JawaPos.com–Olahraga lari kini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tak hanya menjadi aktivitas fisik sederhana, lari juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mudah diakses siapa saja, tanpa perlu biaya mahal atau peralatan rumit.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah komunitas lari di berbagai kota hingga maraknya event fun run yang terbuka bagi pemula. Lari dianggap sebagai olahraga low barrier, artinya siapa pun bisa memulainya kapan saja, bahkan hanya dengan bermodalkan sepatu yang nyaman.
Kenapa Lari Jadi Tren?
Ada beberapa alasan mengapa lari makin digemari. Pertama, lari merupakan olahraga yang praktis dan fleksibel, bisa dilakukan di mana saja, dari taman hingga jalan kompleks.
Kedua, lari merupakan olahraga yang sejatinya paling berbiaya minim. Lari tidak perlu keanggotaan gym atau alat khusus dan memiliki manfaat kesehatan luas, mulai dari menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, hingga membantu mengelola stres.
Selain itu, tren gaya hidup sehat pascapandemi juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan menjaga kebugaran tubuh.
Tips Memulai Lari untuk Pemula (Murah tapi Efektif)
Bagi yang ingin mulai rutin berlari, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tetap aman dan konsisten.
Baca Juga: Cuaca Lagi “Nggak Jelas”? Ini 7 Cara Simpel Biar Kamu Nggak Ikut Tumbang!
Mulai dari jarak pendek
Tidak perlu langsung 5K. Awali dengan kombinasi jalan cepat dan lari ringan selama 15–20 menit.
Gunakan sepatu yang nyaman
Sepatu lari yang tepat membantu mencegah cedera. Tidak harus mahal, yang penting sesuai bentuk kaki dan empuk.
Atur ritme, bukan kecepatan
Fokus pada konsistensi napas dan durasi, bukan seberapa cepat berlari.
Tentukan jadwal rutin
Cukup 2–3 kali seminggu untuk pemula agar tubuh bisa beradaptasi.
Baca Juga: 6 Perilaku Kelas Menengah yang Dipandang Rendah oleh Kelas Atas, Kata Psikologi
Manfaatkan teknologi sederhana
Aplikasi kesehatan di ponsel atau smartwatch bisa membantu memantau langkah, detak jantung, dan progres latihan.
Jangan lupa pemanasan dan pendinginan
Ini penting untuk mengurangi risiko cedera otot.
Lari Juga Jadi Ajang Sosialisasi
Menariknya, tren lari kini tak hanya soal kesehatan, tetapi juga menjadi sarana bersosialisasi. Banyak komunitas lari yang rutin mengadakan kegiatan bersama, mulai dari latihan hingga fun run.
Event lari santai seperti 5K fun run juga semakin diminati karena sifatnya inklusif, bisa diikuti pemula hingga pelari berpengalaman. Selain itu, kegiatan ini sering dipadukan dengan edukasi gaya hidup sehat dan pemanfaatan teknologi.
Dalam konteks ini, sejumlah brand mulai menggabungkan teknologi dengan gaya hidup aktif. Salah satunya dilakukan Blibli bersama hello Store, jaringan Authorized Apple Reseller yang menghadirkan rangkaian program komunitas lari dan edukasi.
Melalui program helloversary bertajuk Explore The Unexpected, hello Store menggelar kegiatan 5K Fun Run gratis dan sesi edukasi Ruang Kelas di beberapa kota seperti Jakarta, Bali, dan Bandung.
CEO PT Global Astha Niaga Wisnu Iskandar menyebut, inisiatif ini sebagai upaya menggabungkan teknologi dan gaya hidup aktif.
”Melalui helloversary, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan pelanggan dengan menggabungkan edukasi teknologi dan gaya hidup aktif dalam satu ekosistem yang relevan,” ujar Wisnu Iskandar.
Dengan tren yang terus berkembang, lari bukan lagi sekadar olahraga, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang sehat, sosial, dan mudah dijalani. Bahkan dengan modal minim, siapa pun bisa mulai berlari dan merasakan manfaatnya bagi tubuh maupun mental.