← Beranda
5 Tips Menjaga Kesehatan Gigi Selama Pemakaian Behel agar Terhindar dari Risiko Gangguan Penyakit Mulut
Ahmad Harsya AlindraSabtu, 22 November 2025 | 01.10 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang baru saja melakukan pemasangan behel (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Behel atau kawat gigi adalah alat ortodonti yang digunakan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang agar lebih rapi serta fungsional. Behel bekerja dengan memberikan tekanan ringan secara konstan pada gigi, sehingga gigi perlahan bergeser ke posisi yang diinginkan. 

Alat ini biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai masalah gigi seperti gigi gingsul, gigi terlalu renggang, serta gigitan tidak sejajar (overbite dan underbite). Setelah pemasangan, behel harus digunakan setidaknya 1-3 tahun agar hasilnya terlihat dan sesuai keinginan.

Jenis Behel dan Perbedaannya

Berdasarkan kondisi gigi setiap pasien, terdapat beberapa pilihan jenis behel atau kawat gigi yang bisa direkomendasikan dokter. Dikutip dari Alodokter, jenis pertama adalah conventional braces yang merupakan behel konvensional, umumnya dipasang di bagian depan gigi dan terbuat dari logam, keramik atau plastik. 

Berikutnya, terdapat lingual braces yang akan dipasang di belakang gigi, sehingga tidak terlihat dari depan. Ada juga clear aligner yang sangat berbeda dari behel pada umumnya, jenis ini berbahan plastik transparan yang menutupi gigi dan dapat dilepas pasang. Sementara itu, self-ligating braces adalah jenis behel yang dilengkapi logam kecil pada bracket sebagai penopangnya.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Selama Pemakaian Behel

Selama menggunakan behel kamu harus benar-benar menjaga dan merawat kondisi gigi, hal ini penting agar behel tidak menimbulkan luka atau malah merusak gigi. Dikutip dari Hello Sehat, terdapat beberapa tips untuk merawat kondisi gigi selama pemakaian behel agar tidak mengalami masalah.

1. Sikat Gigi dengan Cara yang Benar

Bagi pengguna behel dianjurkan untuk menyikat gigi setiap selesai makan, lebih idealnya yaitu satu jam setelah makan. Pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan, termasuk sela-sela gigi serta area di sekitar kawat dan bracket.

Agar pembersihan lebih efektif, gunakan sikat gigi khusus ortho yang memiliki bulu halus, lebih pendek, dan cekungan di bagian tengah. Pastikan juga pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride untuk membantu mencegah gigi berlubang.

2. Menggunakan Obat Kumur dan Dental Floss

Selain menyikat gigi, perawatan behel juga perlu didukung dengan penggunaan obat kumur dan dental floss khusus untuk pengguna kawat gigi. Cara ini membantu membersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.

The American Association of Orthodontists (AAO) menyarankan penggunaan dental floss untuk mengangkat sisa makanan yang menempel di sela gigi, kawat, maupun bracket. Namun, hindari benang gigi yang terlalu kasar atau menariknya dengan kuat agar tidak melukai gusi.

3. Kurangi Minuman Manis dan Asam

Kandungan gula yang tinggi pada minuman manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, sementara minuman dengan kadar asam tinggi dapat mempercepat kerusakan enamel karena memicu erosi gigi.

Perlu diingat, pemasangan bracket logam dapat menyebabkan berkurangnya mineral penting pada gigi, sehingga enamel menjadi lebih mudah mengalami kerusakan.

4. Hindari Makanan Keras dan Lengket 

Makanan yang keras dapat membuat kawat gigi bergeser dan mengikis enamel, sehingga memerlukan perawatan tambahan untuk memperbaiki kerusakannya. Jika ingin tetap menikmati makanan bertekstur keras, sebaiknya potong terlebih dahulu menjadi bagian kecil-kecil agar bisa dikunyah tanpa perlu menggigit langsung.

Selain itu, hindari kebiasaan menggigit kuku atau ujung pensil, karena dapat merusak gigi dan memengaruhi kesehatan mulut. Makanan yang lengket dan kenyal juga sebaiknya dihindari saat memakai behel, karena mudah menempel pada kawat gigi dan sulit dibersihkan. Contohnya permen karet, gulali dan popcorn karamel.

5. Rutin Melakukan Pemeriksaan ke Dokter Gigi

Jika kamu adalah salah satu orang yang memakai behel, pemeriksaan rutin menjadi hal yang wajib dilakukan. Umumnya, pemeriksaan dilakukan 1-2 kali sebulan atau sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dokter. 

Saat dilakukan pemeriksaan, dokter gigi biasanya tidak hanya melakukan pembersihan gigi dan behel, tetapi juga tindakan lain sesuai kebutuhan. Tindakan tersebut meliputi pemasangan kembali bracket yang lepas, penggantian kawat atau prosedur lain yang diperlukan berdasarkan kondisi terbaru.

EDITOR: Candra Mega Sari