← Beranda
Ramadhan 2025: 5 Tips Mindful Eating alias Makan dengan Penuh Kesadaran yang Perlu Anda Ingat saat Berbuka Puasa
Rabbany Wanadriani• Jumat, 7 Maret 2025 | 04.19 WIB
ilustrasi makanan untuk berbuka puasa. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Ramadhan 2025 merupakan salah satu bulan paling istimewa dan penuh berkah, khususnya bagi umat Islam.

Pada bulan ini, umat Islam berpuasa serta pantang makan dan minum dari terbit fajar hingga senja.

Setelah menahan lapar dan haus selama berjam-jam, sangat penting untuk berbuka puasa dengan makanan kaya nutrisi yang menyehatkan tubuh dan menerapkan praktik mindful eating.

Mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran yang melibatkan rasa, tekstur, aroma, dan sensasi makanan guna mencegah makan berlebihan, menyeimbangkan pencernaan, dan menjaga tingkat energi tetap stabil sepanjang malam.

Dilansir English jagran, berikut lima tips makan dengan penuh kesadaran yang perlu Anda ingat selama berbuka puasa.

1. Awali buka puasa dengan air dan kurma

Salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk berbuka puasa adalah mengonsumsi kurma dan air putih.

Namun, jangan makan terburu-buru. Kurma bantu menstabilkan kadar gula darah, sementara air putih menjaga tubuh tetap terhidrasi.

2. Mengunyah dengan benar

Selalu luangkan waktu untuk mengunyah makanan dengan benar.

Makan terlalu cepat bisa mengganggu pencernaan, sedangkan mengunyah dengan benar bantu melancarkan pencernaan dan tubuh menyerap nutrisi penting dari makanan.

3. Hindari makanan goreng

Meskipun makanan yang digoreng tampak menggoda, cobalah menghindarinya karena dapat menyebabkan kembung, keasaman, dan gas sehingga membuat Anda merasa tidak nyaman.

4. Makan dalam porsi kecil

Setelah berpuasa dalam waktu lama, tubuh Anda mungkin menginginkan lebih banyak makanan.

Namun, makan dalam porsi kecil sangat penting untuk mencegah masalah pencernaan dan memungkinkan perut Anda menyesuaikan diri secara bertahap.

5. Batasi makanan manis

Berhati-hatilah dengan konsumsi makanan manis atau gula berlebihan selama berbuka puasa karena ini dapat menyebabkan lonjakan cepat kadar gula darah.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho