← Beranda

Sering Dimarahi dan Dikritik saat Masih Kecil? Ini 10 Karakter yang Akan Terbawa hingga Anda Dewasa, Menurut Psikologi

Ajilan Fauza FathayanieRabu, 27 November 2024 | 14.36 WIB
Ilustrasi orang yang sering dimarahi dan dikritik saat masih kecil./Freepik.

JawaPos.com - Masa kecil adalah periode yang penuh warna, namun bagi sebagian orang, masa tersebut mungkin lebih banyak diwarnai dengan kritik dan teguran daripada pujian.

Pengalaman sering dimarahi atau dikritik ketika masih kecil dapat meninggalkan bekas yang mendalam pada kepribadian seseorang, yang bisa terlihat jelas ketika dewasa.

Menurut para ahli psikologi, anak-anak yang sering menghadapi teguran keras atau dimarahi, cenderung mengembangkan karakter tertentu sebagai bentuk adaptasi terhadap pengalaman tersebut.

Beberapa karakter ini mungkin berwujud sifat yang positif, sementara lainnya bisa menjadi tantangan yang harus dihadapi seumur hidup.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (27/11), berikut merupakan 10 karakter yang dimiliki oleh orang yang sering dimarahi dan dikritik saat masih kecil, menurut psikologi.

1. Sangat sensitif

Anak-anak yang sering dimarahi cenderung menjadi orang yang sangat peka terhadap emosi dan perasaan orang lain. Mereka sering kali mampu merasakan perubahan kecil dalam suasana hati orang di sekitar mereka.

Hal ini membuat mereka sangat empatik, tetapi juga bisa membuat mereka mudah terpengaruh oleh emosi orang lain. Mereka sering kali merasa cemas atau tertekan karena khawatir akan pendapat orang lain.

Meskipun sifat ini memberi mereka kemampuan untuk membangun hubungan yang dalam dan peduli pada orang lain, mereka juga perlu belajar untuk menjaga keseimbangan emosional agar tidak merasa terlalu terbebani oleh perasaan orang lain.

2. Sosok pemecah masalah yang hebat

Anak-anak yang terbiasa menghadapi kritik, cenderung belajar untuk berpikir lebih cepat dan mencari solusi agar tidak terjebak dalam masalah yang sama.

Baca Juga: 572 TPS Terancam Banjir! Pemprov DKI Siapkan Langkah Darurat di Hari Pilkada

Mereka menjadi sosok yang terampil dalam menghadapi tantangan dan mampu untuk mengantisipasi potensi masalah sebelum muncul.

Kemampuan ini tentunya sangat berguna dalam kehidupan mereka saat dewasa, terutama dalam hal pekerjaan atau hubungan pribadi.

3. Sangat bertanggung jawab

Karena takut dimarahi atau dihukum, anak-anak yang sering mendapat kritik cenderung akan belajar untuk sangat bertanggung jawab.

Mereka merasa bahwa jika mereka tidak menyelesaikan tugas dengan sempurna atau melakukan sesuatu yang salah, mereka akan dihukum.

Hal ini membuat mereka berusaha untuk selalu melakukan segala sesuatunya dengan baik dan mengambil lebih banyak tanggung jawab dari yang seharusnya.

Walaupun sifat ini bisa membuat mereka terlihat sangat andal, mereka juga harus hati-hati agar tidak terbebani oleh tanggung jawab berlebih yang bisa menyebabkan stres.

4. Punya ketangguhan mental

Anak-anak yang sering dimarahi cenderung mengembangkan ketangguhan karena mereka belajar untuk menghadapi kesulitan dengan kepala tegak.

Mereka sudah terbiasa menghadapi kritik dan tantangan sejak kecil, yang dapat membantu mereka untuk mengembangkan daya tahan mental yang luar biasa.

Ketangguhan ini memudahkan mereka untuk bangkit setelah mengalami kegagalan atau kesulitan.

5. Terlalu berhati-hati

Baca Juga: Orang yang Sangat Sukses dalam Karirnya tetapi Masih Merasa Sengsara Biasanya Menampilkan 9 Kebiasaan Ini

Anak-anak yang selalu dimarahi cenderung akan belajar untuk sangat berhati-hati. Mereka akan selalu memikirkan setiap langkah dengan cermat sebelum bertindak, bahkan dalam situasi yang tidak memerlukan perhatian ekstra.

Meskipun berhati-hati itu penting, terlalu berhati-hati dapat membuat mereka melewatkan peluang atau tidak berani mengambil risiko yang sehat.

Hal ini juga bisa membatasi mereka untuk mencoba hal-hal baru yang dapat memperkaya pengalaman hidup mereka.

6. Selalu ingin menyenangkan orang lain

Karena sering dimarahi, anak-anak ini cenderung akan belajar bahwa cara terbaik untuk menghindari konflik adalah dengan selalu menyenangkan orang lain.

Mereka akan menjadi sosok yang sangat sensitif terhadap kebutuhan orang lain dan berusaha untuk selalu memenuhi harapan orang di sekitar mereka.

Mereka akan merasa tidak nyaman jika harus menolak permintaan atau mengungkapkan pendapat yang berbeda.

Walaupun sifat ini membantu mereka menjaga hubungan yang baik, mereka harus belajar untuk tidak melupakan kebutuhan dan keinginan diri mereka sendiri agar tidak merasa terkekang atau kehilangan identitas.

7. Memiliki tingkat kritik diri yang tinggi

Anak-anak yang sering mendapat kritik atau dimarahi cenderung menginternalisasi kata-kata negatif tersebut dan menggunakannya sebagai acuan dalam menilai diri mereka sendiri.

Mereka menjadi sangat kritis terhadap diri mereka dan sering merasa bahwa mereka tidak cukup baik jika tidak memenuhi standar yang tinggi.

Meskipun kritik yang konstruktif penting untuk perkembangan pribadi, kritik diri yang berlebihan bisa merusak rasa percaya diri mereka.

Mereka harus belajar untuk memberi diri mereka izin untuk gagal dan menerima kenyataan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran.

8. Menghindari konflik

Bagi anak-anak yang sering dimarahi, konflik bisa menjadi pengalaman yang sangat menegangkan. Mereka akan merasa bahwa setiap perbedaan pendapat akan berujung pada hukuman atau kritik.

Oleh karena itu, mereka cenderung menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan konflik.

Hal inilah yang membuat mereka enggan untuk mengungkapkan pendapat atau perasaan mereka, bahkan ketika itu penting untuk diungkapkan.

Meskipun menjaga kedamaian itu baik, mereka harus belajar untuk berani berbicara dan menyampaikan kebutuhan serta pendapat mereka dengan cara yang sehat.

9. Merasa rendah diri

Anak-anak yang sering dimarahi atau dikritik cenderung memiliki perasaan rendah diri yang lebih dalam. Kritik yang terus-menerus membuat mereka merasa bahwa mereka tidak cukup baik atau tidak layak dihargai.

Mereka sering kali meragukan kemampuan mereka sendiri dan merasa tidak mampu mencapai harapan yang ada. Namun, penting bagi mereka untuk mengingat bahwa nilai diri mereka tidak ditentukan oleh kritik yang mereka terima.

Setiap orang memiliki nilai yang unik, dan mereka berhak untuk merasa bangga dengan siapa diri mereka sebenarnya.

10. Mereka adalah seorang perfeksionis

Baca Juga: Pulang dari Arab Saudi, Menag Nasaruddin Umar Sebut Jemaah Haji RI akan dapat Perhatian Khusus

Anak-anak yang sering dimarahi cenderung merasa harus melakukan segala sesuatunya dengan sempurna agar terhindar dari kritik.

Hal ini bisa menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Mereka sering kali merasa bahwa jika ada kesalahan kecil, itu akan memicu kritik atau hukuman.

Meskipun keinginan untuk mencapai kesempurnaan bisa mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik, namun hal ini juga bisa membuat mereka merasa stres atau tertekan karena merasa tidak pernah cukup baik.

Perfeksionisme berlebihan ini bisa berdampak buruk pada kesejahteraan mental mereka.

EDITOR: Hanny Suwindari