JawaPos.com - LinkedIn merupakan platform online yang menghubungkan jaringan profesional dari seluruh dunia.
LinkedIn dapat digunakan untuk menemukan lowongan kerja dan memperkuat jaringan profesional untuk kesuksesan karir.
Salah satu cara agar akun LinkedIn menarik dan membuat orang lain melirik adalah menggunakan personal branding.
Baca Juga: Sebelum Spotify, Amazon dan LinkedIn Lebih Dulu PHK Karyawan secara Massal
Personal branding merupakan proses untuk membangun reputasi sehingga orang lain mempunyai persepsi sesuai yang direncanakan.
Reputasi yang baik akan membantu seseorang terlihat menonjol dan membuka peluang kerja yang luas.
Dilansir dari laman umn.ac.id pada Rabu (6/12), berikut ini cara membangun personal branding di LinkedIn.
Baca Juga: LinkedIn Kembali PHK Hampir 688 Karyawannya Karena Pendapatan Menurun
1. Lengkapi Profil dengan Optimal
Hal pertama yang harus dilakukan untuk membangun personal branding di LinkedIn adalah melengkapi isian profil terlebih dahulu.
Menuliskan seluruh komponen yang ada di profil, seperti nama lengkap, deskripsi diri, lokasi, pengalaman kerja, pengalaman magang, pengalaman berorganisasi, pendidikan terakhir, sertifikasi keahlian, penghargaan, sertifikat bahasa dan lain-lain.
Ketika menuliskan pengalaman kerja, maka sertakan informasi penting seperti jabatan yang pernah diemban, tugas dan tanggung jawab, serta pencapaian.
Baca Juga: Dianggap Membantu, Temuan LinkedIn Ungkap Masyarakat Indonesia Mulai Manfaatkan Teknologi AI
2. Manfaatkan Headline LinkedIn
Headline LinkedIn adalah teks yang berada di profil bagian atas yang memungkinkan pengguna untuk dapat mendeskripsikan diri dalam 120 karakter.
Selain pada bagian profil, teks headline juga akan muncul di berbagai tempat, seperti posting feed, rekomendasi koneksi, dan hasil pencarian.
Secara default, LinkedIn akan mengisi headline dengan jabatan pekerjaan saat ini yang tertera pada bagian pengalaman. Namun, hal tersebut untuk memberikan kesan positif yang dapat membuka peluang agar orang lain tertarik untuk terkoneksi.
Baca Juga: Dear Job Seeker, LinkedIn Ungkap Perkembangan AI Mulai Pengaruhi Kebutuhan di Dunia Kerja
3. Gunakan Bahasa yang Menarik
Agar pengguna lain saat melihat profil beserta akun LinkedIn tidak kebingungan dalam membacanya, penggunaan bahasa yang menarik dan mudah dipahami adalah salah satu caranya.
Menarik disini bukan hanya soal panjang pendeknya penjelasan yang dijabarkan. Bisa menambahkan angka di dalamnya agar terkesan bahwa penjelasan dapat dipertanggungjawabkan.
Hindari penggunaan bahasa yang sulit dimengerti dan ditangkap oleh perekrut. Jangan lupa untuk menambahkan foto yang formal agar memberikan kesan profesional.
Baca Juga: Punya Fitur AI Baru, LinkedIn Bisa Menulis Pesan ke Manajer Perekrutan
4. Mudahkan Pencarian Akun Linkedin
Selanjutnya adalah mudahkan pencarian akun LinkedIn di Google dan kolom pencarian LinkedIn agar dapat terbaca.
Caranya dengan memberikan nama lengkap tanpa singkatan. Kemudian, ubah URL akun LinkedIn sesuai dengan nama tanpa kombinasi angka atau karakter yang menyulitkan pencarian.
Jika akun LinkedIn mudah ditemukan, maka perekrut dan HRD juga bisa datang. Hal ini juga memudahkan perekrut untuk mengecek kandidat yang melamar kerja melalui akun LinkedIn.
Baca Juga: Punya Fitur AI Baru, LinkedIn Bisa Menulis Pesan ke Manajer Perekrutan
5. Interaksi dengan Pengguna LinkedIn Lainnya
Media sosial LinkedIn punya cara kerja yang serupa dengan media sosial lainnya. Interaksi adalah salah satu kunci untuk membangun personal branding.
Tujuannya agar menambah koneksi dari sesama pengguna Linkedin lainnya. Dengan aktif berinteraksi maka membuka kesempatan orang lain untuk berkenalan dan menambah koneksi.
Interaksi yang bisa diberikan bermacam-macam. Mulai dari membalas pesan melalui direct message, membagikan konten, membuat polling, membagikan dokumen, foto, komentar dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Wuih, Pegadaian Raih Penghargaan LinkedIn Talent Award 2022 Lho!
6. Memanfaatkan Kolom Rekomendasi
Satu hal yang seringkali dilewatkan dalam membangun personal branding lewat LinkedIn adalah menambahkan rekomendasi.
Bagian ini sangat penting karena perekrut jadi tahu tentang kandidat secara personal.
Rekomendasi disini bisa datang dari mana saja yang istilahnya pernah berhubungan langsung dengan pemilik akun.
Baca Juga: Steam, LinkedIn sampai Yahoo Belum Juga Daftar PSE, Kapan Diblokir?
Bisa teman kuliah, rekan kerja, dosen, atasan kerja, pembimbing magang, atau mentor ketika mengikuti pelatihan dan lain-lain.
Apabila seorang kandidat ini bisa memanfaatkan kolom rekomendasi, maka akan menjadi nilai tambah yang baik di mata perekrut.