JawaPos.com - Pernah merasa sulit bernapas saat tidur hingga membuat terbangun di tengah malam?
Masalah pernapasan saat tidur ternyata bisa dialami siapa saja, baik karena posisi tubuh yang kurang tepat, gangguan kesehatan, atau kondisi lingkungan.
Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya mengurangi kualitas tidur, tapi juga berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Air Liur Berlebihan Secara Alami, Salah Satunya Perbaiki Posisi Tidur!
Tidur yang nyenyak seharusnya menjadi waktu terbaik untuk tubuh beristirahat. Namun, bagi banyak orang, tidur justru terasa berat karena sesak, hingga terbangun dengan rasa lelah.
Faktanya, posisi tidur memiliki peran besar dalam memperbaiki sirkulasi udara dan membantu pernapasan lebih lega.
Kabar baiknya, ada beberapa posisi tidur yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi masalah pernapasan dan membuat tidur lebih nyenyak.
Dengan menyesuaikan posisi sederhana ini, kamu bisa merasakan perbedaan signifikan pada kualitas tidur sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Mengapa Pernapasan Bisa Terganggu di Malam Hari?
Dilansir dari laman Fortis, sebelum mencari solusi, penting untuk memahami alasan mengapa pernapasan kerap memburuk saat kita tidur.
Salah satu penyebab utamanya adalah pengaruh gravitasi. Dalam posisi duduk atau berdiri, saluran napas cenderung terbuka lebih lebar.
Namun, ketika berbaring telentang, jaringan di area tenggorokan dan lidah bisa lebih mudah mengendur dan jatuh ke belakang, sehingga menyempitkan jalur udara.
Kondisi ini sering menjadi pemicu utama gangguan seperti sleep apnea obstruktif.
Selain itu, posisi telentang juga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang memicu iritasi hingga batuk akibat refluks asam (GERD).
Posisi Tidur Terbaik untuk Masalah Pernapasan
Bagi kebanyakan orang yang sering mengalami kesulitan bernapas, tidur telentang justru bisa memperburuk keadaan.
Dalam posisi ini, tubuh lebih sulit membersihkan saluran pernapasan. Sementara tidur tengkurap juga bukan solusi ideal karena dapat menimbulkan masalah baru, seperti nyeri punggung dan leher.
Melansir dari laman Cleveland Clinic, menurut Dr. Foldvary-Schaefer, pilihan yang lebih baik untuk penderita gangguan pernapasan adalah tidur menyamping atau dengan posisi tubuh sedikit ditinggikan.
- Tidur Menyamping
Tidur menyamping termasuk posisi paling nyaman dan efektif untuk menjaga pernapasan tetap lancar.
Posisi ini membantu tulang belakang sejajar, mengurangi tekanan pada punggung dan leher, serta makin optimal bila ditambah bantal di antara lutut.
Bagi penderita hidung tersumbat atau sleep apnea ringan, tidur menyamping bisa jadi solusi sederhana.
Misalnya, saat hidung kiri tersumbat, tidur di sisi kanan akan membuat jalur napas lebih lega.
Posisi ini juga mengurangi risiko dengkuran karena lidah dan langit-langit lunak tidak jatuh ke belakang seperti saat telentang.
- Tidur dengan Kepala Sedikit Terangkat
Jika tidur telentang membuat napas sesak, cobalah meninggikan kepala.
Posisi ini membantu mencegah penumpukan cairan di paru-paru yang sering memperburuk sesak, terutama pada penderita masalah jantung atau paru.
Caranya bisa dengan menumpuk beberapa bantal, menggunakan kursi recliner dengan izin dokter, atau ranjang adjustable. Tambahkan bantal di bawah lutut agar punggung lebih rileks.
Memilih posisi tidur yang tepat bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk membantu pernapasan lebih lega di malam hari.
Tidur menyamping atau dengan kepala sedikit terangkat tidak hanya meningkatkan kualitas tidur, tapi juga memberi manfaat besar bagi kesehatan jantung, paru-paru, dan kenyamanan tubuh secara keseluruhan.
Dengan membiasakan diri menerapkan posisi tidur ini, kamu bisa merasakan tidur yang lebih nyenyak, segar saat bangun, dan tentu saja bernapas dengan lebih mudah.