JawaPos.com - Mendapat daging kurban adalah nikmat yang harus dijaga dengan penyimpanan benar agar bisa dinikmati hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ke depan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang menemukan dagingnya sudah berbau, berubah warna, atau tidak layak konsumsi hanya beberapa hari setelah disimpan di kulkas. Bukan karena kualitas dagingnya buruk, melainkan karena cara penyimpanannya yang salah sejak awal.
Melansir berbagai sumber, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pakar Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, program Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi UGM, hingga panduan rumah tangga dari AQUA Elektronik, salah satu kesalahan paling umum yang masih sering dilakukan masyarakat saat menerima daging kurban adalah langsung mencucinya sebelum disimpan di kulkas atau freezer.
Menurut BAZNAS, air yang tersisa pada permukaan maupun serat daging justru dapat menjadi media berkembangnya bakteri penyebab pembusukan dan bau tidak sedap. Karena itu, penting memahami teknik penyimpanan yang tepat agar kualitas, tekstur, dan kesegaran daging tetap terjaga lebih lama.
Berikut adalah sembilan kesalahan menyimpan daging kurban yang wajib kamu hindari:
Baca Juga: 7 Kategori Kelompok yang Berhak Menerima Daging Kurban sesuai Kondisi Sosial dan Ekonomi
1. Mencuci Daging Sebelum Disimpan
Ini adalah kesalahan paling umum dan paling fatal. Menurut pakar Fakultas Peternakan UGM, daging kurban yang kondisinya masih bersih tidak perlu dicuci dan langsung bisa disimpan. Air yang tersisa di permukaan dan pori-pori daging menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang mempercepat pembusukan. Cuci daging hanya saat hendak langsung dimasak, itupun dengan air bersih mengalir secukupnya.
2. Menyimpan Daging dalam Potongan Besar
Menyimpan daging dalam potongan besar memperlambat proses pembekuan sehingga bagian dalam tidak membeku sempurna dan rentan rusak. Potong daging menjadi bagian-bagian kecil sesuai porsi sekali masak sebelum dimasukkan ke freezer agar pembekuan berlangsung merata, cepat, dan struktur daging tetap baik saat nanti dicairkan.
3. Langsung Memasukkan ke Freezer Tanpa Transit di Kulkas
Pakar UGM, Ir. Nanung Danar Dono Ph.D., menegaskan jangan langsung memasukkan daging ke dalam freezer. Biarkan daging transit dulu di bagian kulkas biasa selama 12–24 jam terlebih dahulu agar proses pendinginan berlangsung rata. Pembekuan yang mendadak dan tidak merata bisa merusak struktur daging secara permanen.
4. Membekukan Ulang Daging yang Sudah Dicairkan
Daging yang sudah dicairkan dari freezer tidak boleh dibekukan kembali. Proses pencairan menaikkan suhu daging ke zona bahaya yang rentan terhadap pertumbuhan bakteri aktif. Membekukan ulang tidak membunuh bakteri yang sudah aktif sehingga daging menjadi lebih cepat rusak meski terlihat masih utuh dan normal dari luar.
5. Tidak Menggunakan Wadah Kedap Udara
Menyimpan daging tanpa pembungkus kedap udara menyebabkan oksidasi yang membuat warna daging berubah kehitaman dan aroma semakin tidak sedap. Gunakan plastik vakum, kantong ziplock food grade, atau wadah tertutup rapat untuk setiap porsi daging. BAZNAS merekomendasikan penggunaan wadah penyimpanan yang bersih, tertutup rapat, dan sebaiknya di vakum untuk meminimalkan oksidasi.
6. Menggunakan Kantong Plastik Hitam
Kantong plastik hitam atau plastik daur ulang tidak aman untuk menyimpan daging karena mengandung zat kimia yang bisa mencemari daging dalam waktu lama. Gunakan selalu plastik food grade bening atau wadah makanan yang memang diperuntukkan khusus penyimpanan makanan agar keamanan pangan tetap terjaga.
7. Suhu Freezer Tidak Stabil atau Tidak Cukup Dingin
Freezer yang suhunya tidak stabil tidak akan membekukan daging secara optimal sehingga bakteri tetap aktif. Pastikan suhu freezer berada di -18°C atau lebih rendah dan hindari sering membuka tutup freezer agar suhu tetap konsisten. Pintu kulkas yang tidak tertutup rapat adalah penyebab paling umum ketidakstabilan suhu yang merusak daging.
8. Menyimpan Tanpa Label Tanggal
Menyimpan daging tanpa label tanggal membuat kamu tidak tahu mana yang lebih dulu harus digunakan. Beri label pada setiap bungkus berisi jenis daging, bagian, dan tanggal penyimpanan agar pengelolaan stok lebih teratur. Prinsip FIFO (First In First Out) sangat penting diterapkan agar tidak ada daging yang terlupakan hingga melewati batas optimal konsumsi.
9. Membiarkan Daging Terlalu Lama di Suhu Ruang
Daging kurban yang dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam sudah masuk zona bahaya yang memungkinkan bakteri berkembang sangat cepat. Menurut FDA Amerika Serikat, daging tidak boleh dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Segera sortir dan masukkan daging ke kulkas atau freezer setelah menerimanya tanpa menunda.
Baca Juga: Inilah 8 Kesalahan Mengolah Daging Kurban Idul Adha yang Bikin Alot dan Bau