JawaPos.com – Menjalin sebuah hubungan percintaan yang harmonis tidak semudah yang dibayangkan.
Konflik dan pertengkaran akan selalu terjadi dalam hubungan, dan itu adalah hal yang tidak dapat dihindari.
Terkadang respons beberapa pasangan dalam menghadapi konflik membuat mereka berkata kasar atau melukai pasangannya.
Bahkan terkadang ada beberapa sikap yang secara diam-diam dapat melukai perasaan pasangan namun dianggap sepele.
Terutama sikap yang ditunjukkan pria yang mungkin tidak bermaksud melukai pasangannya namun seiring berjalannya waktu dapat merusak hubungan.
Dilansir dari geediting.com, ada tujuh sikap pria yang sering dianggap aman namun dapat melukai perasaan pasangan.
Selain itu, sikap ini membuat pasangan merasa tidak dihargai, tidak dicintai, atau bahkan ditinggalkan dalam hubungan.
- Mengabaikan Perasaan Pasangan
Salah satu sikap pria yang membuat pasangannya terluka secara emosional adalah mengabaikan perasaan pribadi.
Ini terjadi ketika pasangan sedang bercerita atau mengungkapkan kesedihan, kekecewaan, dan rasa lelahnya, tapi justru diabaikan.
Sikap pengabaian ini ketika pria berkata “Kamu terlalu sensitive” atau “Jangan terlalu dipikirkan.”
Meskipun niatnya untuk memberikan ketenangan dan membuat pikiran terbuka, ini justru membuat pasangan merasa tidak dihargai perasaannya.
Mengabaikan perasaan pasangan seperti menunjukkan bahwa apa yang pasangan rasakan tidak penting.
Seiring berjalannya waktu, sikap pria seperti ini justru bisa membuat pasangan lebih tertutup atau menghindar.
- Terlalu Sering Mengkritik
Kritik memang memberikan pembelajaran untuk membuat pasangan terus bekermbang dan maju.
Namun, jika pria terus-menerus menunjukkan kritis daripada mengapresiasi pasangannya, itu justru membuat rasa percaya diri pasangan hilang.
Selain itu, sikap ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan dan diusahakan pasangan selalu salah.
Memang pada awalnya terlihat seperti memberikan saran atau mengingatkan, tapi jika terus-menerus justru menjadi boomerang.
Pasangan akan selalu merasa bahwa diri mereka tidak cukup baik dalam segala hal yang dilakukan.
Bahkan sikap terus-menerus mengkritik membuat hubungan penuh dengan tekanan bukan kenyamanan.
Kritik seharusnya membangun, dan sebagai setiap pasangan harus tahu kapan waktunya memberi masukan dan memvalidasi perasaan pasangan.
- Menghindari Konflik
Konflik dalam hubungan akan selalu ada, dan itu bisa menjadi titik balik memperkuat hubungan atau justru merusak hubungan.
Dan jika sikap pria justru terus-menerus ingin menghindari pertengkaran daripada menghadapinya, itu justru membuat hubungan semakin retak.
Menghindari konflik tidak membuatnya hilang, justru di akhir bisa menyebabkan ledakan emosi yang merusak hubungan dengan pasangan.
Selain itu, pria yang selalu menghindari konflik membuat pasangan terus-menerus memendam amarahnya.
Dan ini secara bertahap membuat dinamika hubungan semakin dingin dan berjarak secara emosional.
Jangan membuat pasangan berjuang sendiri, justru membicarakan solusi penyelesaian konflik membuat hubungan semakin erat.
- Bersikap Dingin atau Cuek
Banyak dari pria menganggap sikap cuek dan dingin adalah hal yang keren serta membuat pasangan penasaran.
Sebaliknya, jika pria terus-menerus bersikap dingin itu justru membuat pasangan merasa tidak diperhatikan dan tidak disayang.
Sikap dingin bisa terlihat ketika pria mengabaikan cerita, tidak menunjukkan emosi, dan tidak memahami perasaan pasangannya.
Ini seiring berjalannya waktu membuat pasangan merasa tidak cukup dicintai dan merasa hanya berjuang sendiri.
Justru pasangan akan lebih memilih dimarahi daripada diabaikan, namun tetap menunjukkan sikap perhatian dengan menjaga kata-kata agar tidak kasar.
- Membandingkan Pasangan
Pria yang selalu membandingkan pasangannya dengan orang lain dapat secara langsung mengikis rasa percaya diri pasangannya.
Entah membandingkan dengan cinta lama, teman dekat, atau bahkan pasangan orang lain dapat membuat perasaan pasangan terluka.
Sikap ini adalah sebuah senjata yang tajam untuk melukai dan harga diri pasangan secara mendalam.
Bahkan perbandingan sekecil apapun dapat berdampak besar terhadap perasaan pasangan dalam jangka waktu yang lama.
Hindari bersikap membandingkan, dan terimalah pasangan apa adanya dengan tetap memberikan masukan untuk terus tumbuh dan berkembang bersama.
- Tidak Menghargai Batasan
Batasan tidak akan hilang hanya karena menjalin hubungan percintaan dengan pasangan yang dicintai.
Banyak pria mengabaikan batasan pribadi pasangannya tanpa disengaja sebagai bentuk sikap protektif.
Namun, jika sikap proteksi berlebihan justru membuat batasan pasangan tidak dihargai dan itu melukai perasaannya.
Alih-alih pasangan merasa dicintai karena sikap protektif, justru pasangan merasa terkekang dan terbebani.
Setiap pria harus memahami bahwa batasan bukan sebuah penghalang dalam menjalin hubungan.
Batasan harus terus dijaga dan dihormati agar pasangan dapat menjadi pribadi yang mandiri dan diterima secara keseluruhan.
Tanpa batasan, hubungan dengan pasangan semakin tidak sehat dan kehilangan rasa aman daripada rasa nyaman.
- Tidak Hadir Secara Emosional
Sikap pria yang menunjukkan ketidakhadiran secara emosional membuat pasangannya merasa diabaikan.
Entah secara fisik atau emosional, pasangan yang merasa diabaikan akan terus memendam luka dalam hatinya.
Ini membuat pasangan akan lebih tertutup, sehingga komunikasi dalam hubungan menjadi tidak baik.
Selain itu, pasangan akan lebih enggan untuk menunjukkan perasaannya karena mereka merasa diabaikan secara emosional.
Sikap pria yang mengabaikan pasangannya secara emosional akan membuat mereka kesepian atau lebih baik sendiri.
Oleh karena itu, pria harus memahami bahwa ikatan emosional dalam hubungan adalah pondasi dasar dalam membangun cinta dan keharmonisan.