JawaPos.com – Ketika seseorang membersihkan tubuhnya, rutinitas yang biasa dilakukan ialah mandi, keramas, sikat gigi, dan berendam.
Namun tahukah kamu, ada kegiatan yang jarang dilakukan orang kebanyakan orang yakni melakukan kebersihan dengan skrub atau scrub.
Berbeda dengan lulur yang mempunyai tekstur halus, scrub justru mengandung butiran-butiran kecil berwujud kasar.
Adapun sejumlah manfaat dari pengaplikasian scrub yakni bantu mengangkat kulit mati menjadikannya lebih halus, lembut, cerah, dan meratakan warna.
Scrub sendiri bisa dilakukan pada wajah (face scrub) dan seluruh tubuh (body scrub) memiliki beragam jenis seperti scrub kopi, madu, teh hijau, garam, dan gula.
Scrub gula dan garam hampir sama, tetapi ada beberapa perbedaan utama yakni butiran gula lebih kecil dan halus jadi pilihan pas untuk kulit yang lebih lembut sedangkan garam bisa membuat iritasi dan perih pada luka.
“Mereka dapat digunakan pada semua jenis dan warna kulit termasuk warna kulit yang lebih gelap,” kata ahli kecantikan Ginille Brown, seperti dilansir JawaPos.com dari Real Simple, Sabtu (18/11).
Dengan catatan, orang yang memiliki kulit sensitif atau kondisi kulit tertentu seperti eksim atau psoriasis harus mendapatkan izin dari ahli kesehatan terlebih dahulu.
Berbicara scrub gula, bahan yang diperlukan ialah gula pasir dan pelembab dari minyak nabati dan mentega untuk menghasilkan pasta berpasir. Bisa juga ditambahkan minyak esensial untuk pelicinan kulit secara keseluruhan.
Baca Juga: Sabun Scrub Picu Mikroplastik di Kali Surabaya
Scrub gula cukup mudah digunakan, namun ada beberapa trik dan anjuran misal dilakukan secara lembut, pastikan tidak menekan butirannya terlalu keras atau gosok terlalu lama, nantinya bisa sebabkan hiperpigmentasi pasca inflamasi.
Lalu, bagaimana cara menggunakan scrub gula yang benar? Ikuti 4 langkahnya di bawah ini:
Pertama, basahi kulit. Scrub gula harus dioleskan pada kulit yang lembab untuk mengurangi gesekan dan mencegah pengelupasan kulit berlebihan.
Kedua, takaran yang tepat. Brown mengatakan ambil seperempatnya bakal wajah dan jumlah lebih besar untuk area tubuh seperti lengan dan kaki.
“Dapat menyesuaikan jumlahnya berdasarkan preferensi pribadi dan kebutuhan spesifik kulit,” jelas Brown.
Ketiga, pijat lembut scrub ke kulit dengan gerakan memutar selama dua menit menggunakan tekanan sedang.
“Pemijatan yang lembut dan melingkar membantu memastikan butiran gula mengelupas kulit secara efektif tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan,” papar ahli kecantikan tersebut.
Brown menambahkan scrub gula sangat bermanfaat pada area kulit kasar atau kering misal siku, lutut, dan tumit. Kemudian, sedikit untuk area yang secara alami kulitnya lebih tipis seperti dada bagian atas atau bagian bawah lengan.
Baca Juga: Bikin Masker dan Scrub dari Ketumbar
Keempat, bilas dengan air hangat setelah selesai melakukan eksfoliasi untuk memastikan proses pengelupasan kulit efektif sekaligus mencegah potensi iritasi yang mungkin terjadi jika scrub dibiarkan terlalu lama.
Waktu yang tepat menggunakan scrub gula yakni sebelum bercukur untuk membantu mempersiapkan kulit dengan sel-sel kulit mati, memungkinkan pencukuran lebih rapi dan halus.
“Bagi wanita kulit berwarna, melakukan eksfoliasi sebelum bercukur dapat membantu mengurangi risiko rambut tumbuh ke dalam yang dapat menjadi masalah pada rambut kasar atau keriting,” ungkap Brown.
Selain itu, scrub bisa dilakukan setelah mandi. Ini memastikan kulit siap untuk pengelupasan kulit dan mencegah hilangkan manfaat dari bahan pelembap yang terkandung di scrub gula.
Kemudian para ahli berpendapat sebaiknya batasi penggunaan scrub satu atau dua kali per minggu karena menggosokan kulit berlebihan bisa sebabkan kulit cepat kering. ***