← Beranda
Hobi Berenang? Ini 3 Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Kencing di Kolam Renang, Salah Satunya Dapat Picu Iritasi Kulit
Aprillia JP• Kamis, 21 Agustus 2025 | 01.03 WIB
Ilustrasi kencing di kolam renang bisa picu iritasi. (Freepik).

JawaPos.com - Berenang memang menjadi hobi menyenangkan sekaligus menyehatkan. Namun, ada satu kebiasaan buruk yang sayangnya masih sering dilakukan banyak orang, yaitu buang air kecil di kolam renang.

Dilansir dari Huff Post, setidaknya 40% orang dewasa di Amerika mengaku pernah melakukannya. Padahal, kebiasaan ini tidak hanya menjijikkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Berikut tiga alasan utama mengapa Anda harus menghentikan kebiasaan pipis di kolam renang.

Baca Juga: Jangan Pipis di Kolam Renang! Begini Dampaknya untuk Kesehatan dan Kebersihan Air

  1. Memicu Pembentukan Senyawa Berbahaya

Urine mengandung senyawa nitrogen seperti urea, amonia, dan kreatinin.

Dilansir dari Huff Post, Dr. Kelly Johnson-Arbor, seorang toksikolog dari MedStar Health, menjelaskan bahwa ketika senyawa ini bereaksi dengan klorin, akan terbentuk disinfection byproducts (DBPs) seperti chloramines.

“Ketika urine manusia bercampur dengan bahan kimia yang ada di kolam renang berklorin, dapat terbentuk senyawa berpotensi berbahaya yang disebut disinfection byproducts (DBPs),” ujar dr. Kelly.

Senyawa ini dapat berbahaya karena menimbulkan bau tajam sekaligus menurunkan kualitas air kolam.

Baca Juga: Destinasi Kolam Renang Seru di Jakarta Timur untuk Akhir Pekan

  1. Menyebabkan Iritasi Kulit, Mata, dan Pernapasan

DBPs, terutama chloramines, dapat memicu iritasi pada kulit dan mata.

Menurut Thomas Melendy, pakar mikrobiologi dari University at Buffalo, semakin banyak urine atau keringat yang bercampur dalam air, semakin tinggi risiko iritasi.

“Semakin banyak chloramines yang terbentuk, semakin tinggi risiko iritasi kulit, mata, dan paru-paru,” ujar Melendy.

Bagi penderita asma atau masalah pernapasan, paparan gas kimia yang terbentuk di permukaan air dapat memperburuk kondisi kesehatan.

  1. Mengurangi Efektivitas Klorin dalam Membunuh Bakteri

Klorin seharusnya berfungsi sebagai disinfektan untuk membunuh bakteri dan virus di kolam.

Namun, Melendy menegaskan bahwa semakin banyak materi organik (termasuk urine, keringat, hingga sel kulit mati) masuk ke kolam, semakin cepat klorin habis bereaksi. Akibatnya, kemampuan kolam untuk tetap higienis pun berkurang.

“Ini bukan hanya soal urine. Klorin bereaksi dengan berbagai jenis materi organik. Alasan klorin dimasukkan ke dalam kolam ialah untuk bertindak sebagai antibakteri dan antivirus. Klorin membantu menjaga kolam tetap bersih dan bebas dari infeksi,” jelas Melendy.

Pada akhirnya, para dokter menekankan bahwa pipis di kolam renang merupakan perilaku buruk yang merugikan semua orang.

Meskipun dampaknya kecil ketika dilakukan oleh satu orang di kolam besar, tetap saja kebiasaan ini akan menurunkan kualitas air secara keseluruhan. Menjaga kebersihan kolam dengan tidak buang air kecil di dalamnya merupakan bentuk tanggung jawab demi kesehatan bersama.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho