← Beranda
Orang yang Menyimpan Setiap Struk Belanja "untuk Berjaga-jaga", Biasanya Mereka Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahRabu, 29 April 2026 | 15.15 WIB
seseorang yang menyimpan setiap struk. (Freepik/tirachardz)

 

JawaPos.com - Ada orang-orang yang hampir tidak pernah membuang struk belanja. Dari minimarket, restoran, hingga pembelian online, semuanya disimpan rapi “untuk berjaga-jaga.” 

Sekilas terlihat sepele, tapi kebiasaan ini ternyata bisa mencerminkan pola pikir dan ciri kepribadian tertentu. Dalam perspektif psikologi, perilaku kecil seperti ini sering kali berakar dari cara seseorang memandang kontrol, keamanan, dan ketidakpastian.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang gemar menyimpan setiap struk belanja:

1. Sangat Berorientasi pada Keamanan

Orang yang menyimpan struk cenderung ingin merasa aman dalam berbagai situasi. Struk dianggap sebagai “bukti” yang bisa melindungi mereka jika terjadi masalah—misalnya barang rusak, kesalahan transaksi, atau kebutuhan klaim garansi. Mereka tidak nyaman bergantung pada ingatan saja.

2. Perfeksionis dalam Hal Kecil

Kebiasaan ini sering muncul pada individu yang perfeksionis. Mereka ingin segala sesuatu terdokumentasi dengan baik, bahkan untuk hal-hal yang dianggap remeh oleh orang lain. Bagi mereka, detail kecil tetap penting dan tidak boleh diabaikan.

3. Cenderung Overthinking

Menyimpan struk “untuk berjaga-jaga” sering berkaitan dengan kecenderungan memikirkan kemungkinan terburuk. Mereka membayangkan berbagai skenario—“bagaimana kalau nanti dibutuhkan?”—sehingga memilih menyimpannya daripada menyesal di kemudian hari.

4. Memiliki Kebutuhan Tinggi akan Kontrol

Struk memberikan rasa kontrol terhadap situasi. Orang dengan ciri ini ingin memastikan bahwa mereka bisa melacak pengeluaran, membuktikan transaksi, dan menghindari ketidakjelasan. Ini adalah cara sederhana untuk merasa memegang kendali atas hidup mereka.

5. Terorganisir (atau Berusaha Terorganisir)

Tidak semua, tapi banyak dari mereka yang punya sistem penyimpanan tertentu—dompet khusus, map, atau bahkan folder digital. Ini menunjukkan kecenderungan untuk menjaga keteraturan, meskipun kadang bisa berubah menjadi kebiasaan menumpuk.

6. Sensitif terhadap Kerugian

Secara psikologis, mereka cenderung lebih kuat merasakan kerugian dibandingkan keuntungan. Kehilangan uang, meskipun kecil, terasa signifikan. Karena itu, mereka menyimpan struk sebagai bentuk perlindungan agar tidak dirugikan.

7. Berpikir Jangka Panjang

Alih-alih fokus pada saat ini, mereka mempertimbangkan masa depan. Struk mungkin tidak berguna sekarang, tapi “siapa tahu nanti.” Pola pikir ini sering ditemukan pada orang yang terbiasa merencanakan dan mengantisipasi kebutuhan mendatang.

8. Sedikit Sulit Melepaskan (Letting Go)

Dalam beberapa kasus, kebiasaan ini bisa berkaitan dengan kesulitan membuang sesuatu, bahkan yang nilainya kecil. Ini bukan berarti mereka penimbun ekstrem, tapi ada kecenderungan untuk mempertahankan barang karena merasa “mungkin masih berguna.”

Penutup

Menyimpan struk belanja bukan sekadar kebiasaan acak. Ia bisa menjadi jendela kecil untuk memahami bagaimana seseorang memandang risiko, kontrol, dan masa depan. Di satu sisi, ini bisa menjadi tanda kehati-hatian dan tanggung jawab. Namun di sisi lain, jika berlebihan, bisa juga mencerminkan kecemasan atau kebutuhan kontrol yang tinggi.

Seperti banyak hal dalam psikologi, kuncinya ada pada keseimbangan. Menyimpan struk penting memang bijak—tapi tidak semua harus disimpan selamanya.***

EDITOR: Novia Tri Astuti