JawaPos.com – Wortel bukanlah satu-satunya makanan yang mendukung kesehatan mata.
Meski dapat semua pujian dalam hal kesehatan mata, tetapi pilihan Anda untuk mendukung penglihatan jauh lebih luas daripada sayuran oranye ini.
Selain beta-karoten, mata Anda membutuhkan lutein, zeaxanthin, asam lemak omega-3, dan antioksidan.
Nutrisi ini pun bisa ditemukan dalam makanan lain yang mudah didapatkan.
Baca Juga: 3 Makanan Ini Jadi Berbahaya Setelah 2 Hari di Dalam Kulkas, Apa Saja?
Melansir eatingwell, berikut empat makanan selain wortel yang bisa meningkatkan penglihatan Anda.
1. Pistachio
Peningkatan asupan lutein dan zeaxanthin dikaitkan dengan penurunan risiko katarak dan perkembangan degenerasi makula terkait usia lanjut.
Degenerasi makula terkait usia memengaruhi penglihatan sentral dan jadi penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang tua.
2. Ubi jalar
Ubi jalar merupakan sumber vitamin A, nutrisi penting untuk kesehatan mata.
Satu buah ubi jalar ukuran sedang menyediakan lebih dari 100 persen asupan vitamin A harian yang direkomendasikan.
Vitamin A sangat penting untuk menjaga fungsi mata yang baik.
Juga, bantu menjaga kelembapan mata dan menyediakan pigmen yang mencegah rabun malam.
Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan mata kering dan kesulitan melihat dalam cahaya redup.
3. Bayam
Sayuran hijau seperti bayam terkenal baik untuk kesehatan mata. Bayam kaya akan lutein dan zeaxanthin, karotenoid yang menumpuk di makula mata.
Makula adalah bagian dari retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral yang tajam dan detail. Lutein dan zeaxanthin bertindak sebagai pelindung untuk bagian vital ini.
Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dan penyaring cahaya biru alami, bantu mengurangi stres oksidatif dan menjaga ketajaman penglihatan.
4. Telur
Kuning telur merupakan salah satu sumber lutein dan zeaxanthin terbaik. Nutrisi ini sangat efektif karena cara tubuh menyerapnya.
Karena larut dalam lemak dan kuning telur secara alami mengandung lemak, senyawa-senyawa ini diserap dengan sangat baik.
Hal ini memungkinkan tubuh untuk menggunakan senyawa-senyawa tersebut secara efisien untuk mendukung kesehatan retina dan makula.