← Beranda
Orang yang Suka Ghosting dalam Hubungan Romantis Cenderung Memiliki 9 Ciri Kepribadian Ini dalam Dirinya
Ajilan Fauza FathayanieSelasa, 14 Mei 2024 | 20.23 WIB
Ilustrasi orang yang dighosting dalam hubungan romantis./freepik

JawaPos.com - Ghosting dalam hubungan romantis dapat terjadi ketika seseorang tiba-tiba dan tanpa penjelasan menghentikan semua komunikasi dengan pasangan mereka.

Ini berarti bahwa mereka meninggalkan pasangan tanpa penjelasan atau penutupan, sehingga membuat seseorang merasa kebingungan, terluka, dan sering kali merasa ditolak secara emosional.

Orang yang cenderung melakukan ghosting dalam hubungan romantis sering kali menunjukkan pola perilaku tertentu yang mencerminkan ciri kepribadian mereka yang kompleks.

Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (14/5), terdapat 9 ciri kepribadian orang yang suka ghosting dalam hubungan romantis.

1. Tidak berani mengungkap kejujuran

Orang yang menghilang saat menjalin hubungan cenderung tidak berani jujur. Mereka tidak memiliki keberanian untuk menghadapi kenyataan atau mengkomunikasikan perasaan mereka dengan jujur kepada pasangan mereka.

Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pola perilaku yang menghindari tanggung jawab dan konfrontasi, dimana ini dapat menimbulkan keraguan dalam menjalin hubungan dengan orang seperti itu.

2. Tidak tahu apa yang diinginkannya

Orang yang tiba-tiba menghilang dalam hubungan cenderung tidak tahu apa yang mereka inginkan.

Mereka memiliki kecenderungan untuk bertindak impulsif dan tidak memiliki kejelasan tentang apa yang mereka cari dalam hubungan atau dalam hidup secara umum.

Ini bukam berarti bahwa mereka cenderung memiliki perilaku yang buruk, tetapi karena ia cenderung tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ia inginkan, dkqana adanya ketidakjelasan dan kebingungan dalam arah hidupnya.

Berada dalam hubungan dengan seseorang yang tidak tahu apa yang mereka inginkan dapat menjadi melelahkan dan tidak menjamin perasaan keamanan, karena mereka cenderung selalu mencari-cari sesuatu yang lebih baik dan tidak pernah puas dengan keadaan saat ini.

3. Selalu ingin menyenangkan orang lain

Pada awalnya, mereka cenderung menunjukkan minat pada pasangan mereka dan bahkan mengajak pasangan mereka untuk kencan karena mereka ingin membuat pasangan mereka bahagia.

Namun, ketika saat kencan semakin dekat, mereka merasa ragu dan akhirnya menghilang karena menyadari bahwa mereka hanya melakukannya untuk menyenangkan pasangan mereka, bukan karena mereka sungguh-sungguh tertarik atau berkomitmen.

4. Egois dan mementingkan diri sendiri

Mereka cenderung hanya peduli dengan kepentingan dan keinginan mereka sendiri, tanpa memperhitungkan perasaan atau kebutuhan pasangan mereka.

Dalam konteks kencan, mereka mengajak orang berkencan hanya untuk memuaskan diri mereka sendiri, tanpa memperhitungkan perasaan atau harapan pasangan mereka.

Mereka memilih siapa yang ingin mereka pacari berdasarkan keinginan dan kepentingan pribadi mereka, tanpa memperhitungkan perasaan orang lain.

5. Sifat ragu-ragu

Dalam hal ini, mereka cenderung tidak bisa membuat keputusan atau berkomitmen pada pilihan yang mereka buat. Mereka juga cenderung tidak konsisten dalam preferensi atau keputusan mereka.

Bagi orang yang bisa mentolerir sifat ragu-ragu ini, mungkin tidak menjadi masalah besar. Namun, bagi yang merasa kesulitan menghadapinya, menghilangnya mereka dari hubungan merupakan hal yang lebih baik bagi Anda.

6. Tidak ingin dianggap jahat oleh orang lain

Baca Juga: Enak Pol! Ini Dia 3 Toko Kue di Jogja yang Wajib Banget Dikunjungi

Mereka mungkin menyadari bahwa mereka tidak tertarik sejak awal, tetapi mereka menunda untuk memberi tahu pasangan mereka agar tidak terlihat sebagai orang yang buruk atau jahat.

Mereka berharap agar pasangan mereka yang membatalkan kencan tersebut, sehingga mereka tetap dianggap sebagai orang yang baik dalam pikiran pasangan tersebut.

Namun, upaya mereka untuk mempertahankan citra positif ini malah membuat mereka terlihat sebagai orang yang tidak jujur dan menghindari konfrontasi.

7. Ingin selalu dimengerti

Orang yang tiba-tiba menghilang dalam hubungan cenderung selalu mengharapkan orang lain untuk selalu memahami mereka.

Mereka merasa bahwa tindakan mereka tidak terlalu penting, sehingga mereka merasa berhak untuk menghilang tanpa penjelasan yang jelas.

Mereka cenderung meremehkan dampak negatif dari perilaku mereka dan berpikir bahwa mereka seharusnya dimaafkan tanpa alasan yang kuat.

Mereka biasanya kurang empati terhadap perasaan orang lain karena fokus utama mereka adalah diri mereka sendiri.

8. Sulit untuk mengatakan "tidak"

Orang yang tiba-tiba menghilang dalam hubungan cenderung kesulitan untuk mengatakan "tidak". Mereka merasa sulit menolak karena ingin menyenangkan orang lain atau karena takut akan konflik atau pertentangan.

Mereka cenderung mengatakan "ya" meskipun sebenarnya mereka tidak benar-benar tertarik, hanya karena mereka tidak ingin mengecewakan atau menolak pasangan mereka.

Kemampuan untuk mengungkapkan penolakan dengan jelas dan tegas sangatlah penting dalam hubungan, dan ketidakmampuan untuk melakukannya dapat menyulitkan komunikasi dan kejelasan dalam hubungan.

Baca Juga: Kembali Tunjukkan Aktingnya, Cha Hak Yeon Mungkin akan Membintangi Drama Baru Bersama Jung Kyung Ho dan Seol In Ah!

9. Tidak memiliki integritas

Orang yang tiba-tiba menghilang dalam hubungan cenderung tidak memiliki integritas. Mereka tidak menunjukkan kejujuran, tidak menghargai komitmen, dan sulit untuk diandalkan.

Orang-orang yang memiliki integritas akan bertanggung jawab dan tidak akan pernah meninggalkan seseorang tanpa penjelasan.

EDITOR: Hanny Suwindari