← Beranda
Jangan Sepelekan! Ini Akibatnya Jika Jarang Mencuci Handuk
Ashadi CakhyadiMinggu, 3 Desember 2023 | 13.40 WIB
Ilustrasi handuk (pixabay/malasiaphotos).

 

 

JawaPos.com - Handuk yang digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi, rupanya memiliki beberapa perawatan khusus.

Tidak sembarangan digunakan, handuk perlu dicuci secara rutin untuk menghindari perkembangbiakan bakteri dan patogen jahat lainnya.

Dikutip JawaPos dari Antara pada Minggu (3/12), Pakar dermatologi dari Riverchase Dermatology, Stacy Chimento menyarankan agar mencuci handuk setelah tiga hingga empat kali penggunaan atau minimal seminggu sekali.

Tetapi, apabila mandi di gym atau pemandian umum, kemudian mengemas handuk basah di tas (yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman lainnya), maka disarankan menggunakan handuk baru setiap hari, menurut Cleveland Clinic.

Handuk tangan dan waslap bahkan harus lebih sering dicuci daripada handuk yang dipakai untuk mandi karena lebih sering digunakan.

Sebuah riset pada tahun 2014 dalam Food Protection Trends menemukan bakteri pada 89 persen handuk tangan yang digunakan untuk mengeringkan piring, tangan, dan permukaan lain di dapur.

Handuk tangan yang tergantung di kamar mandi mungkin mengandung bakteri lebih dari itu. Menurut studi tersebut, sebab orang membiarkan tutup toilet terbuka saat menyiram, sehingga menyebabkan patogen (jahat) menyebar ke udara dan menempel pada handuk.

Baca Juga: Handuk di Kamar Mandi, Berapa Lama Harusnya Diganti?

Alih-alih menggantung handuk di pengait, sebaiknya jemurlah secara merata untuk membantu mengeringkannya secara menyeluruh di antara permukaan handuk yang lembab.

Semakin cepat mengering, maka semakin kecil kemungkinannya untuk kuman bisa terkumpul di handuk, menurut Cleveland Clinic.

Apabila tidak mencuci handuk secara rutin rutin, maka akan memudahkan risiko terkena infeksi kulit. Handuk yang lembap dan kotor bisa mengandung bakteri dan jamur yang dapat menyebarkan masalah kesehatan seperti gatal-gatal atau kutil.

Masalah lain yang kerap muncul, yaitu ruam merah yang kering, gatal, dan merah. Ini pertanda sudah waktunya untuk mencuci handuk agar menghilangkan kuman dan menjadi bersih.

Jamur, virus, dan bakteri dapat berkembang biak di tempat lembap seperti handuk basah dan memperparah kondisi kulit yang terkena iritasi.

"Eksim, atau dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang disebabkan peradangan akibat bakteri staphylococcus. Handuk kotor dapat menyeret bakteri ini ke area lain di tubuh dan mengiritasi kulit, menyebabkan eksim kambuh," ujar Chimento.

Akibat jarang mencuci handuk, juga bisa berdampak pada munculnya jerawat di wajah dan tubuh. Handuk tidak bersih dan lembap dapat menjadi lingkungan yang ideal untuk berkembang biaknya bakteri, dan flora lainnya.

Baca Juga: Lady Gaga Gebrak Tren 2019 dengan Kimono Handuk Seharga Rp 28 Juta

"Dalam kasus yang lebih ekstrim, handuk kotor sebenarnya dapat menyebarkan bakteri yang terkait dengan MRSA, yang merupakan infeksi staph berbahaya yang sulit diobati dengan antibiotik," jelas Chimento.

Jadi, supaya handuk bebas dari bakteri dan makhluk menyeramkan lainnya, sebaiknya handuk dicuci secara terpisah. Mencampurnya dengan pakaian lain bisa menyebabkan penyebaran kuman.

Sebaiknya cuci handuk dengan air panas atau hangat untuk membunuh lebih banyak kuman. Jika memungkinkan, gunakan pemutih untuk pembersihan yang lebih baik.

Selanjutnya, bagi yang memiliki kulit sensitif, gunakan deterjen dan pengering yang berlabel "untuk kulit sensitif" dan jangan produk beraroma untuk menghindari iritasi.

Jangan biarkan handuk berada di dalam mesin cuci dalam waktu yang lama untuk menghindari pembentukan bakteri dan keringkan handuk.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti