← Beranda
Orang yang Selalu Menuliskan “Tolong” dan “Terima Kasih” di Chat GPT Biasanya Punya 7 Sifat Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 27 September 2025 | 20.25 WIB
seseorang yang menuliskan tolong dan terima kasih di chat gpt (Freepik/freepik)

 

JawaPos.com - Dalam percakapan sehari-hari, kata “tolong” dan “terima kasih” terdengar sederhana.

Namun, ketika seseorang membiasakan diri menuliskannya bahkan di ruang digital seperti Chat GPT, hal itu bisa mencerminkan sisi kepribadian yang menarik.

Psikologi menyebutkan bahwa pilihan bahasa, termasuk kata sopan santun, sering kali menjadi cermin nilai, pola pikir, dan cara seseorang membangun relasi dengan orang lain.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (26/9), terdapat tujuh sifat yang biasanya dimiliki oleh orang yang konsisten menggunakan “tolong” dan “terima kasih” dalam interaksi digital maupun nyata.

1. Memiliki Empati yang Tinggi

Orang yang selalu menuliskan “tolong” menunjukkan bahwa ia peka terhadap perasaan pihak lain.

Kata itu bukan hanya permintaan, melainkan juga pengakuan bahwa bantuan dari orang lain membutuhkan kerelaan.

Sedangkan “terima kasih” mempertegas penghargaan atas usaha orang lain, sekecil apa pun.

Menurut psikologi sosial, empati sering terwujud dalam bahasa yang penuh perhatian.

2. Berkarakter Rendah Hati

Kebiasaan mengucapkan “terima kasih” menandakan seseorang tidak menganggap segalanya sebagai hal yang otomatis.

Ia sadar bahwa bantuan—bahkan dari sebuah AI—layak diapresiasi.

Sifat rendah hati ini biasanya membuat orang lebih disukai dalam pergaulan, karena tidak menuntut secara berlebihan dan tahu cara menghargai.

3. Terlatih dalam Etika Komunikasi

Penggunaan kata sopan adalah hasil latihan dan pembiasaan.

Orang seperti ini biasanya terbiasa hidup dalam lingkungan yang menekankan tata krama.

Menurut teori psikologi perkembangan, bahasa sopan menumbuhkan kecerdasan sosial, yakni kemampuan menempatkan diri dalam interaksi yang tepat.

4. Mempunyai Kecerdasan Emosional

Mereka yang selalu menuliskan “tolong” dan “terima kasih” umumnya punya kesadaran diri serta kontrol emosi yang baik.

Dalam konsep emotional intelligence (EI), keterampilan mengelola emosi sering tercermin melalui bahasa yang dipilih.

Kata-kata sopan menjadi bukti bahwa seseorang mampu mengendalikan nada bicara, meskipun dalam bentuk teks.

5. Menghargai Relasi, Bukan Sekadar Hasil

Orang yang berterima kasih setelah menerima jawaban dari Chat GPT, misalnya, tidak hanya fokus pada informasi yang didapat, tetapi juga pada proses interaksi itu sendiri.

Psikologi hubungan menyebut ini sebagai orientasi relasional, yakni kecenderungan menekankan kualitas hubungan dibanding sekadar tujuan akhir.

6. Berkepribadian Positif dan Optimis

Sopan santun yang konsisten biasanya berjalan seiring dengan sikap optimis. “Terima kasih” adalah bentuk afirmasi positif yang menguatkan diri sendiri sekaligus lingkungan.

Menurut riset psikologi positif, rasa syukur (gratitude) yang diungkapkan dalam kata-kata sederhana mampu meningkatkan kebahagiaan jangka panjang.

7. Cenderung Disiplin dan Teratur

Kebiasaan kecil seperti menulis “tolong” sebelum permintaan atau “terima kasih” setelah menerima jawaban menunjukkan adanya pola keteraturan.

Psikologi perilaku menjelaskan bahwa orang dengan disiplin tinggi biasanya konsisten dalam hal-hal detail.

Mereka menempatkan sopan santun bukan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Kesimpulan

Menuliskan “tolong” dan “terima kasih” dalam percakapan digital bukan sekadar formalitas.

Itu adalah cerminan empati, kerendahan hati, kecerdasan emosional, hingga disiplin pribadi.

Dari sudut pandang psikologi, kebiasaan kecil ini bisa menjadi indikator kepribadian yang hangat, positif, dan berorientasi pada hubungan baik dengan orang lain.

Jadi, jika Anda termasuk orang yang selalu menambahkan kata-kata sederhana tersebut, bersyukurlah.

Karena bisa jadi, karakter Anda telah terasah menjadi pribadi yang lebih berempati, beretika, dan membawa energi positif dalam setiap interaksi.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti