JawaPos.com - Jerawat hormonal sering dianggap hanya masalah remaja, padahal faktanya kondisi ini bisa dialami siapa saja, mulai dari usia 20-an hingga 40-an.
Perubahan hormon dalam tubuh dapat memicu produksi minyak berlebih yang akhirnya menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat.
Tidak heran jika banyak orang merasa bingung kenapa jerawat masih muncul meskipun sudah bukan usia puber.
Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat hormonal biasanya muncul di area tertentu seperti dagu, rahang, atau pipi bagian bawah.
Selain itu, jerawat ini sering kambuh menjelang menstruasi pada wanita atau saat tubuh sedang mengalami stres.
Kondisi ini tentu bisa mengganggu kepercayaan diri dan kenyamanan, apalagi jika jerawat muncul dalam jumlah banyak atau sulit sembuh.
Kabar baiknya, jerawat hormonal bisa dikendalikan dengan perawatan yang tepat. Mulai dari menjaga pola hidup sehat, memilih skincare yang sesuai, hingga berkonsultasi dengan dokter kulit bila diperlukan.
Apa Itu Jerawat Hormonal?
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, hormonal acne atau yang sering disebut juga jerawat dewasa merupakan kondisi kulit yang umumnya dialami orang berusia antara 20 hingga 50 tahun.
Jenis jerawat ini dapat muncul di berbagai area tubuh seperti wajah, bahu, dada, hingga punggung.
Baca Juga: Jarang Terungkap, Ini 10 Manfaat Sereh bagi Kesehatan Wanita
Bentuknya pun beragam, mulai dari komedo hitam (blackheads), komedo putih (whiteheads), jerawat meradang (pimples), hingga kista yang lebih dalam dan menyakitkan.
Penyebab utama jerawat hormonal adalah produksi sebum berlebih pada kelenjar minyak, yang kemudian menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.
Penyebab Jerawat Hormonal?
Menurut laman Healthline, jerawat hormonal umumnya terjadi ketika kelenjar minyak di kulit menjadi lebih sensitif terhadap hormon androgen.
Hormon ini dapat memperbesar kelenjar minyak dan meningkatkan produksi sebum, sehingga memicu jerawat.
Sensitivitas terhadap androgen bisa berbeda pada tiap orang dan berubah seiring bertambahnya usia.
Selain faktor hormon, gaya hidup dan penggunaan terlalu banyak produk skincare juga bisa memperparah kondisi dengan membuat kulit iritasi dan memicu jerawat.
Mengapa Orang Dewasa Bisa Mengalami Jerawat Hormonal?
Jerawat hormonal pada orang dewasa bisa dipicu oleh berbagai faktor. Sebuah studi pada tahun 2020 menemukan bahwa pada wanita, jerawat jenis ini paling sering muncul akibat perubahan hormon menjelang menstruasi.
Selain itu, pola makan yang kurang sehat, kurang tidur, penggunaan makeup, hingga tingkat stres yang tinggi juga dapat memicu timbulnya jerawat hormonal.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat kondisi kulit semakin rentan terhadap peradangan dan munculnya jerawat.
Mengatasi Kulit Berjerawat Hormonal
Berikut empat cara mengatasi jerawat hormonal:
- Sederhanakan Rutinitas Skincare
Gunakan hanya produk dasar seperti pembersih, pelembap, dan sunscreen. Terlalu banyak produk justru bisa mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat.
- Coba Satu Perawatan dalam Satu Waktu
Mulailah dengan bahan aktif sederhana seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, adapalene, atau azelaic acid, lalu lihat perkembangannya sebelum menambah perawatan lain.
- Konsultasi ke Dokter Kulit
Jika jerawat terasa sulit dikendalikan atau mengganggu, dokter kulit bisa membantu menyusun rencana perawatan yang lebih tepat dan efektif.
- Pertimbangkan Kontrasepsi Hormonal
Bagi sebagian orang, pil KB dapat membantu mengurangi jerawat hormonal, meski efeknya berbeda tiap individu dan harus sesuai anjuran tenaga medis.
Jerawat hormonal memang bisa muncul di usia berapa pun dan sering kali membuat frustasi.
Namun, dengan perawatan yang tepat, gaya hidup sehat, dan konsistensi dalam merawat kulit, kondisi ini bisa dikendalikan.
Jika berbagai cara mandiri belum memberikan hasil yang signifikan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit agar mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
Ingat, setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda, jadi kunci utamanya adalah menemukan perawatan yang paling cocok untuk diri sendiri.