JawaPos.com – Hubungan yang menguras energi dan membuat stres dapat berdampak buruk pada kesehatan mental serta emosi. Memahami kondisi ini penting agar bisa mengambil langkah tepat guna menjaga diri dan kebahagiaan.
Hubungan toksik adalah interaksi antara dua orang yang menurunkan rasa percaya diri dan kesejahteraan emosional salah satu pihak. Kondisi ini bisa muncul tanpa adanya kekerasan fisik, tetapi tetap menimbulkan tekanan psikologis signifikan.
Julie Schwartz Gottman, PhD, psikolog klinis dari Seattle, mendefinisikan hubungan beracun sebagai hubungan yang membuat seseorang merasa lebih buruk tentang diri sendiri. Andrea Syrtash, pakar hubungan dari New York, menyatakan hubungan toksik terasa tidak stabil, menguras tenaga, dan agresif secara emosional.
Mengetahui tanda-tanda hubungan toksik membantu menjaga kesehatan mental dan emosional. Selain itu, dapat mencegah dampak negatif jangka panjang pada interaksi sosial dan kehidupan pribadi.
Berikut 4 pertanyaan penting guna menilai hubungan toksik dan cara mengatasinya secara efektif dilansir dari laman Refinery, Sabtu (13/9):