JawaPos.com - Menjelang hari kemerdekaan, kamu tentu merasakan berbagai kegembiraan perayaan di sekitar.
Mulai dari bendera yang dipasang, sound system yang menyetel lagu kebangsaaan sampai cat warna-warni yang menghiasi.
Semarak kemerdekaan ini selalu muncul tiap tahun dengan semangat nasionalis yang sama.
Seluruh rakyat Indonesia merayakan kemerdekaan yang diraih dari keringat, darah dan airmata dari para pejuang.
Hal yang paling penting dalam perayaan kemerdekaan ini adalah adanya bendera merah putih di sekitar rumah warga.
DIkibarkan sejak tanggal 1 Agustus, bendera ini menghiasi perkampungan dengan warna khas merah dan putih.
Kamu mungkin hanya tahu sekilas mengenai bendera pusaka merah putih yang dikibarkan di sebuah halaman rumah sederhana di hari kemerdekaan. Namun, bendera merah putih juga menyimpan fakta menarik lain.
Dikutip dari Kementerian Sekretariat Negara dan Antara News, berikut ini adalah 4 fakta menarik tentang bendera merah putih yang mungkin kamu belum tahu:
1. Kain Berasal dari Pimpinan Jepang
Fakta pertama yang mungkin kamu belum ketahui adalah kain yang dijahit menjadi bendera merah putih pada tahun 1945 adalah kain pemberian pimpinan Jepang.
Kamu mungkin pernah mendengar desas-desus bahwa bendera merah putih berasal dari spanduk warung sisa yang dijahit. Tidak benar, kain yang digunakan berasal dari pemberian Hitoshi Shimizu.
Hitoshi sendiri adalah Pimpinan Barisan Propaganda Jepang yang menyalurkan bendera tersebut melalui pemuda lokal bernama Chairul Basri.
Kain berbahan katun tersebut diserahkan pada Oktober 1944 dan dijahit menjadi sebuah bendera merah putih. Kain itulah yang digunakan di deklarasi kemerdekaan.
2. Mengalami Tiga Kali Duplikasi
Fakta menarik selanjutnya adalah bendera tersebut nyatanya sudah melalui tiga kali proses duplikasi.
Bendera yang dikibarkan tiap tahun di ibukota tentunya bukan bendera pusaka dari tahun 1945.
Hal ini tentu akibat kerapuhan bendera pusaka asli yang sudah melalui beberapa waktu. Duplikasi bendera pusaka inipun tidak bisa sembarangan.
Ada Tim Pembuat Duplikat Bendera Pusaka di Jakarta yang dibentuk demi menduplikasi bendera pusaka tersebut. Proses duplikasi secara hati-hati dilakukan dengan melihat berbagai aspek.
Mulai dari bahan, warna dan proses yang memenuhi syarat tertentu. Duplikasi ini berlangsung pada tahun 1969, 1984, dan 2015.
3. Makna Warna Merah dan Putih
Kamu mungkin tahu bahwa warna merah dan putih punya makna tersendiri sebagai warna bendera negara.
Warna merah digunakan dengan arti keberanian dan warna putih yang berarti kesucian. Dibalik kedua makna tersebut, tersimpan makna lain yang tidak kalah penting.
Warna-warna tersebut menyimpan nilai sejarah dan budaya masyarakat Indonesia. Warna merah yang berasal dari gula merah dna warna putih dari nasi putih melambankan makanan pokok masyarakat Indonesia.
Warna merah dan putih juga terinspirasi dari penggunaan warna tersebut di bendera Kerajaan Majapahit dan Bone Sulawesi. Warna-warna tersebut digunakan di bendera kebesaran kerajaan sampai bendera yang dipasang di pedang.
4. Pernah Dipisah Jadi Dua Bagian
Bukan disobek, bendera pusaka pernah dipisahkan menjadi dua bagian karena alasan tertentu.
Pada tahun 1946, bendera tersebut hendak dibawa mengungsi di tangan ajudan terpercaya Soekarno.
Ajudan yang bernama Husein Mutahar itu kemudian memisahkan bendera tersebut jadi dua bagian agar tidak terlihat seperti bendera. Kedua bagian tersebut disimpan di dua koper yang berbeda.
Meski sudah ada deklarasi merdeka pada 1945, namun para pendiri negara masih harus memperjuangkan kemerdekaan tersebut. Tindakan pemisahan ini dilakukan agar bendera tersebut tidak disita oleh Belanda.
Pada 1949, bendera tersebut pada akhirnya dijahit kembali menjadi satu bagian. Bendera tersebut dibungkus dan dikirimkan pada Presiden Soekarno.
Keempat poin diatas merupakan beberapa fakta menarik dari bendera merah putih yang mungkin kamu belum tahu.
Menjelang hari kemerdekaan, tidak ada salahnya untuk mengenal bangsa dan pusaka yang dimiliki negara demi menambah kecintaan.