← Beranda
Sering Dikaitkan dengan Makhluk Halus, Simak Fakta-Fakta Mengejutkan Tentang Kesurupan Menurut Penjelasan Medis!
Mellyna Putri DiniarSelasa, 25 Juni 2024 | 20.47 WIB
Ilustrasi kesurupan.

 

 

JawaPos.com – Kesurupan menjadi salah satu fenomena yang kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis dan keberadaan makhluk halus, telah lama menjadi perdebatan. 

Perubahan perilaku yang drastis, suara yang berbeda, hingga gerakan tubuh yang tak terkendali, ternyata semua itu bukanlah sekadar ‘ulah’ makhluk gaib. 

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dalam otak seseorang saat kesurupan? Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai penjelasan ilmiah tentang kesurupan. 

Mulai dari perubahan aktivitas otak yang terjadi, faktor-faktor pemicu, hingga cara membedakan kesurupan asli dan palsu.

Mari kita kupas tuntas misteri di balik fenomena yang selama ini dianggap tabu dan menakutkan.

Baca Juga: Polda Jawa Barat Akan Periksa Lagi Linda, Sahabat yang Kesurupan Arwah Vina Cirebon

Kesurupan dalam Perspektif Medis: Dissociative Trance Disorder

Dilansir dari laman Psychology Today, Selasa (25/6), dalam dunia medis, kesurupan dikenal sebagai dissociative trance disorder (DTD), yaitu kondisi di mana seseorang mengalami perubahan kesadaran, identitas, atau perilaku yang tidak disadari. 

Perubahan ini bisa berupa perubahan suara, gerakan tubuh, atau bahkan kepribadian secara keseluruhan. Penelitian ilmiah telah menunjukkan adanya perubahan aktivitas otak pada orang yang mengalami kesurupan. Bagian otak yang terlibat antara lain:

  • Lobus Frontal: Bagian otak yang bertanggung jawab atas kontrol motorik, emosi, dan kepribadian. Peningkatan aktivitas di area ini dapat menyebabkan kehilangan kontrol atas gerakan tubuh, emosi yang tidak stabil, dan perubahan kepribadian yang drastis.

  • Lobus Temporal: Bagian otak yang berperan dalam memproses bahasa, memori, dan persepsi. Peningkatan aktivitas di area ini dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami bahasa, mengingat informasi, dan membedakan antara kenyataan dan khayalan.

  • Lobus Parietal: Bagian otak yang berperan dalam memproses informasi sensorik dan kesadaran akan ruang dan waktu. Penurunan aktivitas di area ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran akan lingkungan sekitar dan perasaan terpisah dari diri sendiri.

Faktor-Faktor Penyebab Kesurupan

Meskipun perubahan aktivitas otak menjadi faktor utama dalam kesurupan, terdapat beberapa pemicu yang dapat memicunya, antara lain:

1. Stres Berat

Tekanan psikologis yang berlebihan dapat memicu reaksi disosiatif sebagai mekanisme pertahanan diri. Seseorang yang mengalami stres berat mungkin merasa terbebani dan terisolasi, sehingga mencari pelarian melalui perubahan identitas atau perilaku.

2. Trauma Masa Lalu

Pengalaman traumatis yang tidak terselesaikan dapat terpendam dalam alam bawah sadar dan muncul kembali dalam bentuk kesurupan. Trauma ini bisa berupa kekerasan fisik, pelecehan seksual, atau kehilangan orang yang dicintai.

3. Gangguan Mental

Beberapa gangguan mental, seperti skizofrenia dan gangguan kepribadian ganda, dapat memicu gejala kesurupan. Penderita gangguan ini sering kali mengalami halusinasi dan delusi, yang dapat membuat mereka merasa dirasuki oleh entitas lain.

Baca Juga: Seram! 5 Weton Tulang Wangi Ini yang Disukai Makhluk Halus, Senin Kliwon Paling Memiliki Kekuatan Spiritual

4. Sugesti dan Kepercayaan

Keyakinan kuat terhadap keberadaan makhluk halus atau kekuatan supranatural dapat mempengaruhi seseorang untuk mengalami kesurupan. Sugesti dari lingkungan sekitar atau ritual tertentu juga dapat memicu reaksi disosiatif.

5. Faktor Penyakit Medis Tertentu

Kondisi medis tertentu, seperti epilepsi atau tumor otak, dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan kesurupan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan medis menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan medis.

Mitos atau Fakta?

Meskipun penjelasan ilmiah telah mengungkap banyak hal tentang kesurupan, masih banyak misteri yang belum terpecahkan. Beberapa orang percaya bahwa kesurupan adalah fenomena spiritual yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh ilmu pengetahuan.

Namun, terlepas dari kepercayaan masing-masing, penting untuk memahami bahwa kesurupan adalah kondisi yang kompleks dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. 

Dengan memahami penyebab dan mekanisme di baliknya, kita dapat memberikan penanganan yang tepat dan membantu individu yang mengalaminya.

Penanganan Kesurupan

Penanganan kesurupan tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh stres atau trauma, terapi psikologis dapat membantu mengatasi masalah yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh gangguan mental, pengobatan dan terapi yang tepat dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Kesimpulannya, kesurupan adalah fenomena yang menarik dan kompleks. Meskipun penjelasan ilmiah telah memberikan banyak wawasan, masih ada ruang untuk penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya mekanisme di baliknya. 

Dengan pendekatan yang terbuka dan objektif, kita dapat mengungkap tabir kesurupan dan memberikan bantuan yang tepat bagi mereka yang mengalaminya.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti