JawaPos.com – Tidak semua makanan yang dianggap sehat benar-benar baik untuk program diet.
Beberapa di antaranya justru mengandung bahan tambahan seperti pengawet, zat aditif, hingga pemanis buatan yang digunakan untuk memperkaya rasa, memperbaiki tekstur, dan membuat tampilannya lebih menarik.
Akibatnya, makanan yang terlihat menyehatkan bisa saja menyimpan kandungan yang kurang baik bagi tubuh.
Tanpa disadari, tambahan kalori dari bahan-bahan tersebut dapat memicu kenaikan berat badan secara perlahan.
Baca Juga: 7 Makanan Ini Punya Efek Merusak Ginjal Jika Dikonsumsi Berlebihan, Apa Saja?
Dilansir dari NDTV, berikut empat jenis makanan sehat yang ternyata berpotensi membuat berat badan bertambah.
1. Kacang-kacangan dan biji-bijian olahan
Porsi kacang-kacangan dan biji-bijian sangat penting untuk memastikan asupan nutrisi yang sehat.
Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kacang-kacangan dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan setiap hari.
Ini karena mengonsumsi lebih banyak kacang tidak menjamin tubuh menyerap semua nutrisi dalam porsi tersebut.
Jumlah konsumsi kacang yang disarankan untuk rata-rata orang adalah 25-30 gram.
2. Smoothie siap saji
Smoothie siap saji memiliki konsentrasi gula yang tinggi sehingga menghasilkan kombinasi yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Jumlah kalori pada smoothie meningkatkan dampak sehatnya.
3. Granola dan sereal sarapan yang dibeli di toko
Hal ini dapat bervariasi tergantung komposisi bahan dalam kemasannya.
Namun kebanyakan granola dan sereal yang dibeli di toko mengandung dosis gula dan pemanis buatan per gram yang tinggi sehingga meniadakan manfaat kesehatan sereal tersebut.
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan karena konsumsi setiap hari dapat membuatnya tidak sehat.
4. Protein atau energi bar
Protein atau energi bar adalah permen yang disamarkan dan labelnya berpotensi meningkatkan berat badan.
Hal ini terjadi karena kandungan gula tersembunyi dalam batangan protein yang meningkatkan kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes, dikombinasikan dengan gaya hidup yang kurang gerak.