← Beranda
Bahasa Tubuh Tak Bisa Bohong, Ini 8 Tanda Perempuan Kurang Kasih Sayang Namun Berusaha Keras Menutupinya
Vindi Rayinda AyudyaMinggu, 29 Maret 2026 | 22.42 WIB
Ilustrasi perempuan kurang kasih sayang namun berusaha keras untuk menutupinya. (Pexels/Ivan S)
 

 

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua perasaan dapat diungkapkan melalui kata-kata. 

Banyak orang, termasuk perempuan, sering kali berusaha terlihat kuat, bahagia, dan baik-baik saja di hadapan orang lain.

Padahal kenyataanya, di dalam hati mereka menyimpan kekosongan emosional yang selalu ditutupi rapat-rapat. 

Ini bukan hal yang salah, namun faktanya ada bentuk perasaan yang paling sulit disembunyikan yakni kebutuhan akan kasih sayang.

Dalam perspektif psikologi, bahasa tubuh sering kali menjadi “jendela” yang mengungkapkan kondisi emosional seseorang. 

Meskipun seseorang berusaha menutupi perasaan kurang diperhatikan atau kurang dicintai, tubuh tetap memberikan sinyal-sinyal halus yang sulit dikendalikan secara sadar.

Perempuan yang kurang mendapatkan kasih sayang, baik dari pasangan, keluarga, maupun lingkungan sosial, sering kali mengembangkan cara tersendiri untuk bertahan. 

Mereka mungkin terlihat mandiri, ceria, atau bahkan kuat, tetapi di balik itu, ada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Dirangkum dari laman Expert Editor, telah disebutkan berbagai tanda yang muncul dari bahasa tubuh yang dapat mengindikasikan seseorang sedang menyembunyikan kebutuhan akan kasih sayang.

Berikut ini adalah 8 tanda perempuan yang kurang kasih sayang namun berusaha keras menutupinya, dijelaskan secara lebih mendalam dan mudah dipahami.

1. Senyum yang Terlihat Dipaksakan

Senyum adalah ekspresi paling umum untuk menunjukkan kebahagiaan. Namun, senyum yang tulus biasanya melibatkan mata, bukan hanya bibir.

Perempuan yang kurang kasih sayang sering kali tersenyum untuk menjaga citra diri, tetapi ekspresi matanya tampak kosong atau lelah. 

Ini adalah bentuk “topeng sosial” agar tidak terlihat rapuh di depan orang lain.

2. Kontak Mata yang Tidak Konsisten

Kontak mata mencerminkan keterbukaan dan rasa percaya diri. Namun, mereka yang menyimpan luka emosional sering kali kesulitan mempertahankan kontak mata.

Terkadang mereka terlalu menghindar, atau justru menatap terlalu intens sebagai bentuk kompensasi. Kedua pola ini bisa menjadi tanda adanya ketidaknyamanan emosional.

3. Gerakan Tubuh yang Cenderung Tertutup

Bahasa tubuh seperti menyilangkan tangan, membungkuk, atau menjaga jarak fisik bisa menunjukkan sikap defensif.

Perempuan yang kurang kasih sayang sering kali secara tidak sadar “melindungi” diri mereka dari potensi penolakan atau rasa sakit, meskipun secara verbal mereka terlihat terbuka.

4. Terlihat Terlalu Sibuk atau Selalu Aktif

Salah satu cara menutupi kekosongan emosional adalah dengan terus menyibukkan diri.

Mereka mungkin selalu terlihat produktif, aktif, dan tidak pernah diam. Namun, di balik itu, ada kecenderungan untuk menghindari kesendirian yang justru memunculkan perasaan sepi.

5. Mudah Memberi, Sulit Menerima

Perempuan yang kurang kasih sayang sering kali sangat perhatian kepada orang lain.

Mereka mudah memberi bantuan, perhatian, atau dukungan, tetapi merasa canggung atau tidak nyaman saat menerima hal yang sama. 

Ini bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak terbiasa merasa “layak” untuk dicintai.

6. Tertawa Berlebihan di Situasi Tertentu

Tertawa adalah respons alami, tetapi jika dilakukan secara berlebihan atau di situasi yang kurang tepat, bisa menjadi mekanisme pertahanan diri.

Mereka menggunakan humor sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari perasaan yang sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.

7. Sering Menyentuh Diri Sendiri (Self-Soothing Gesture)

Gerakan seperti memegang tangan sendiri, menyentuh rambut, atau mengusap lengan bisa menjadi tanda kebutuhan akan kenyamanan.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai self-soothing, yaitu upaya menenangkan diri sendiri ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi.

8. Terlihat Kuat, tetapi Sulit Membuka Diri

Banyak perempuan yang kurang kasih sayang tampil sebagai sosok yang mandiri dan kuat.

Namun, ketika diajak berbicara lebih dalam, mereka cenderung menghindari topik personal. 

Ini menunjukkan adanya dinding emosional yang dibangun untuk melindungi diri dari kekecewaan.

Bahasa tubuh memang tidak pernah benar-benar bisa berbohong. Di balik senyuman, kesibukan, atau sikap kuat yang ditunjukkan, sering kali tersembunyi kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Memahami tanda-tanda ini bukan untuk menghakimi, melainkan untuk meningkatkan empati terhadap orang lain. 

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi kekurangan kasih sayang, dan tidak semuanya mampu mengungkapkannya secara langsung.

Dengan memahami perspektif psikologi, kita bisa lebih peka terhadap sinyal-sinyal halus yang ditunjukkan orang di sekitar kita. 

Pada akhirnya, sedikit perhatian dan kepedulian bisa menjadi hal sederhana yang sangat berarti bagi mereka yang diam-diam sedang membutuhkan kasih sayang.

***
 
EDITOR: Novia Tri Astuti