasa bahwa suara mereka benar-benar didengar dan dihargai.
2. Beri Jeda Sebelum Menjawab
Saat mengobrol santai dengan teman, wajar jika kita langsung membalas ucapan mereka tanpa jeda.
Namun, dalam wawancara profesional, langsung menyambar pertanyaan justru bisa jadi bumerang.
Alasan memberikan jeda sekitar dua hingga tiga detik penting sebelum menjawab agar menunjukkan bahwa Anda sedang berpikir secara matang.
Karena jeda menunjukkan bahwa kita bukan sekadar memuntahkan hafalan jawaban yang sudah direkayasa.
Jeda ini memberikan kesan bahwa Anda adalah pribadi yang analitis dan berhati-hati dalam berucap.
3. Turunkan Tempo Bicara, Jangan Terburu-buru
Gugup adalah hal yang wajar saat wawancara, dan semua orang pasti mengalami hal ini ketika sedang dalam momen tersebut.
Ini karena secara biologis, saat kita gugup, detak jantung meningkat, nada suara meninggi, dan kita cenderung berbicara lebih cepat.
Namun, kita perlu memahami bahwa rasa gugup ini membuat kita terlihat kurang menguasai keadaan.
Kandidat sukses sangat sadar akan hal ini. Mereka sengaja memperlambat tempo bicara mereka.
Oleh karena itu, mulailah berbicara dengan pelan dan terukur agar kehadiran kita dapat memancarkan aura ketenangan, otoritas, dan rasa percaya diri yang tinggi.
Jadi, ketika kita mulai merasa panik, tarik napas dalam-dalam untuk merilekskan pikiran dan tubuh Anda.
4. Jangan Takut untuk Menjawab Tidak Tahu
Satu kesalahan fatal yang sering dilakukan kandidat adalah mengarang jawaban atau mengalihkan pembicaraan saat ditanya hal yang tidak mereka kuasai.
Padahal, pewawancara atau HRD yang berpengalaman bisa mencium kebohongan hanya dengan membaca dan memahami ekspresi kita.
Gunakan momen ketidaktahuan ini sebagai senjata untuk membangun kepercayaan dengan pewawancara.
Cobalah menjawab dengan elegan seperti "Saya kurang mengetahui detail pastinya saat ini, namun setelah wawancara ini saya akan mencari tahu jawabannya.”
Jawaban ini menunjukkan kejujuran, kerendahan hati, dan komitmen dalam diri sehingga kita tidak seperti memupuk kebohongan saat interview.
Selain itu, jawaban yang jujur dan rendah hati adalah bentuk kualitas yang jauh lebih berharga daripada jawaban tebakan yang salah.
5. Hindari Sikap Toxic Positivity atau Berusaha Menyenangkan
Banyak orang berpikir bahwa menyetujui semua perkataan pewawancara dan bersikap terlalu optimis akan membuat mereka disukai.
Kenyataannya, sikap yang menunjukkan diri kita selalu nurut atau toxic positivity ini justru menghancurkan kredibilitas.
Perusahaan mencari pemikir kritis, bukan robot yang selalu berkata hanya siap diperintah dan menyenangkan orang lain.
Dan ketika kita berpura-pura bahwa semua akan baik-baik saja saat dihadapkan pada kasus yang sulit justru terlihat tidak realistis.
Bersikaplah jujur dan apa adanya, karena itu menunjukkan bahwa kita memiliki pola pikir dan integritas dalam diri sendiri.
Keterbukaan pikiran, bahkan jika itu berarti sedikit berbeda pendapat secara profesional justru akan membangun kepercayaan yang jauh lebih kuat.
6. Berani Menghadapi Topik Sulit
Setiap kandidat pasti memiliki kelemahan, masa tidak bekerja, atau pengalaman diberhentikan oleh perusahaan.
Dan ketika pewawancara menanyakan hal itu, jangan menghindari pembicaraan sulit ini dengan mengalihkan atau memotongnya.
Jika kita mencoba menutupi atau mengalihkan topik berat, pewawancara akan menilai kita sebagai orang yang lari dari tanggung jawab demi kenyamanan pribadi.
Sebaliknya, kandidat yang sukses dalam interview kerja akan menghadapi topik sulit secara langsung.
Menghadapi kabar buruk atau situasi rumit dengan kepala tegak membuktikan integritas dan kedewasaan profesional dalam diri.
7. Balik Bertanya dan Minta Pendapat Pewawancara
Kita harus memahami bahwa setiap individu senang membantu dan merasa dibutuhkan oleh orang lain.
Dan kita bisa menggunakan sifat alami manusia ini untuk memenangkan hati pewawancara saat interview.
Oleh karena itu, ketika di akhir sesi atau di sela-sela obrolan, mintalah pendapat atau saran sederhana dari pewawancara.
Contohnya seperti "Menurut pengalaman Bapak memimpin tim ini, apa tantangan terbesar yang sering dihadapi?"
Meskipun jawabannya mungkin sederhana, pesan yang tersirat dari pertanyaan Anda sangatlah kuat yaitu kita menghargai dan mempercayai penilaian pewawancara.