JawaPos.com – Seperti nutrisi penting lainnya, serat juga memegang peranan besar dalam menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan sehari-hari.
Secara umum, terdapat dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut akan larut dalam air dan membentuk gel yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol serta gula darah. Sementara itu, serat tidak larut tidak larut dalam air dan berfungsi menambah massa feses sehingga membantu melancarkan buang air besar.
Selain itu, makanan tinggi serat juga dapat membantu mengontrol nafsu makan karena memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga berpotensi mengurangi asupan kalori berlebih. Serat juga berperan dalam menjaga kesehatan usus dengan bertindak sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Namun, jika asupan serat tidak tercukupi, tubuh dapat mengalami berbagai dampak tertentu yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: Fibermaxxing: Tren Konsumsi Serat yang Viral, Efektif untuk Kesehatan atau Berisiko?
Mengutip NDTV, berikut tujuh tanda dan gejala umum yang dapat menunjukkan kekurangan serat dalam tubuh.
1. Masalah pencernaan
Gejala yang paling umum adalah sembelit, yang dapat bermanifestasi sebagai jarang buang air besar, kesulitan BAB, atau rasa tidak nyaman saat BAB.
Kekurangan serat juga dapat menyebabkan kembung dan gas.
2. Penambahan berat badan
Serat membantu Anda merasa kenyang dan puas setelah makan sehingga mengendalikan asupan kalori secara keseluruhan.
Kekurangan serat dapat menyebabkan makan berlebihan dan penambahan berat badan. Selain itu, makanan tinggi serat sering kali lebih rendah kalori dan lebih mengenyangkan.
3. Memengaruhi kadar kolesterol
Serat larut membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam aliran darah.
Oleh karena itu, asupan serat yang rendah dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi, yang memengaruhi kesehatan jantung secara keseluruhan.
4. Fluktuasi gula darah
Kekurangan serat dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan cepat kadar gula darah, yang dapat menjadi masalah khususnya bagi pengidap diabetes atau resistensi insulin.
5. Wasir
Sembelit kronis akibat rendahnya asupan serat dapat meningkatkan risiko wasir, karena mengejan saat BAB dapat memberi tekanan pada pembuluh darah vena di sekitar rektum.
6. Kelelahan
Tidak mengonsumsi cukup serat dapat menyebabkan penurunan energi karena kontrol gula darah yang buruk dan penyerapan nutrisi yang tidak memadai.
7. Keinginan makan
Pola makan rendah serat dapat menyebabkan meningkatnya keinginan mengonsumsi camilan tidak sehat, karena serat membantu mengatur rasa lapar dan kenyang.