JawaPos.com – Ada perbedaan yang tipis antara menghindari masalah dan hidup dalam penyangkalan. Kuncinya terletak pada perilaku yang ditunjukkan orang.
Orang yang menyangkal masalah cenderung menyadari akan masalahnya namun tidak mengakui jika sumber masalah atau penyebab ada kaitannya dengan dirinya.
Bahkan mereka bisa berpura-pura seolah-olah tidak ada masalah yang menimpanya.
Sekalipun mengakui masalah namun mereka cenderung menyalahkan orang lain daripada intropeksi diri sendiri.
Lantas apa saja perilaku yang lebih suka menyangkal masalah daripada menghadapinya?
Dilansir dari laman Idea Pod, Senin (8/7), berikut beberapa perilaku orang yang lebih suka menyangkal masalah diantaranya :
1. Mereka mengalihkan kesalahan
Kita semua pernah bertemu orang-orang yang tampaknya tidak pernah bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Mereka adalah orang-orang yang ketika menghadapi suatu masalah selalu mencari-cari orang lain atau lain-lain untuk disalahkan.
Pada dasarnya pengalihan adalah jalan keluar yang mudah untuk menghilangkan kebutuhan akan refleksi diri dan melindungi seseorang dari segala celaan atau kritikan.
Namun, mengalihkan kesalahan ini bukanlah solusi jangka panjang. Justru ini hanya akan memperpanjang masalah dan mencegah pertumbuhan pribadi.
2. Mereka menghindari percakapan yang sulit
Perilaku lain orang yang suka menyangkal masalah adalah menghindari percakapan yang sulit.
Baik itu tentang persahabatan yang memburuk atau masalah di tempat kerja.
Tampaknya memang lebih mudah untuk mengabaikan masalah atau berharap masalah itu hilang dengan sendirinya tetapi kenyataannya yang terjadi hanyalah menunda hal buruk yang terjadi.
3. Mereka hidup dalam kesibukan yang terus-menerus
Menyibukkan diri secara terus-menerus dapat mengalihkan perhatian dari menghadapi masalah.
Dengan mengisi waktu mereka dengan tugas dan komitmen yang tak ada habisnya maka individu bisa menghindari untuk menghadapi masalah mereka.
Menariknya, penelitian menemukan bahwa individu yang menunjukkan perilaku penyangkalan sering melaporkan tingkat stres dan kelelahan lebih tinggi.
4. Mereka memiliki pandangan pesimis
Perilaku lain yang ditunjukkan oleh orang yang selalu menyangkal masalahnya adalah memiliki pandangan pesimis.
Pesimisme ini sering kali menjadi mekanisme pertahanan bagi mereka yang mengingkari kenyataan.
Dengan mengharapkan yang terburuk, mereka akan melindungi diri mereka dari kekecewaan atau rasa takut gagal.
Mereka cenderung memandang masalah mereka sebagai sesuatu yang tidak dapat diatasi dan mengabaikan masukan membangun.
5. Mereka berjuang dengan harga diri
Orang yang terbiasa menyangkal masalah biasanya tidak mampu menghadapi masalah mereka atau takut bahwa melakukan hal itu akan mengungkap kekurangan mereka.
Bahkan mereka merasa tidak pantas memperoleh kebahagiaan atau kesuksesan sehingga lebih memilih menghindari mengatasi masalah yang dapat membawa perubahan positif dalam hidup mereka.
6. Mereka menolak perubahan
Orang yang lebih suka menyangkal masalah biasanya cenderung menolak perubahan. Penolakan ini merupakan sifat umum di antara mereka yang lebih memilih penyangkalan daripada menghadapi masalahnya.
Padahal perubahan sebenarnya bisa mendorong pertumbuhan dan peluang baru untuk menjadi pribadi lebih baik.
Justru dengan menolaknya hanya akan membuat kita terjebak dalam pola lama dan menghambat kemajuan.