JawaPos.com - Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan anak-anak kita menghadapi masa dewasa.
Kita ingin menambahkan sebanyak mungkin alat ke dalam peralatan mereka agar mereka siap secara fisik, mental, intelektual, spiritual, dan emosional.
Salah satu aspek penting dari perkembangan ini adalah kecerdasan emosional (EQ). Namun, bagaimana kita bisa membesarkan anak-anak dengan kecerdasan emosional? Alat apa yang bisa kita gunakan dan kapan mereka bermanfaat?
Orang dewasa menunjukkan kecerdasan emosional ketika mereka berempati, peka terhadap petunjuk nonverbal tentang perasaan orang lain, menolak bereaksi terhadap penghinaan, dan bisa mendiskusikan topik yang sangat sensitif dengan pemahaman yang tenang tentang gambaran besar.
Keterampilan EQ ini adalah aset berharga untuk setiap hubungan interpersonal, baik di tempat kerja maupun kehidupan rumah tangga.
Sementara orang dewasa dapat menilai diri mereka sendiri dengan mengikuti tes kecerdasan emosional, anak-anak mendekati kecerdasan emosional mereka dengan langkah-langkah kecil seiring dengan pertumbuhan fisik mereka.
Emosi bagi anak-anak adalah kenyataan sehari-hari yang bisa menakutkan dan terasa tidak terkendali. Anak-anak sering kali merasa terbatas dalam cara untuk menghilangkan ketegangan yang mereka ciptakan.
Seperti dalam semua hal yang layak dipelajari, mengatasi emosi membutuhkan latihan, latihan, dan latihan.
Melansir Truity, berikut adalah lima langkah penting untuk membantu anak-anak kita mengembangkan kecerdasan emosional:
1. Belajar Kesadaran Diri
Salah satu alat pertama yang bisa Anda berikan kepada anak Anda adalah kosakata untuk menggambarkan apa yang dia rasakan. Belajar mengenali dan mengidentifikasi emosi membantu mengurangi efeknya.
Tunjukkan apa yang sedang terjadi secara verbal hingga anak Anda bisa melakukannya juga. Menamai emosi yang menakutkan (bagi anak) dapat mengurangi kekuatannya.
Ketika emosi yang kuat terpicu, disarankan bagi anak dan orang tua untuk mengambil waktu sejenak dan bernapas dalam-dalam bersama. Hal ini membantu menurunkan emosi menjadi sesuatu yang dapat dikelola dan diamati.
2. Belajar Bagaimana Menyadari Orang Lain
Membantu anak Anda menjadi sadar tentang perasaan orang lain hanya bisa dicapai pada tahap perkembangan yang sesuai.
Seiring otak anak tumbuh, mereka mulai memperhatikan petunjuk nonverbal seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau nada suara.
Ajarkan anak Anda untuk bertanya jika mereka ingin memahami perasaan orang lain dengan lebih baik.
Bertanya dengan tujuan untuk memahami akan menjauhkan asumsi dan menyelamatkan banyak persahabatan masa kecil mereka.
3. Belajar Kontrol Emosional
Anak-anak harus belajar mengendalikan tubuh fisik mereka sebelum bisa mengendalikan reaksi emosional mereka. Besarkan anak-anak Anda untuk mengetahui perbedaan antara kata “bereaksi” dan “merespons.”
Bereaksi itu cepat dan tidak dipikirkan, sementara merespons itu lambat dan penuh pertimbangan.
Mengetahui bahwa mereka memiliki pilihan adalah kunci untuk latihan ini. Anak-anak harus tahu bahwa mereka bisa mengendalikan diri mereka sendiri, bukan situasi di sekitar mereka.
4. Belajar Empati
Setelah seorang anak bisa menamai, mengatur, dan mengamati emosi pada orang lain, mereka bisa memahami dan bekerja dengan empati.
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu merasakan penderitaan orang lain dan merespons dengan mencoba membantu mereka merasa lebih baik.
Membaca bacaan fiksi bersama adalah cara yang baik untuk memperkenalkan anak pada pengalaman emosional orang lain.
Hewan peliharaan juga bisa menjadi alat yang baik, karena anak-anak cepat terlibat secara emosional dengan hewan peliharaan mereka dan belajar bagaimana menjadi orang dewasa yang peduli.
5. Belajar Bagaimana Kesejahteraan Mempengaruhi EQ
Anak-anak yang merasa baik tentang diri mereka akan pulih lebih cepat ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana dan lebih tangguh menghadapi badai emosional yang tak terduga.
Berlatih empati untuk diri mereka sendiri sangat penting untuk kesejahteraan mereka. Ingatkan anak Anda bahwa mereka selalu memiliki pilihan dalam bagaimana mereka merespons emosi mereka.
Intinya, dengan menumbuhkan kesadaran diri pada anak, mengajarkan mereka untuk menyadari orang lain, membimbing mereka dalam kontrol emosional, dan mengembangkan empati, kita bisa membantu anak-anak kita menumbuhkan kecerdasan emosional.
Pada akhirnya, kita bisa membesarkan anak-anak yang cerdas secara emosional yang siap untuk berkembang dalam dunia yang kompleks saat dewasa.