← Beranda
Semangat Persit Bisa: Gelar Simfoni Karya untuk Bangsa
Muhammad RidwanSenin, 11 Mei 2026 | 19.08 WIB
Rangkaian kegiatan Persit Bisa 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Rangkaian kegiatan Persit Bisa 2026 yang digelar di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, ditutup pada Sabtu (9/5). Pada hari terakhir, kegiatan berlangsung semarak dengan memadukan unsur kreativitas, edukasi, pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, hingga hiburan dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Mengangkat tema Tenun Pringgasela, Persit Bisa 2026 kembali menegaskan komitmen Persit Kartika Chandra Kirana dalam mengangkat kekayaan wastra Nusantara sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi anggota Persit untuk menampilkan karya, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi kreatif dan dunia digital.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi saat acara dibuka pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan penampilan Vocal Group Puspomad yang membawakan sejumlah lagu secara interaktif untuk menghibur para tamu undangan dan pengunjung.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Perpustakaan Malang yang Estetik dan Asik buat Cari Inspirasi Otentik

Penayangan Journey Pringgasela yang menampilkan proses kreatif dan nilai budaya Tenun Pringgasela menjadi pengantar sebelum sesi Fashion Show Pringgasela by Kraton. Peragaan tersebut menampilkan keindahan tenun tradisional dalam balutan busana modern dan elegan.

Melalui panggung ini, Tenun Pringgasela tampil tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai karya kreatif yang memiliki daya tarik di dunia mode masa kini. Selain peragaan busana, hari ketiga juga diisi dengan gelar wicara bertema Pemberdayaan Perempuan di Era Digital yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Dalam sesi tersebut, para narasumber membagikan wawasan mengenai peluang perempuan untuk berkembang di tengah kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan ruang digital untuk promosi, pemasaran, pengembangan jejaring usaha, hingga penguatan kapasitas pelaku UMKM. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab bersama peserta.

Baca Juga: Surabaya Kini Punya Tiga Titik Jual Barang Mewah, dari Tas Branded hingga Jam Tangan High-end

Pada sesi siang hingga sore, pengunjung kembali disuguhkan tayangan perjalanan karya anggota, dilanjutkan dengan Fashion Show Selvi Collection yang menampilkan busana karya anggota Persit dengan konsep anggun, kreatif, dan relevan dengan tren gaya masa kini.

Panggung Persit Bisa 2026 semakin meriah dengan gelaran Fashion Show Nusantara yang menampilkan 28 koleksi dari masing-masing Pengurus Daerah. Sesi ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian acara karena memperlihatkan keberagaman karya anggota dari berbagai wilayah Indonesia.

Setiap koleksi menghadirkan karakter, motif, warna, dan kekhasan daerah masing-masing, sekaligus menunjukkan besarnya potensi Persit dalam bidang kreativitas dan ekonomi kreatif.

Keseruan acara semakin terasa melalui berbagai penampilan hiburan, termasuk musik instrumental dari Kartika Band yang mengiringi suasana kegiatan. Menjelang penutupan, acara dilanjutkan dengan closing ceremony dan penyampaian closing statement oleh Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak, sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian Persit Bisa 2026.

Penutupan kegiatan berlangsung meriah melalui penampilan Closing Dance Rampak Gendang Kopassus yang dibawakan 12 penari anggota Persit Kopassus. Tarian tersebut menghadirkan energi, kekompakan, dan semangat kebersamaan sebagai simbol kuatnya persatuan anggota Persit dalam menjaga budaya, mengembangkan karya, dan terus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui penyelenggaraan hari terakhir rangkaian Persit Bisa 2026 bertajuk Semangat Persit Bisa: Gelar Simfoni Karya untuk Bangsa, Persit Kartika Chandra Kirana menunjukkan bahwa organisasi ini tidak hanya menjadi wadah kebersamaan istri prajurit, tetapi juga ruang pemberdayaan yang mendorong anggota untuk semakin kreatif, mandiri, produktif, dan adaptif di era modern.

Baca Juga: 20 Lokasi Prewedding Terbaik di Malang, dari Pegunungan sampai Kampung Pedesaan

Dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya bangsa, Persit terus menghadirkan karya nyata yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap warisan Nusantara.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah