← Beranda
Hindari Memberikan Hadiah-Hadiah Ini Saat Perayaan Imlek! Salah Satunya Sepatu
Jacklyn Uly ManuelaRabu, 29 Januari 2025 | 14.56 WIB
Ilustrasi perempuan yang selalu mendapat apa yang mereka inginkan.(Freepik)

JawaPos.Com -- Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momentum penting bagi yang merayakan untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih dan berbagi kasih sayang. Salah satu bentuk berbagi kasih sayang yang dapat dilakukan adalah berbagi hadiah satu sama lain.

Namun, tahukah anda bahwa dalam kebudayaan China, ada beberapa hadiah yang sebaiknya tidak boleh diberikan karena dipercaya dapat membawa kesialan.

Dilansir dari China Highlight, Selasa (28/1), berikut adalah daftar hadiah yang sebaiknya jangan kamu berikan saat perayaan Imlek.

Kalung

Jangan berikan kalung atau barang menggantung di leher lainnya seperti dasi sebagai hadiah.

Sebab, orang China percaya, jika benda-benda tersebut berhubungan dengan hubungan "intim".

Sehingga, hadiah seperti ini lebih cocok diberikan kepada pasangan kekasih ataupun suami.

Dompet

Dalam kebudayaan China, memberikan dompet berarti kamu memberikan juga keseluruhan uangmu kepada orang lain.

Sehingga, dipercaya dapat menghilangkan rejeki. Terkecuali, jika kamu memberikannya kepada orang-orang yang memang berbagi keuangan kepadamu, seperti keluarga inti.

Sapu Tangan

Dalam kebudayaan China, saputangan biasanya diberikan saat perayaan kedukaan. Sehingga jika kamu memberikan kedukaan, maka kamu secara tidak langsung memberikan ucapan perpisahan kepada seseorang sekaligus memutuskan hubungan.

Boneka

Dalam kebudayaan China, boneka diasosiasikan sebagai wadah dalam bentuk orang kecil. Sehingga, boneka dipercaya dapat mengundang iblis untuk masuk ke dalam objek tersebut.

Payung

Payung dalam Bahasa Mandarin memiliki persamaan kata dengan kata 'putus". Sehingga, memberikan payung kepada orang lain, secara tidak langsung kamu memberikan pesan untuk memutuskan hubungan dengan orang tersebut. Selain itu, payung juga dipercaya akan membuat hubungan menjadi renggang.

Topi

Di China, orang tua yang sudah meninggal, biasanya anak cucunya akan mengenakan topi sebagai bentuk penghormatan. Sehingga, topi menjadi barang tabu untuk diberikan sebagai hadiah dalam kebudayaan China.

Di Kota Handan, Tiongkok, ada kebudayaan melempar topi yang dipercaya dapat membuang sial.

Objek berwarna hitam dan putih

Warna hitam dan putih merupakan warna yang digunakan saat upacara pemakaman. Sehingga, hindari pemakaian warna ini saat perayaan Imlek. Sebaliknya, gunakan warna merah setiap kali perayaan Imlek berlangsung.

Benda tajam

Benda tajam dipercaya dapat membawa sial. Terutama dalam hubungan percintaan. Sebab, memberikan benda tajam, berarti kamu juga secara tidak langsung mengatakan putus hubungan kepada orang lain.

Buah pir

Buah pir dianggap tabu untuk diberikan sebagai hadiah. Sebab, kata 'pir' dalam Bahasa Mandarin memiliki persamaan makna dengan kata 'perpisahan'. Oleh karena itu, hal ini dipercaya akan mendatangkan ketidakberuntungan.

Lilin aromaterapi

Lilin merupakan barang yang selalu ada saat upacara pemakaman. Sehingga, pemberian lilin sebagai hadiah sangat dilarang dalam kebudayaan cinta. Apapun itu bentuk lilinnya, termasuk lilin aromaterapi.

Taburan bunga

Taburan bunga merupakan benda yang selalu ada saat upacara pemakaman. Terutama bunga chrysantemum dan aneka bunga lainnya yang berwarna putih. Jangan berikan hadiah seperti ini karena dipercaya akan membawa nasib buruk dalam budaya Tionghoa.

Cermin

Cermin merupakan benda yang dianggap tabu dalam budaya Tionghoa. Sebab, cermin merupakan benda yang dianggap dapat mengundang iblis. Apalagi, cermin juga merupakan benda mudah pecah.

Sepatu

Sepatu juga merupakan benda yang dihindari untuk diberikan sebagai hadiah. Dalam Bahasa Mandarin, kata 'sepatu' memiliki persamaan dengan kata 'nasib buruk' dan kata 'iblis". Oleh karena itu, jauhi pemberian sepatu jika ingin memberikan hadiah saat Imlek.

Hal-hal berbau angka 4

Dalam kebudayaan China, angka 4 memiliki persamaan dengan kata 'mati". Oleh karena itu, angka 4 dianggap sebagai angka sial dalam budaya China. Sehingga, angka 4 menjadi angka yang selalu dihindari bahkan, saat pembuatan lantai bangunan.

Jam dinding atau jam tangan

Dalam Bahasa Mandarin, kata 'memberikan jam' memiliki persamaan dengan kata 'mengunjungi upacara pemakaman' .
Sehingga, pemberian jam atau jam tangan saat Imlek sering diasosiasikan sebagai pemberian kesialan. Selain itu, memberikan jam juga diartikan sebagai tanda melarikan waktu.

EDITOR: Hanny Suwindari