← Beranda

Jika Ingin Anak-anak Dewasa Anda Menghormati dan Mengagumi Anda, Ucapkan Selamat Tinggal pada 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahRabu, 8 Januari 2025 | 22.35 WIB
ilustrasi seseorang yang dihormati dan dikagumi oleh anaknya yang telah dewasa/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak dewasa sering kali menjadi cerminan dari pola asuh di masa lalu, namun tetap bisa diperbaiki atau diperkaya sepanjang waktu.

Jika Anda ingin anak-anak dewasa Anda menghormati dan mengagumi Anda, penting untuk menyadari bahwa kebiasaan tertentu bisa merusak kehangatan hubungan ini.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (9/1), terdapat tujuh kebiasaan yang harus Anda tinggalkan menurut psikologi, demi membangun hubungan yang lebih sehat dan bermakna dengan anak-anak Anda.

1. Berperilaku Mengontrol

Anak-anak dewasa membutuhkan ruang untuk membuat keputusan sendiri, bahkan jika keputusan tersebut tidak selalu sesuai dengan keinginan Anda.

Ketika Anda terus mencoba mengontrol pilihan hidup mereka—baik dalam pekerjaan, hubungan, atau cara mereka mengelola keuangan—Anda mengirimkan pesan bahwa Anda tidak mempercayai kemampuan mereka.

Psikologi menunjukkan bahwa kepercayaan dan dukungan tanpa syarat adalah fondasi bagi hubungan orang tua-anak yang sehat.

Berikan kebebasan kepada anak Anda untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri.

2. Selalu Memberikan Kritik yang Tidak Diminta

Meskipun kritik Anda mungkin berasal dari niat baik, anak-anak dewasa sering merasa terluka atau frustrasi ketika mereka terus-menerus dikritik, terutama jika kritik tersebut tidak diminta.

Kritik yang berlebihan dapat merusak harga diri mereka dan membuat mereka merasa tidak cukup baik.

Alih-alih mengkritik, fokuslah pada memberikan dorongan dan pujian atas usaha dan pencapaian mereka.

Jika mereka membutuhkan saran, mereka akan meminta pendapat Anda.

3. Mengungkit Kesalahan Masa Lalu

Semua orang pernah membuat kesalahan, termasuk anak-anak Anda.

Terus-menerus mengungkit kesalahan mereka di masa lalu hanya akan menciptakan jarak emosional.

Psikologi menyarankan agar Anda membiarkan masa lalu menjadi pelajaran, bukan alat untuk menghakimi.

Fokuslah pada masa kini dan bagaimana Anda dapat mendukung mereka menuju masa depan yang lebih baik.

4. Memaksakan Harapan yang Tidak Realistis

Terkadang, orang tua secara tidak sadar memaksakan harapan mereka pada anak-anaknya.

Anda mungkin menginginkan mereka untuk mencapai sesuatu yang Anda impikan di masa muda, tetapi itu mungkin tidak sesuai dengan keinginan atau kemampuan mereka.

Harapan yang tidak realistis dapat membuat anak-anak merasa tertekan dan kecewa.

Hargai jalan hidup unik mereka, dan berikan dukungan untuk apa yang benar-benar mereka inginkan.

5. Mengabaikan Batasan yang Mereka Tetapkan

Ketika anak-anak Anda sudah dewasa, mereka mulai menetapkan batasan dalam hubungan, baik itu tentang waktu, privasi, atau cara berkomunikasi.

Jika Anda mengabaikan batasan ini, mereka mungkin merasa bahwa Anda tidak menghormati mereka sebagai individu yang mandiri.

Psikologi menekankan pentingnya menghormati batasan untuk menciptakan hubungan yang sehat.

Hormatilah waktu dan ruang mereka, dan jadilah pendengar yang baik ketika mereka berbicara tentang kebutuhan mereka.

6. Bersikap Tidak Konsisten dalam Memberikan Dukungan Emosional

Anak-anak dewasa membutuhkan orang tua yang konsisten dalam memberikan dukungan emosional, bukan orang tua yang kadang hadir tetapi kadang tidak.

Ketidakpastian dalam sikap Anda dapat membuat mereka merasa bingung atau tidak dihargai.

Jadilah sosok yang stabil dan dapat diandalkan dalam hidup mereka.

Tunjukkan bahwa Anda selalu ada untuk mereka, baik di saat-saat baik maupun sulit.

7. Membandingkan Mereka dengan Orang Lain

Membandingkan anak-anak Anda dengan saudara kandung mereka, teman mereka, atau bahkan diri Anda sendiri di masa muda adalah salah satu kebiasaan yang paling merusak.

Ini bisa membuat anak merasa tidak cukup baik atau merasa bahwa cinta Anda bersyarat.

Psikologi menunjukkan bahwa setiap individu memiliki keunikan masing-masing, dan penting untuk menghargai kepribadian serta pencapaian anak Anda tanpa perbandingan.

Mengapa Mengubah Kebiasaan Ini Penting?

Hubungan antara orang tua dan anak dewasa adalah hubungan yang terus berkembang.

Dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan di atas, Anda tidak hanya menciptakan ruang bagi hubungan yang lebih sehat, tetapi juga menunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda menghormati mereka sebagai individu.

Ini akan mendorong mereka untuk menghormati dan mengagumi Anda sebagai orang tua yang bijaksana dan penuh kasih.

Kesimpulan

Menghormati dan mengagumi adalah hasil dari hubungan yang dibangun di atas kepercayaan, pengertian, dan rasa saling menghargai.

Dengan meninggalkan tujuh kebiasaan ini, Anda membuka pintu untuk hubungan yang lebih kuat dan mendalam dengan anak-anak dewasa Anda.

Jadilah sosok yang mereka lihat sebagai inspirasi, bukan beban, sehingga hubungan Anda dengan mereka menjadi sumber kebahagiaan dan kebanggaan di masa depan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho