JawaPos.com - Banyak orang yang merasa kurang percaya diri dengan penampilan mereka, bahkan terkadang menganggap bahwa dirinya jelek atau tidak menarik.
Perasaan ini bisa timbul karena berbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu atau tekanan sosial yang mempengaruhi pandangan kita terhadap diri sendiri.
Tanpa disadari, perasaan tersebut bisa mempengaruhi cara kita bertindak dan berinteraksi dengan orang lain.
Orang yang sering merasa dirinya tidak cukup menarik cenderung memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang sebenarnya menunjukkan rasa minder atau ketidakpercayaan diri.
Dilansir dari laman Baseline pada Rabu (12/2), berikut merupakan 9 kebiasaan yang dimiliki oleh orang yang sering merasa bahwa dirinya jelek atau tidak menarik.
1. Sangat Sadar Akan Penilaian Orang Lain
Sejak kecil, Anda sudah terbiasa merasa bahwa orang-orang di sekitar selalu mengamati dan menilai penampilan Anda.
Ketika seseorang melihat Anda sebentar, Anda langsung berpikir bahwa mereka sedang mengomentari kekurangan Anda, padahal mereka bisa saja hanya sedang melamun atau berpikir tentang hal lain.
Akibatnya, Anda menjadi sering overthinking dan takut melakukan kesalahan karena merasa akan terus menjadi sorotan.
Ini membuat Anda lebih sulit untuk merasa santai dan percaya diri di hadapan orang lain, karena selalu khawatir dinilai buruk.
2. Sering Berbicara Negatif kepada Diri Sendiri
Ketika seseorang tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya tidak menarik, sering kali ia memiliki kebiasaan berbicara negatif kepada diri sendiri.
Mereka akan sering berkata dalam hati, “Saya tidak cukup baik,” “Saya pasti terlihat aneh,” atau “Saya tidak akan pernah secantik/setampan mereka.”
Pikiran-pikiran seperti ini, jika terus-menerus dibiarkan, akan semakin memperkuat perasaan tidak percaya diri.
Padahal, cara Anda berbicara kepada diri sendiri bisa sangat mempengaruhi bagaimana Anda melihat dunia dan bagaimana orang lain memperlakukan Anda.
Semakin Anda mengkritik diri sendiri, semakin sulit bagi Anda untuk merasa nyaman dengan diri sendiri dan menerima keunikan yang Anda miliki.
3. Berusaha Unggul di Bidang Lain
Ketika merasa bahwa penampilan bukan keunggulan utama, Anda akan berusaha keras untuk menjadi hebat di bidang lain sebagai bentuk kompensasi.
Anda bisa menjadi orang yang sangat ambisius dalam akademik, seni, olahraga, atau karier karena ingin membuktikan bahwa Anda tetap berharga meskipun tidak termasuk dalam standar kecantikan yang umum.
Ini sebenarnya bisa menjadi motivasi yang baik, tetapi jika dilakukan semata-mata karena rasa rendah diri, maka hasilnya hanya akan membuat Anda merasa tertekan.
Jika suatu saat Anda gagal atau tidak mencapai ekspektasi, Anda bisa merasa semakin tidak berharga dan kembali merasa bahwa diri Anda tidak cukup baik.
4. Sering Bersembunyi di Balik Topeng
Saat seseorang merasa tidak percaya diri dengan penampilannya, mereka cenderung mencari cara untuk mengalihkan perhatian orang lain dari penampilan mereka.
Ini bisa berupa memakai pakaian yang longgar agar tubuh tidak terlalu terlihat, menggunakan riasan tebal untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan, atau bahkan menjadi pribadi yang humoris agar orang lebih fokus pada kepribadian Anda daripada penampilan.
Semua ini adalah bentuk pertahanan diri yang dibuat secara tidak sadar untuk melindungi perasaan dari kemungkinan kritik atau ejekan.
5. Lebih Sering Mendengar daripada Berbicara
Dalam situasi sosial, Anda akan lebih memilih untuk diam dan hanya mendengarkan orang lain berbicara. Ini bisa terjadi karena Anda takut jika mulai berbicara, orang akan memperhatikan Anda lebih banyak, dan itu membuat Anda merasa tidak nyaman.
Anda akan berpikir bahwa semakin sedikit Anda bicara, semakin kecil kemungkinan orang lain menilai atau mengkritik Anda.
Akibatnya, Anda sering menjadi pendengar yang baik, tetapi jarang berani mengungkapkan pendapat atau berbagi cerita tentang diri sendiri.
6. Sering Berusaha Menyenangkan Orang Lain
Jika Anda pernah merasa kurang menarik, Anda akan berpikir bahwa satu-satunya cara agar diterima adalah dengan selalu menyenangkan orang lain.
Anda akan menjadi seseorang yang selalu berkata “iya” meskipun dalam hati sebenarnya tidak setuju, atau rela melakukan banyak hal demi membuat orang lain bahagia, meskipun itu mengorbankan diri sendiri.
Ini adalah cara untuk mendapatkan penerimaan dari lingkungan, karena Anda merasa bahwa jika Anda tidak menarik, maka setidaknya Anda harus menjadi orang yang baik dan menyenangkan agar disukai.
7. Anda Perfeksionis
Jika sejak kecil Anda merasa tidak cukup menarik, Anda cenderung akan mengembangkan pola pikir bahwa satu-satunya cara agar diterima adalah dengan menjadi sempurna di segala hal.
Anda akan berusaha keras untuk tampil rapi, bekerja tanpa cela, atau selalu bersikap baik kepada semua orang agar tidak memberikan alasan bagi orang lain untuk mengkritik Anda.
Namun, perfeksionisme seperti ini bisa sangat melelahkan karena Anda terus-menerus merasa harus memenuhi standar yang tinggi.
Ketika Anda merasa ada sedikit kesalahan dalam penampilan, cara berbicara, atau hasil pekerjaan Anda, Anda bisa menjadi sangat kecewa pada diri sendiri.
Padahal, tidak ada manusia yang sempurna, dan terlalu berusaha menjadi sempurna justru bisa membuat Anda merasa semakin tertekan.
8. Sulit Menerima Diri Sendiri
Saat tumbuh dengan perasaan tidak menarik, Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mengubah diri sendiri agar lebih sesuai dengan standar kecantikan yang ada.
Namun, semakin Anda berusaha mengubah diri untuk memenuhi standar orang lain, semakin Anda merasa tidak puas.
Kebahagiaan sejati tidak datang dari memiliki wajah atau tubuh yang sempurna, melainkan dari kemampuan untuk menerima diri sendiri apa adanya.
Jika Anda bisa melihat bahwa kecantikan tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang bagaimana Anda membawa diri, cara Anda berbicara, dan bagaimana Anda memperlakukan orang lain, maka Anda akan mulai merasa lebih berharga.
9. Menghindari Cermin
Setiap kali bercermin, mereka cenderung hanya fokus pada kekurangan yang mereka lihat, seperti bentuk wajah, kulit, atau ukuran tubuh yang menurut mereka tidak sesuai dengan standar kecantikan.
Jika Anda sering merasa ingin menghindari cermin, itu bisa jadi karena Anda terlalu keras menilai diri sendiri.
Anda juga merasa bahwa melihat refleksi diri hanya akan membuat Anda semakin sedih atau kecewa, sehingga lebih memilih untuk menghindarinya sama sekali.