← Beranda
Punya Target yang Tak Kunjung Tercapai dan Berakhir jadi Wacana? Kenali Metode SMART yang Direkomendasikan Ahli
Ridho NugrohoSelasa, 2 September 2025 | 14.25 WIB
Ilustrasi mahasiswa kerjakan tugas (Pexels)

JawaPos.com - Banyak orang memiliki target, mulai dari menyelesaikan tugas akademik, menjaga kesehatan, hingga mengembangkan karier. Namun, tidak sedikit pula yang gagal mencapainya karena tujuan yang ditetapkan terlalu abstrak atau tidak realistis.

Dilansir dari laman ugm.ac.id, Dosen Fakultas Psikologi UGM Edilburga Wulan Saptandari menyarankan penggunaan metode SMART untuk membantu merumuskan target secara lebih efektif. SMART merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Bound.

Menurut ahli, kelima aspek ini dapat menjadi panduan praktis dalam menyusun tujuan yang jelas dan terukur.

  1. Specific (Spesifik)

Tujuan harus dirumuskan dengan jelas, bukan sekadar ingin sukses tetapi lebih detail seperti menyelesaikan skripsi dalam satu semester.

Menetapkan tujuan yang spesifik memperjelas arah dan langkah yang hendak diambil.

  1. Measurable (Terukur)

Target sebaiknya memiliki indikator keberhasilan, misalnya meningkatkan nilai rata-rata dari 3.0 menjadi 3.5.

Contoh bagi yang ingin menurunkan berat badan, mengganti camilan manis dengan makan satu porsi buah.

Dilansir dari situs smb.telkomuniversity.ac.id, dengan target yang terukur, progres bisa dengan mudah dipantau dan dievaluasi.

  1. Achievable (Dapat Dicapai)

Penting memastikan tujuan sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

Jangan sampai menetapkan target yang terlalu tinggi, padahal secara kemampuan tidak sanggup dicapai.

Misalnya menyelesaikan tiga tugas sekolah dalam waktu satu malam atau turun berat badan 15 kg dalam tiga hari.

Kalaupun berhasil menyelesaikan target-target semacam itu, kemungkinan hasilnya tidak maksimal.

  1. Relevant (Relevan)

Tujuan harus selaras dengan kebutuhan pribadi atau visi jangka panjang.

Dilansir dari laman ugm.ac.id, tidak sedikit orang yang membuat resolusi bukan berdasarkan hal yang benar-benar diinginkan atau hanya ikut-ikut saja.

Sehingga tidak punya motivasi yang kuat, berujung tidak semangat menggapai target.

Pastikan apa yang hendak dijadikan target adalah sesuatu yang benar-benar penting dan dibutuhkan.

  1. Time Bound (Berbatas Waktu)

Deadline yang jelas dapat membantu menyusun alur kegiatan. Langkah demi langkah perlu dijadwal agar proses terarah dan tidak bertabrakan.

Selain itu, batasan waktu juga penting untuk momen evaluasi. Dengan menerapkan metode SMART, seseorang akan lebih termotivasi, terarah, dan mampu memantau perkembangan usahanya.

Hal ini dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar menetapkan target secara umum tanpa strategi yang konkret.

EDITOR: Novia Tri Astuti