JawaPos.com - Tahukah kamu apa itu Poverty mindset? Dewasa ini, overty mindset banyak dibahas dalam psikologi dan dinilai sangat membatasi gerak seseorang.
Dilansir JawaPos.com dari symbosity.com, poverty mindset atau pola pikir yang mengarah pada kemiskinan adalah sistem keyakinan yang membatasi seseorang dan membuatnya merasa kekurangan, terlepas dari seberapa banyak hal yang mereka miliki.
Orang yang memiliki mindset ini cenderung menganggap kesuksesan dalam hidup mereka datang dari kegagalan orang lain, dan sebaliknya.
Berikut adalah beberapa poverty mindset yang harus segera dihindari di tahun 2025 ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
-
Membandingkan diri dengan orang lain
Mereka biasanya tidak fokus pada perjalanan hidup mereka sendiri, malah cenderung memperhatikan apa yang dimiliki orang lain.
Sehingga, mereka selalu merasa kurang karena tidak memiliki hal-hal yang dimiliki dan dipamerkan oleh orang lain.
-
Memiliki rasa takut yang kompleks
Orang dengan poverty mindset cenderung khawatir dengan apa yang mungkin bisa terjadi daripada berusaha keras untuk mencegahnya.
-
Tidak fokus pada apa yang dimiliki
Mereka terlalu fokus dan tidak berpuas diri atas apa yang tidak mereka miliki dan hal itu menciptakan rasa putus asa yang terus-menerus
-
Dipenuhi rasa iri
Ketika seseorang menceritakan keberhasilannya, orang dengan mindset ini akan segera merasa iri bahkan kesal.
-
Khawatir dengan pencapaiannya
Fokus mereka yang berlebihan pada pencapaian sesuatu menjauhkannya dari apa yang sudah mereka miliki.
-
Merasa mereka adalah korban
Mereka percaya bahwa mereka adalah korban dunia, bahwa hidup itu tidak adil, dan mereka merasa telah mengalami banyak kemalangan.
-
Cenderung terlalu menghargai hal-hal material
Memiliki hal-hal material bagi mereka adalah lambang kesuksesan dan lebih menghargainya ketimbang kedekatan keluarga atau semacamnya.
-
Fokus pada risiko
Mereka enggan mengambil tindakan atau berusaha karena mereka selalu fokus pada risiko yang mungkin akan terjadi.
-
Cenderung mengejar kesenangan
Mereka juga lebih mementingkan kesenangan sesaat, misalnya membeli barang baru, dibandingkan menabung uangnya untuk jangka panjang.
-
Berpikir kekayaan akan menyelesaikan masalah
Bagian dari pola pikir kemiskinan adalah meyakini bahwa kekayaan adalah kunci dari semua hal baik dalam hidup.
-
Percaya bahwa sumber daya itu langka
Mereka percaya bahwa segala sesuatu terbatas, dan bahwa orang lain yang mendapatkan sesuatu akan merampas kesempatan mereka untuk sejahtera.***