← Beranda
7 Makanan Sehat Ini Jadi Penyebab Perut Kembung, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiSenin, 6 April 2026 | 21.42 WIB
ilustrasi orang yang makan salad. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Perut kembung adalah salah satu keluhan pencernaan yang paling umum saat ini.

Beberapa orang mengonsumsi makanan sehat dan dalam beberapa menit, perut terasa kencang, berat, atau tidak nyaman.

Nyatanya kesehatan usus bersifat personal, bahkan makanan sehat pun dapat memicu ketidaknyamanan jika tidak ditangani dengan benar.

Dilansir ndtv, berikut tujuh makanan sehat yang sebenarnya dapat menyebabkan kembung.

Baca Juga: Hati-hati! 7 Makanan Sehat Ini Ternyata Bikin Berat Badan Bertambah

1. Brokoli, kembang kol, kubis

Makanan ini kaya akan nutrisi tetapi juga mengandung senyawa seperti raffinose.

Bakteri usus akan memfermentasinya, yang dapat menyebabkan gas.

Bentuk mentahnya terasa lebih berat, jadi memasaknya akan membantu.

2. Kacang-kacangan dan lentil

Baik untuk protein dan serat, tetapi juga kaya akan oligosakarida.

Jika Anda meningkatkan asupannya secara tiba-tiba, kembung bisa meningkat.

Merendam dan mengonsumsi secara bertahap akan memberikan perbedaan.

3. Produk susu

Intoleransi laktosa cukup umum terjadi.

Laktosa yang tidak tercerna dapat menyebabkan gas dan rasa tidak nyaman.

Cobalah yoghurt karena sering kali lebih mudah dicerna dan keju keras memiliki kandungan laktosa yang lebih rendah.

4. Apel dan pir

Buah-buahan ini mengandung fruktosa dan sorbitol, yang dapat mengalami fermentasi di dalam usus.

Ukuran porsi sangat penting di sini.

5. Minuman berkarbonasi

Anda sebenarnya sedang minum gas.

Gas tersebut mengembang di perut dan dapat menyebabkan perasaan kembung dengan cepat.

6. Produk bebas gula

Permen yang mengandung alkohol gula seperti sorbitol dan xylitol tidak mudah diserap.

Hal ini menyebabkan fermentasi dan gas. Bebas gula tidak selalu berarti ramah bagi usus.

7. Sereal gandum utuh dan tinggi serat

Serat itu penting, tetapi terlalu banyak dan terlalu cepat dapat membebani usus.

Sistem tubuh Anda membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho