JawaPos.com - Perubahan suasana hati yang datang secara tiba-tiba atau umum dikenal dengan mood swing, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini sering membuat seseorang merasa senang dalam saktu waktu, dan dapat berubah drastis menjadi sedih, marah atau cemas tanpa alasan yang jelas.
Apabila dibiarkan moodswing dapat mengganggu produktivitas, hubungan dengan orang lain, hingga gangguan psikis.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk tahu cara penanganan yang tepat jika mengalami kondisi tersebut.
Apa saja faktor penyebab mood swing? Berikut penjelasan yang dirangkum Jawa Pos dari alodokter.com dan hellosehat.com.
Ketidakseimbangan Kimia Otak
Serotonin dan dopamin merupakan beberapa zat kimia otak yang memiliki perenan dalam mengatur emosi. Ketidakseimbangan zat tersebut yang justru akan mengakibatkan seseorang mengalami mood swing.
Menderita Penyakit Tertentu
Mood swing dapat dipicu oleh kondisi kesehatan tertentu. Beberapa penyakit yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan suasana hati diantaranya yaitu paru-paru,ginjal,jantung, penyakit tiroid, serta kelainan pada otak.
Kondisi Hormon
Kondisi hormon dapat memicu terjadinya mood swing remaja, ibu hamil, hingga wanita yang sudah memasuki masa menopause termasuk kelompok yang rentan mengalami mood swing akibat fluktuasi hormon dalam tubuh.
Masalah Kesehatan Mental
Beberapa gangguan mental kerap dikaitkan dengan potensi mood swing, diantaranya depresi, bipolar, borderline personality disorder, skizofrenia hingga ADHD.
Beberapa pemicu lainnya yaitu penyalahgunaan narkoba dan alkohol, selain itu efek samping yang dipicu oleh konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memicu terjadinya perubahan suasana hati.
Meski mood swing dapat mengganggu produktivitas sehari-hari dan banyak faktor yang dapat memicu hal tersebut, bukan berarti gejala ini tidak dapat diatasi. Berikut beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi mood swing:
Baca Juga: Tabungan Tak Pernah Kosong! 6 Shio Paling Cerdas dalam Mengelola Keuangan, Shiomu Termasuk?
Rutin Berolahraga
Salah satu cara yang sederhana tapi memiliki manfaat yang luar biasa adalah dengan cara berolahraga. Dengan berolahraga dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang dapat meningkatkan mood dan mengontrol stres.
Membuat Mood Diary
Jika mengalami mood swing, coba untuk mencatat setiap kali perubahan emosi muncul, lengkap dengan penyebab dan waktu kejadian. Arsipkan catatan tersebut dalam buku harian pribadi.
Dengan cara ini, pola perubahan suasana hati akan lebih mudah terlihat, sehingga pemicu mood swing dapat diantisipasi sejak dini.
Konsultasi ke Psikolog atau Psikiater
Jika mood swing terasa parah dan tak dapat diatasi lagi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog. Profesional kesehatan mental dapat membantu menemukan penyebabnya sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Gangguan mental biasanya tidak bisa membaik dengan sendirinya. Tanpa perawatan medis, kondisi penderita bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan yang semakin buruk.
Penanganan mood swing umumnya dilakukan melalui sesi konseling. Setelah diidentifikasi oleh tenaga medis, okter dapat memberikan terapi baik berupa psikoterapi maupun dengan bantuan obat-obatan.