JawaPos.com - Kesetiaan merupakan komitmen yang perlu dipertahankan dalam menjalani sebuah hubungan.
Sementara perselingkuhan merupakan tantangan untuk menguji komitmen tersebut bersama pasangan.
Terkadang perselingkuhan berlangsung dengan singkat dan cepat berlalu. Ada juga kasus perselingkuhan yang bertahan selama bertahun-tahun.
Hal tersebut biasanya terjadi karena telah melibatkan perasaan emosional dan fisik kepada seseorang selain pasangan.
Perselingkuhan yang terjadi dalam jangka waktu yang lama ditandai dengan hubungan yang mendalam selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa seseorang mempunyai hubungan perselingkuhan jangka panjang. Dilansir Marriage pada Senin (1/7) sebagai berikut:
1. Hubungan emosional
Alasan utama mengapa perselingkuhan bisa terjadi dengan jangka waktu yang lama karena adanya hubungan emosional.
Jika sudah melibatkan hubungan tersebut, perselingkuhan tersebut akan sulit untuk diakhiri.
2. Kurangnya kepuasan
Dalam menjalin sebuah hubungan harus terjalin ikatan emosional dan juga kepuasan fisik. Jika pasanganmu mendapatkan hal tersebut dengan orang lain, perselingkuhan menjadi hal yang sulit untuk dihindari.
Baca Juga: Akan Muncul 3 Sampai 21 Hari, Berikut Gejala Tetanus yang Perlu Diketahui
3. Melarikan diri dari masalah
Jika dengan pasanganmu mempunyai masalah yang tidak terselesaikan, perselingkuhan menjadi alasan untuk melarikan diri dari hal tersebut.
Mereka yang menjalani hubungan tersebut dalam waktu yang lama, sebenarnya ingin keluar dari masalah dengan pasangannya walaupun hanya sebentar.
4. Persahabatan
Memiliki ikatan emosional juga bisa didapatkan dari hubungan persahabatan. Perselingkuhan jangka panjang juga bisa terjadi karena hal tersebut.
Pasangan yang tidak memiliki keintiman dalam hal emosional, bisa saja mengalami hal seperti ini.
5. Takut akan konsekuensi
Beberapa orang tidak bisa keluar dari hubungan perselingkuhan dalam waktu yang lama karena khawatir pada konsekuensi yang diakibatkan.
Mereka yang berada dalam hubungan tersebut akan berusaha bertahan untuk melindungi pasangan utamanya.
6. Tidak percaya dengan monogami
Ada beberapa orang yang tidak percaya dengan konsep monogami yang dianggap membatasi.
Mereka merasa bahwa satu orang tidak dapat memenuhi kebutuhan fisik dan emosionalnya. Oleh karena itu, mereka mencari hal tersebut dengan orang lain.
Bagi orang yang tidak percaya pada monogami, mereka juga tidak berhenti mencintai orang yang mereka nikahi.
Mereka percaya bahwa perasaan cinta tidak hanya dibatasi oleh ikatan pernikahan.
7. Perselingkuhan membuat ketagihan
Bagi beberapa orang, mereka menginginkan sensasi dalam melanggar aturan. Berselingkuh merupakan cara untuk mendapatkan hal tersebut.
Dengan alasan mengisi kekosongan dan membuat hidup lebih tertantang, mereka terlibat dalam perselingkuhan jangka panjang.
Bagaimanapun juga perselingkuhan jangka panjang sangat merugikan untuk individu, pasangan bahkan keluarga jika sudah mempunyai.
Perselingkuhan berdampak bagi keluarga dan yang terbebani adalah anak-anak akan menderita jika orang tuanya bercerai.
Sementara itu, hubungan dengan pasangan akan mengikis kepercayaan dan komunikasi.
Bagi individu yang melakukan perselingkuhan, mereka juga diselimuti rasa bersalah dan rasa mengkhianati pasangannya.
Dilansir Marriage pada Senin (1/7), cara yang paling utama untuk mengakhiri hubungan perselingkuhan yang bertahan lama adalah dengan berkata jujur dengan pasangan selingkuhan untuk mengakhiri hubungan.
Selain itu, memutuskan semua kontak pasangan selingkuh dan memblokirnya bisa menjadi pilihan yang baik.
Mencari bantuan dari teman-teman terdekat atau ke terapis untuk mengatasi rasa emosional yang mungkin terjadi.
Melakukan terapi bersama pasangan utama dan kembali membangun kepercayaan juga perlu dilakukan. Komitmen, refleksi diri dan tekad perlu dimiliki untuk mengakhiri sebuah hubungan perselingkuhan jangka panjang.