← Beranda

9 Cara Sederhana untuk Memulai Gaya Hidup Minimalis agar Keuangan bisa Lebih Sehat dan Stabil

Pravita Windi Anatasa NitriaSelasa, 14 Januari 2025 | 00.50 WIB
Ilustrasi gaya hidup minimalis (Andrea Piacquadio/pexels.com)

 

JawaPos.com - Gaya hidup minimalis menawarkan banyak manfaat, termasuk pengurangan stres, peningkatan produktivitas, dan lebih banyak waktu guna melakukan hal-hal yang disukai. Akan tetapi, kamu perlu ingat bahwa minimalis bukanlah mengenai penyangkalan diri atau hidup dalam kekurangan.

Minimalisme adalah tentang fokus pada hal-hal yang benar-benar penting bagi hidupmu. Dikutip dari apartmenttherapy.com, berikut ini berbagai cara sederhana untuk memulai gaya hidup minimalis agar keuangan bisa lebih sehat dan stabil yang dapat dilakukan secara mudah.

Baca Juga: 4 Tanda Seseorang Memiliki Gaya Hidup Minimalis, Salah Satunya Tak Punya Banyak Barang

1. Berikan tujuan yang jelas

Tidak ada cara yang benar untuk menjadi minimalis; setiap orang mempunyai definisi sendiri tentang kesederhanaan dan kehidupan bebas stres. Ambil waktu guna mendefinisikannya sesuai dengan keinginanmu. Jika kamu bingung harus mulai dari mana, fokuskan pada apa yang diharapkan dalam hidup apa yang membuatmu bahagia dan hidup kemudian singkirkan hal-hal yang menghalangimu mencapai itu.

Tetapkan tujuan yang jelas dan catat alasanmu ingin hidup lebih minimalis bisa berupa pengurangan stres, penghematan uang, atau lebih sedikit barang yang harus dibawa saat pindah. Kemudian, bagi tujuan tersebut menjadi langkah-langkah kecil dan tentukan waktu guna mencapainya. Kamu juga bisa menyetel peringatan di kalender supaya tetap termotivasi.

2. Buat pertimbangan terkait rumah yang tepat

Mencari gaya hidup yang lebih minimalis mungkin membawamu pada ide memiliki rumah yang lebih kecil atau lebih sederhana. Meski ini adalah langkah besar bagi pemilik atau penyewa rumah, hal ini tetap mungkin dilakukan. Mulailah dengan menetapkan tujuan yang jelas mengenai apa yang diinginkan pastikan spesifik.

Jika kamu belum yakin dengan apa yang harapkan, cobalah menjelajahi beberapa rumah dengan ukuran yang sesuai. Dengan cara ini, kamu akan lebih mudah membayangkan kehidupan masa depanmu. Bisa juga ukuran dan jenis rumahmu sudah tepat, namun yang membuatmu stres adalah barang-barang di dalamnya.

Baca Juga: Orang yang Ingin Memiliki Gaya Hidup Minimalis Harus Mengetahui 11 Cara Memulainya secara Efektif, Apa Saja?

3. Pilah barang yang masih dibutuhkan

Jika masalahnya terkait banyaknya barang yang dimiliki, maka saatnya merapikan. Meskipun sulit bagi yang terikat pada barang-barang mereka, mulailah secara perlahan. Singkirkan atau sumbangkan barang yang tidak dibutuhkan, dan simpan yang bisa kamu hindari untuk sementara.

Ini memberi jarak supaya dirimu bisa lebih mudah melepaskannya. Mengurangi barang akan memudahkanmu untuk hidup yang lebih sederhana dan bebas. Minimalisme bukan hanya soal barang dasar, tetapi mengenai apa yang benar-benar penting bagi dirimu.

4. Latih diri untuk hidup dengan sedikit barang

Apabila kamu telah terbiasa dengan kenyamanan dalam waktu yang lama, maka kamu mungkin merasa sulit untuk langsung beralih ke gaya hidup minimalis. Cobalah memulai dengan periode waktu tertentu, seperti akhir pekan atau sebulan, tanpa kenyamanan tersebut.

Secara bertahap, kurangi kemewahan-kemewahan kecil, seperti potongan rambut mahal atau kencan menonton film mingguan. Amati apa yang bisa kamu lepaskan dengan mudah dan apa yang ternyata terlalu penting bagi kebahagiaanmu untuk ditinggalkan.

5. Gunakan ulang barang yang masih bermanfaat

Kebiasaan minimalis lainnya yang bermanfaat dipraktikkan adalah menjadi pengguna ulang yang bijak. Simpan kemasan supaya dapat digunakan kembali pada keperluan lain. Alih-alih mengganti barang yang rusak, belajarlah memperbaiki dan memperbaruinya.

Kamu juga bisa mengubah pakaian lama menjadi kain sisa untuk proyek DIY. Jadilah kreatif dalam mencari cara guna memanfaatkan barang-barang yang sudah kamu miliki, daripada senantiasa membeli yang baru.

6. Investasi pada barang yang berkualitas tinggi

Jika merasa perlu atau ingin membeli sesuatu yang baru, pastikan memilih barang-barang yang berkualitas tinggi dan memiliki makna bagimu. Ingatlah bahwa punya rumah yang sederhana dengan desain yang indah dan sesuai seleramu mungkin lebih memuaskan dibandingkan mengisi rumah dengan banyak barang, meskipun kamu menyukainya.

Namun, hal yang terpenting adalah bahwa minimalisme memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang, dan kamu sendiri yang menentukan apa yang sebenarnya penting dan sesuai dengan gaya hidup minimalis yang ingin kamu jalani.

7. Ingat lagi tujuan awal

Secara rutin, kembali ke langkah pertama yang telah ditetapkan sebelumnya, terutama ketika kamu menghadapi tantangan atau situasi sulit. Saat kondisi mulai terasa berat dan kamu merasa tergoda untuk kembali ke kebiasaan lama, coba mengingat kembali alasan mengapa kamu memilih menjalani gaya hidup minimalis sejak awal.

Dengan merenung dan memusatkan perhatian pada tujuan awalmu, kamu bisa memperoleh motivasi untuk tetap bertahan dan mengingat manfaat jangka panjang dari kehidupan yang lebih sederhana. Ini akan membantumu tetap fokus pada tujuan dan memudahkanmu melanjutkan perjalanan menuju kehidupan yang lebih tenang dan terfokus.

8. Pastikan membeli hal yang dibutuhkan

Prinsip sederhana dalam menjalani gaya hidup minimalis ini sejalan dengan tujuan utama dari minimalis itu sendiri, yaitu fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Dengan mengurangi kepemilikan, kita bisa mengurangi kekacauan fisik dan mental, sehingga kita memiliki lebih banyak waktu dan energi dalam melakukan hal-hal yang kita sukai.

Pertanyaan, "Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?" adalah sebuah alat yang ampuh untuk membantu kita mencapai tujuan tersebut. Dengan sering mengajukan pertanyaan ini, kita mampu memastikan bahwa setiap barang yang kita bawa pulang ke rumah mempunyai nilai yang sebenarnya bagi kita.

9. Maafkan diri sendiri dan teruslah mencoba

Mulai hidup minimalis mungkin terasa seperti tugas yang menakutkan, terutama apabila kamu merasa sudah terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Namun, harus dipahami bahwa setiap perjalanan dimulai dengan satu langkah. Kamu tidak perlu mengubah seluruh hidupmu dalam semalam.

Mulailah dengan langkah-langkah kecil, seperti membersihkan lemari pakaianmu atau membuang barang-barang yang sudah rusak. Setiap kali kamu berhasil melepaskan sesuatu, rayakan keberhasilanmu. Seiring berjalannya waktu, kamu akan merasa lebih ringan dan lebih bebas.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti