← Beranda
13 Kesalahan yang Dilakukan Seseorang di Umur 20, Jangan Sampai Terjadi pada Dirimu
Mohammad Maulana IqbalJumat, 19 April 2024 | 18.30 WIB
Kesalahan yang dilakukan di usia 20 tahun./ Pexels/ Liza Summer

JawaPos.com – Tidak ada fase hidup yang sama menggairahkan dan penuh tantangan seperti di umur 20-an.

Ini adalah periode di mana kita mulai menemukan diri sendiri, mengambil keputusan penting tentang pendidikan, karier, hubungan, atau lainnya.

Namun, di tengah euforia dan eksplorasi tersebut, seringkali kita tidak menyadari kesalahan-kesalahan yang mungkin kita lakukan di umur 20-an.

Kesalahan di umur 20-an mungkin tidak terlihat besar pada awalnya, namun dapat memiliki dampak yang besar di masa depan.

Dilansir dari businessinsider.com dan inc.com pada Jumat (19/4), terdapat beberapa kesalahaan yang sering orang lakukan di umur 20-an.

1. Menganggap bakat dan gelar sudah cukup untuk sukses

Bakat dan pendidikan yang ditempuh seseorang mungkin penting dan baik untuk dimiliki seseorang.

Namun, jika hanya mengandalkan dua hal tersebut untuk mencapai kesuksesan, kedua hal tersebut tidaklah cukup.

Hidup bukanlah ruang kelas akademik yang menilai pendidikan dan bakatmu. Hidup lebih kompleks dari itu. Jika ingin masa 20-an mu dapat meraih kesuksesan, kamu harus lebih dari dua hal tersebut.

Kamu perlu memiliki keterampilan sosial, mekanisme bekerja dengan orang lain secara baik, mampu menavigasi politik, mengetahui sosok yang bisa dimintai pendapat, koneksivitas, dan lain sebagainya.

2. Tidak menabung

Sebuah survei dari Bankrate yang menyasar 1.003 orang menemukan bahwa 69% mereka yang berusia 18-29 tahun tidak memiliki tabungan pensiun sama sekali.

Mungkin masa pensiun kamu masih jauh, bahkan terlampau belum di depan mata. Namun, kamu akan sangat rugi jika kamu tak menyadari betapa pentingnya menabung sejak dini.

3. Menyamakan kebahagiaan sama dengan uang

Seringkali dari kita memiliki pola pikir bahwa kita akan bahagia ketika banyak uang, begitupun sebaliknya tidak akan bahagia jika tak ada uang.

Mungkin gaji besar bisa jadi salah satu kebahagiaan, namun ingat kebahagian tidak hanya tentang uang. Kamu mengejar gaji mati-matian, tapi kamu lupa dengan hasrat dirimu, kamu lupa akan kesehatanmu, dan lain sebagainya.

4. Mengabaikan kesehatan

Umur 20-an adalah fase yang penuh huru hara, tak sedikit dari kita melakukan kesenangan tanpa memikirkan kesehatan.

Minum alkohol, konsumsi makanan tidak sehat atau merokok dengan begitu hebat tanpa memikir masa depan.

Sesaat mungkin menyenangkan di awal, namun ingat masa tua mu akan hadir begitu mengerikan. Oleh karenanya, menjaga kesehatan tidak menunggu usia senja, tapi sejak remaja bahkan masih muda harus tetap dijaga.

5. Menyerah dalam keadaan sulit

Umur 20-an adalam fase penuh tantangan. Di saat itu mungkin kamu diputuskan oleh pasangan, dipecat dari pekerjaan, bahkan usahamu bisa saja bangkrut.

Hal itu wajar, namun akan menjadi kesalahan terbesar ketika kamu menyerah dari kegagalan itu.

Baca Juga: Intip 8 Kebiasaan Produktif yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Pukul 9 Pagi, Segera Terapkan Kebiasaan Ini!

Dari pada kamu menyerah atau menurunkan standar karir kamu, lebih baik kamu belajar dari kegagalan tersebut untuk terus belajar dan meningkatkan diri.

6. Suka menunda-nunda

Penyakit yang sering ditemui kawula muda adalah sering menunda-nunda dalam segala aktivitasnya.

Mungkin kamu akan berpikir bisa mengesampingkan cita-cita dan bisa mengerjakannya di lain waktu.

Namun, ketika roda kehidupan terus berjalan, ketika semuanya sudah berkembang, kamu justru berhenti berjalan dan mungkin sudah terlambat untuk berkembang.

7. Menganggap persahabatan di kampus bertahan lama

Kesalahan dalam menganggap persahabatan di masa kuliah sebagai yang akan bertahan seumur hidup adalah hal sering terjadi di usia 20-an.

Namun, kenyataannya, tidak semua hubungan tersebut akan tetap kokoh hingga usia 40 tahun. Oleh karenanya, penting untuk bijak dalam menilai dan merawat hubungan yang benar-benar berarti dalam hidup.

8. Menganggap migrasi ke tempat baru adalah solusi

Pindah ke tempat baru seringkali dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah, namun hal tersebut tidak selalu memberikan pemecahan secara instan.

Meskipun bepergian dan tinggal di tempat baru dapat memperkaya pengalaman budaya, perubahan lokasi tidak secara otomatis membawa pemahaman mendalam atau arah hidup yang jelas.

Penting untuk menyadari bahwa penemuan makna dan arah kehidupan memerlukan proses yang lebih dalam dan tidak hanya ditentukan oleh lokasi fisik.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Paling Damai Dalam Hubungan Cinta, Urutan Terakhir Cocok Dijadikan Sebagai Pasangan Hidup

9. Berpandangan hitam putih

Banyak orang di umur 20-an cenderung melihat dunia dalam kerangka hitam-putih. Misalnya, merasa harus memilih antara jalur karir yang memenuhi kebutuhan pribadi atau yang berkontribusi pada kesejahteraan sosial.

Mereka tidak menyadari bahwa kedua hal itu bisa saling mendukung. Pdahal kepentingan pribadi tidak selalu bertentangan dengan kepentingan secara sosial.

10. Mengira diri sendiri paling menderita

Seseorang di umur 20-an acap kali agak mendramatisir hidupnya. Mereka seolah-olah menganggap penderitaannya adalah siksaan paling mengerikan yang tak pernah dialami orang lain.

Padahal semua orang juga mengalami fase yang serupa. Oleh karenanya, dari pada mendramatisir hidup, lebih baik belajar dari pengalaman pahit itu untuk melaju ke depan.

11. Mencari validasi di media sosial

Media sosial adalah kehidupan masa muda hari ini. Namn, pencarian validasi di media sosial bisa menghalangi kemampuan seseorang untuk menikmati momen yang sebenarnya.

Lebih penting untuk memprioritaskan kebahagiaan sejati dengan membangun harga diri dan kepercayaan diri yang otentik daripada hanya mencari validasi dari orang lain secara virtual.

12. Berpikir menjadi terbaik dalam satu hal

Tak peduli sehebat apapun kamu dalam satu hal, karena pasti ada yang lebih hebat lagi dari pada dirimu. Saat ini, kesuksesan didorong oleh keahlian dalam beberapa bidang dan kemampuan untuk menggabungkannya.

Kemajuan terletak pada menciptakan sesuatu yang unik yang menggabungkan beberapa bakat, bukan hanya menjadi ahli dalam satu area tertentu.

13. Menyalahkan orang lain atas keadaan yang dialami

Menyalahkan orang lain atas keadaan hidup kita hanya akan membuat kita terjebak dalam lingkaran negatif.

Baca Juga: Cara Meminta Maaf Lebih Efektif dengan Mengenali Konsep Empat Jenis Apology Languages atau Bahasa Permintaan MaafKita harus mengambil tanggung jawab penuh atas kehidupan kita sendiri dan menjadi penulis dari jalan hidup sendiri.

Hanya dengan mengakui dan menerima tanggung jawab atas keputusan kita, kita dapat mengambil kendali atas hidup kita dan mengarahkannya ke arah yang diinginkan.

EDITOR: Hanny Suwindari