JawaPos.com - Setiap Idul Adha, pertanyaan yang sama selalu muncul di hampir setiap dapur, yakni berapa lama sebenarnya daging kurban bisa disimpan agar tetap aman dikonsumsi?
Banyak yang tidak mengetahui jawabannya dengan pasti dan akhirnya membuang daging yang sebenarnya masih layak, atau lebih berbahaya lagi, mengonsumsi daging yang sudah melewati batas amannya. Padahal ketahanan daging kurban di kulkas dan freezer sangat bervariasi tergantung kondisi daging, cara penyimpanan, dan konsistensi suhu alat pendingin yang digunakan.
Melansir dari Baznas, serta panduan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Peternakan UGM, dan Pusat Kajian Gizi dan Medis FK UGM, penyimpanan daging kurban yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga kesegaran dan keamanan pangan. Referensi lain dari Crown Horeca dan Midea Indonesia juga menyoroti pentingnya suhu penyimpanan yang sesuai agar daging tidak cepat rusak.
Berikut adalah panduan lengkapnya berdasarkan rekomendasi pakar dan lembaga resmi.
Baca Juga: 9 Kesalahan Menyimpan Daging Kurban yang Bisa Membuat Tekstur Cepat Rusak dan Bau
1. Daging Mentah di Kulkas (Chiller 0–4°C): 1–5 Hari
Di bagian kulkas biasa tanpa pembekuan, daging kurban mentah hanya bertahan sangat singkat. Menurut BAZNAS, pada suhu 0–4°C daging hanya aman dikonsumsi dalam 1–2 hari. Sementara Midea Indonesia menyebutkan batas maksimalnya adalah 2 hari untuk kualitas terbaik. Untuk batas paling longgar, daging merah di kulkas bisa bertahan hingga 5 hari, namun kualitasnya sudah mulai menurun di hari ketiga. Pastikan disimpan dalam wadah tertutup rapat dan tidak bercampur dengan makanan lain.
2. Daging Mentah di Freezer (-18C): 6–12 Bulan
Freezer adalah pilihan terbaik untuk menyimpan daging kurban dalam jumlah besar. Menurut pakar Fakultas Peternakan UGM, Ir. Nanung Danar Dono Ph.D., daging harus dibiarkan transit dulu di kulkas selama 12–24 jam sebelum dipindahkan ke freezer agar proses pembekuan berlangsung merata dan struktur daging tidak rusak. Di freezer bersuhu -18°C, daging sapi dan kambing mentah dapat bertahan 6–12 bulan. Namun untuk kualitas rasa dan tekstur terbaik, sebaiknya dihabiskan dalam 6 bulan pertama.
3. Daging Giling atau Cincang di Freezer: 3–4 Bulan
Daging kurban yang sudah digiling atau dicincang memiliki ketahanan lebih pendek dibanding potongan utuh karena permukaannya yang lebih luas meningkatkan potensi oksidasi dan kontaminasi bakteri. Melansir dari Crown Horeca, daging cincang yang disimpan di freezer pada suhu -18°C memiliki masa simpan maksimal tiga bulan. Pastikan dikemas dalam plastik kedap udara atau vakum sebelum dibekukan agar kualitasnya terjaga lebih lama.
4. Daging Sudah Dimasak di Kulkas: 3–4 Hari
Rendang, gulai, sop, atau olahan daging kurban lainnya yang sudah dimasak dan disimpan di kulkas biasa hanya bertahan 3–4 hari. Menurut BAZNAS, sisa daging yang sudah dimasak bisa tahan hingga empat hari di kulkas dalam wadah tertutup rapat. Pastikan masakan sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke kulkas, dan panaskan kembali hingga benar-benar panas merata sebelum dikonsumsi untuk membunuh bakteri yang mungkin berkembang selama penyimpanan.
5. Cara Thawing yang Benar agar Daging Tidak Rusak
Cara mencairkan daging beku sama krusialnya dengan cara menyimpannya. Menurut pakar UGM, Panjono Ph.D. dari Fakultas Peternakan, proses thawing yang benar adalah memindahkan daging dari freezer ke bagian chiller kulkas terlebih dahulu agar pencairan berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging tetap bagus. Jangan mencairkan daging di suhu ruang karena mempercepat pertumbuhan bakteri. Dan yang paling penting, daging yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali karena merusak tekstur dan meningkatkan risiko kerusakan secara signifikan.
Baca Juga: Waktu Terbaik Membeli Hewan Kurban Dianjurkan Sebelum Hari Tasyrik Berakhir