← Beranda
8 Kebiasaan Harian yang Bikin Kulit Kusam, Nomor 4 Paling Sering Tidak Disadari
Naila Putri SaragihSelasa, 9 Juni 2026 | 21.31 WIB
Ilustrasi wajah wanita yang kusam / Foto: Magnific

Jawapos.com - Sudah pakai skincare mahal tapi kulit tetap kusam? Kondisi ini ditandai dengan kulit yang tampak gelap, tidak bercahaya, kering, kasar, serta kehilangan kilau alaminya.

Melansir dari Halodoc, Alodokter dan Pond's, masalahnya mungkin bukan pada produk yang dipakai melainkan kebiasaan sehari-hari yang terus berulang.

Memahami faktor pemicu ini sangat penting agar kita bisa menerapkan langkah perawatan yang tepat demi mengembalikan kilau alami kulit.

Berikut adalah 8 kebiasaan harian yang membuat kulit wajah tampak kusam dan lelah:

Baca Juga: 3 Kebiasaan yang Dianggap Malas Padahal Tanda Kecerdasan Seseorang

1. Kurang Minum Air Putih

Kurangnya asupan air adalah penyebab utama kulit mengalami dehidrasi dari dalam. Ketika sel kulit kekurangan kelembapan, kulit akan terasa kering, kasar, tampak pucat, dan kehilangan kilau alaminya. Untuk meminimalkan risiko ini, kamu sangat dianjurkan mengonsumsi air putih yang cukup, setidaknya 8 gelas atau 2 liter per hari agar hidrasi kulit tetap optimal.

2. Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Asupan makanan yang kamu konsumsi sehari-hari sangat mempengaruhi kesehatan organ luar ini. Konsumsi gula berlebih serta makanan olahan dapat memicu proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Reaksi kimia dari molekul gula ini perlahan merusak produksi kolagen dan menurunkan elastisitas kulit, sehingga mempercepat proses penuaan dini dan membuat wajah tampak kusam.

3. Sering Begadang

Tidur adalah jendela waktu yang sangat vital bagi kulit untuk melakukan proses regenerasi, memperbaiki diri, dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Kebiasaan kurang tidur atau sering begadang akan mengurangi aliran darah ke kulit. Akibatnya, proses pemulihan terganggu dan wajah akan terlihat lelah, pucat, tidak segar, serta memicu munculnya garis-garis halus. Pastikan kamu tidur cukup selama 7-9 jam setiap malam.

4. Jarang Makan Sayur dan Buah Berwarna

Kebiasaan yang paling sering tidak disadari adalah mengabaikan nutrisi penting dari makanan segar. Kekurangan asupan sayuran dan buah-buahan membuat tubuh kekurangan zat pencerah alami seperti Vitamin C dan antioksidan lainnya. Padahal, nutrisi ini sangat dibutuhkan untuk melawan radikal bebas, meratakan warna kulit, serta mendukung produksi kolagen agar kulit tetap cerah dari dalam.

5. Malas Membersihkan Wajah Sebelum Tidur

Membiarkan sisa polusi, debu, minyak, hingga produk makeup menempel semalaman adalah pemicu utama penumpukan kotoran di permukaan kulit. Sel kulit mati yang bercampur dengan kotoran ini akan menyumbat pori-pori, menghambat proses pembaruan kulit, dan membuat tekstur wajah terasa kasar serta tampak gelap. Bersihkanlah wajah secara rutin 2 kali sehari, terutama sebelum tidur.

6. Terlalu Sering Konsumsi Kopi Tanpa Diimbangi Air Putih

Minuman berkafein tinggi seperti kopi memiliki sifat diuretik yang dapat menarik kelembaban jaringan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Jika kebiasaan ini tidak diimbangi dengan asupan air putih yang setara, barrier kulit akan melemah dan dehidrasi kronis akan terjadi. Secara bertahap, kulit wajah akan kehilangan rona segarnya, menjadi lebih kering, dan terlihat kurang terawat.

7. Stres Berkepanjangan

Kondisi psikologis seperti stres kronis dan beban pikiran yang tidak dikelola dengan baik ternyata berdampak langsung pada kecantikan kulit. Saat stres, tubuh memproduksi hormon yang dapat memicu peradangan, memperburuk kondisi kulit berminyak, serta merusak tatanan warna kulit alami. Hal inilah yang membuat wajah orang yang sedang stres cenderung tampak layu, kusam, dan mudah mengalami bruntusan.

8. Jarang Bergerak atau Olahraga

Aktivitas fisik atau olahraga yang teratur memiliki peran penting dalam meningkatkan sirkulasi aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke area wajah. Ketika kamu jarang bergerak, pasokan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah ke permukaan kulit menjadi berkurang. Akibatnya, proses detoksifikasi harian tubuh melambat dan kulit kehilangan pancaran cerah alaminya secara perlahan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho