← Beranda
Intip 5 Penyebab Umum Munculnya Jerawat di Leher, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiMinggu, 3 November 2024 | 03.06 WIB
ilustrasi jerawat di leher. /Freepik

JawaPos.com – Seperti yang diketahui, jerawat merupakan kondisi kulit yang dapat muncul di area tubuh mana pun seperti wajah, dada, leher, hingga punggung.

Jerawat berupa benjolan kecil yang muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri.

Khususnya jerawat di leher dapat meradang dan sering kali muncul di area kulit leher.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kerja Sama dengan PT LEN, Hadirkan Seribu Becak Listrik

Nah, jerawat ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dikutip dari Healthshots, Sabtu (2/11), mari simak uraian lengkapnya sebagai berikut.

Pori-pori tersumbat

Minyak berlebih yang diproduksi oleh kulit dapat terkumpul di pori-pori, menciptakan area berminyak yang mendorong pertumbuhan bakteri.

Selain itu, sel-sel kulit mati dapat menumpuk di permukaan kulit dan menyumbat pori-pori, menjebak bakteri dan minyak di dalamnya.

Baca Juga: Polisi Periksa 14 Tersangka Kasus Judi Online yang Libatkan Pegawai Komdigi

Penumpukan ini dapat menyebabkan peradangan dan pembentukan jerawat, yang sering kali muncul sebagai benjolan kecil berwarna merah di leher.

Perubahan hormon

Perubahan hormon dapat berperan penting dalam menyebabkan jerawat di leher. Selama masa pubertas, entah laki-laki maupun perempuan mengalami lonjakan hormon, termasuk testosteron dan estrogen.

Hormon-hormon ini dapat merangsang kelenjar minyak di kulit, yang menyebabkan peningkatan produksi minyak.

Baca Juga: Kisah Redha Taufik, Owner UMKM Sila Tea yang Menembus Pasar Global

Minyak berlebih ini dapat menyumbat pori-pori, menciptakan tempat berkembang biaknya bakteri dan akhirnya mengakibatkan terbentuknya jerawat.

Selain itu, fluktuasi hormon yang terkait dengan menstruasi, stres, atau kondisi medis tertentu bisa menyebabkan munculnya jerawat, termasuk di leher.

Pola makan

Beberapa orang mungkin sensitif terhadap produk olahan susu karena bisa merangsang produksi minyak di kulit, yang berpotensi menyebabkan jerawat.

Baca Juga: Demi Rakyat Indonesia, Prabowo Minta Izin Penuhi Undangan ke Amerika Serikat dan Tiongkok

Ditambah lagi, karbohidrat olahan seperti camilan manis, roti putih, dan pasta juga dapat memengaruhi jerawat.

Makanan ini dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu peningkatan produksi insulin yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi minyak dan menyebabkan jerawat.

Pakaian ketat

Pakaian ketat dapat menyebabkan timbulnya jerawat di leher dengan menciptakan gesekan dan iritasi pada kulit.

Baca Juga: Pjs Sukra Negara Ajak Bersinergi Dorong Pengembangan Wisata Bali Barat

Saat pakaian bergesekan dengan leher, hal itu dapat menyebabkan robekan mikro atau merusak lapisan pelindung kulit.

Selain itu, pakaian ketat dapat memerangkap keringat dan minyak, sehingga menciptakan area lembap yang mendorong pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Bercukur

Bercukur dapat menyebabkan jerawat di leher karena menyebabkan robekan mikro pada kulit.

Saat pisau cukur bersentuhan dengan kulit, alat ini dapat menimbulkan luka kecil atau lecet.

Baca Juga: Menurut Astrologi, Inilah 3 Zodiak Paling Beruntung pada Minggu Depan

Nantinya luka kecil ini dapat menjadi titik masuk bagi bakteri, yang dapat menyebabkan peradangan dan timbulnya jerawat.

Selain itu, mencukur dapat mengiritasi kulit, terutama jika dilakukan terlalu sering atau dengan pisau cukur yang tumpul.

Iritasi ini dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan timbulnya jerawat.

EDITOR: Hanny Suwindari