← Beranda
Sebaiknya Dibatasi, 6 Makanan Ini Berpotensi Menimbulkan Jerawat, Apa Saja?
Tania Sani Achmad AminKamis, 18 Juli 2024 | 19.00 WIB
Ilustrasi: Berjerawat./Anna Nekrashevich dari Pexels

JawaPos.com – Jerawat merupakan kondisi kulit yang umum dialami oleh remaja atau orang dewasa muda.

Penyebab munculnya jerawat pun beragam, bisa karena hormon, faktor genetik, penggunaan kosmetik, hingga gaya hidup, terutama dalam pola makan.


Hubungan antara pola makan dengan jerawat masih menjadi kontroversi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan mempunyai peran penting dalam perkembangan jerawat.

Dengan demikian, melansir dari Healthline, Kamis (18/7), berikut adalah 6 makanan yang dapat menjadi penyebab munculnya jerawat.

1. Karbohidrat olahan

Orang yang berjerawat cenderung mengonsumsi lebih banyak karbohidrat olahan dibandingkan orang yang memiliki sedikit atau tidak berjerawat.

Makanan karbohidrat olahan meliputi roti, sereal, atau dessert yang dibuat dengan tepung putih, pasta yang dibuat dengan tepung putih, nasi putih, soda, serta pemanis seperti gula tebu, sirup maple, atau madu.

Sebuah penelitian pada tahun 2020 menemukan bahwa seringnya konsumsi makanan tinggi gula atau lemak dikaitkan dengan kemungkinan 54% lebih tinggi terkena jerawat, sementara minuman manis dikaitkan dengan kemungkinan 18% lebih tinggi.

Peningkatan risiko ini mungkin disebabkan oleh efek karbohidrat olahan terhadap kadar gula darah dan insulin.

Karbohidrat olahan diserap dengan cepat ke dalam aliran darah, yang dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Ketika gula darah meningkat, kadar insulin juga meningkat untuk membantu memindahkan gula darah keluar dari aliran darah dan masuk ke dalam sel Anda.

Namun, tingginya kadar insulin dapat dikaitkan dengan beberapa dampak negatif, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan jerawat.

2. Produk susu

Banyak penelitian menemukan hubungan antara produk susu dan tingkat keparahan jerawat pada remaja.

Dua penelitian pada tahun 2012 dan 2017 juga menemukan bahwa orang dewasa muda yang rutin mengonsumsi susu atau es krim empat kali lebih mungkin mengalami jerawat.

Namun, penelitian yang dilakukan sejauh ini belum berkualitas. Penelitian hingga saat ini berfokus terutama pada remaja dan dewasa muda dan hanya menunjukkan korelasi antara susu dan jerawat, bukan hubungan sebab akibat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk susu dapat meningkatkan kadar insulin, yang dapat memperburuk keparahan jerawat. Namun, penelitian lain menunjukkan hasil yang beragam.

Susu sapi juga mengandung asam amino yang merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak IGF-1, yang dikaitkan dengan perkembangan jerawat.

3. Makanan cepat saji

Jerawat sangat terkait dengan pola makan ala Barat yang kaya kalori, lemak, dan karbohidrat olahan.

Makanan cepat saji, seperti burger, nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake dapat meningkatkan risiko jerawat.

Sebuah penelitian pada tahun 2010 terhadap lebih dari 5.000 remaja dan dewasa muda Tiongkok menemukan bahwa diet tinggi lemak dikaitkan dengan 43% peningkatan risiko timbulnya jerawat, dan mengonsumsi gorengan secara teratur meningkatkan risiko sebesar 17%.

Penelitian lain pada tahun 2012 yang dilakukan pada 2.300 pria Turki menemukan bahwa sering makan burger atau sosis dikaitkan dengan 24% peningkatan risiko timbulnya jerawat.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa hal tersebut dapat memengaruhi ekspresi gen dan mengubah kadar hormon sehingga mendorong timbulnya jerawat.

4. Cokelat

Baca Juga: Satu Lagi Nama Mengejutkan Masuk Radar Menggantikan Gareth Southgate

Sebuah penelitian pada tahun 2016 menemukan bahwa pria rentan berjerawat yang mengonsumsi 25 gram cokelat hitam 99 persen setiap hari mengalami peningkatan jumlah lesi jerawat hanya dalam waktu 2 minggu.

Studi lain pada tahun 2014 menemukan bahwa laki-laki yang diberi kapsul 100 persen bubuk kakao setiap hari memiliki lebih banyak lesi jerawat secara signifikan setelah 1 minggu dibandingkan dengan mereka yang diberi plasebo.

Sebuah penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa makan cokelat menyebabkan pengelupasan kulit pada lapisan terluar kulit dan meningkatkan kolonisasi bakteri yang dapat menyebabkan jerawat.

5. Whey protein

Whey protein adalah suplemen makanan yang populer, yang kaya asam amino leusin dan glutamin.

Menurut beberapa penelitian terdahulu, asam amino ini membuat sel-sel kulit tumbuh dan membelah lebih cepat, yang mungkin berkontribusi pada pembentukan jerawat.

Asam amino dalam whey protein juga dapat merangsang tubuh untuk memproduksi insulin dan IGF-1 dalam jumlah lebih tinggi, yang telah dikaitkan dengan perkembangan jerawat.

Beberapa studi kasus lama telah melaporkan adanya hubungan antara konsumsi whey protein dan jerawat pada atlet pria.

Lalu, sebuah penelitian pada tahun 2013 menemukan korelasi langsung antara tingkat keparahan jerawat dan jumlah hari penggunaan suplemen whey protein.

6. Makanan yang sensitif terhadap Anda

Salah satu cara makanan berkontribusi terhadap peradangan adalah melalui kepekaan terhadap makanan, yang juga dikenal sebagai reaksi hipersensitivitas.

Sensitivitas terhadap makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru mengidentifikasi makanan sebagai ancaman dan melancarkan serangan kekebalan terhadap makanan tersebut.

Hal ini menyebabkan tingginya kadar molekul pro-inflamasi yang bersirkulasi ke seluruh tubuh, yang secara teori dapat memperburuk jerawat.

Namun, meskipun tampaknya ada hubungan antara peradangan dan jerawat, belum ada penelitian yang secara langsung menyelidiki peran spesifik dari kepekaan terhadap makanan dalam perkembangannya.

EDITOR: Hanny Suwindari