← Beranda
Jelajah Rasa Trenggalek, Ini 11 Makanan Khas yang Bikin Wisatawan Ketagihan
Leni Setya WatiKamis, 30 Juli 2026 | 21.10 WIB
Ilustrasi kuliner Trenggalek (Google Maps)

JawaPos.com – Trenggalek selama ini dikenal sebagai salah satu daerah di pesisir selatan Jawa Timur yang memiliki panorama alam memukau, terutama deretan pantainya yang indah.

Namun, pesona Trenggalek tidak berhenti pada wisata alam. Daerah ini juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang memiliki cita rasa khas dan erat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Berbagai makanan khas Trenggalek lahir dari kebiasaan masyarakat sehari-hari dengan memanfaatkan bahan lokal seperti singkong, hasil laut, hingga racikan bumbu sederhana yang kaya rasa.

Bagi wisatawan, menikmati kuliner khas Trenggalek menjadi salah satu cara untuk mengenal budaya dan karakter daerah tersebut.

Baca Juga: Bukan Cuma Reog, Ponorogo Punya 9 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Masuk Daftar

Mulai dari nasi berbungkus daun pisang hingga olahan ikan laut khas Pantai Prigi, berikut sejumlah kuliner Trenggalek yang menarik dicoba dan cocok dijadikan oleh-oleh seperti dirangkum dari berbagai ulasan Google Maps.

1. Nasi Gegok Mbah Tumirah

Nasi Gegok menjadi salah satu makanan yang paling melekat dengan identitas kuliner Trenggalek.

Hidangan ini memiliki ciri khas berupa nasi berbumbu santan yang dibungkus menggunakan daun pisang bersama lauk seperti ikan teri, ikan asin, atau suwiran ikan laut.

Nasi Gegok buatan Mbah Tumirah dikenal memiliki aroma harum dan rasa gurih dengan sentuhan pedas yang membuatnya semakin menggugah selera.

Biasanya, makanan ini sudah ramai diburu sejak pagi hari. Bagi sebagian masyarakat, Nasi Gegok bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menghadirkan kenangan akan cita rasa khas daerah.

2. Nasi Tiwul

Sebagai daerah yang memiliki sejarah kuat dengan olahan singkong, Trenggalek masih mempertahankan Nasi Tiwul sebagai salah satu makanan tradisional favorit.

Tiwul dibuat dari gaplek atau singkong kering yang diolah hingga berbentuk butiran kecil kemudian dikukus.

Cita rasanya unik dengan sedikit rasa manis alami dan aroma khas singkong. Biasanya, tiwul disajikan bersama lauk sederhana seperti ikan asin, sambal, urap, atau sayur lodeh.

Selain lezat, Nasi Tiwul juga menjadi bagian dari cerita masyarakat Trenggalek dalam menjaga ketahanan pangan sejak masa lalu.

3. Pawon Mbok Sartun – Punten Pecel dan Sego Tiwul

Pawon Mbok Sartun menjadi salah satu tempat yang mempertahankan nuansa masakan tradisional khas Jawa Timur.

Menu andalannya adalah punten pecel, yaitu nasi yang ditumbuk hingga lembut kemudian disajikan bersama sambal pecel dan sayuran rebus.

Selain punten pecel, Sego Tiwul di tempat ini juga banyak digemari karena tetap mempertahankan rasa autentik tanpa banyak perubahan.

Sambal pecelnya memiliki rasa gurih dari kacang dengan perpaduan pedas yang membuat banyak pelanggan ingin kembali mencicipinya.

4. Sego Pindang

Sego Pindang khas Trenggalek menawarkan sajian sederhana dengan rasa yang tetap berkesan.

Makanan ini biasanya menggunakan ikan laut segar yang dimasak bersama bumbu rempah ringan sehingga menghasilkan kuah bening dengan rasa gurih alami.

Menu ini cocok disantap kapan saja, terutama setelah beraktivitas atau berwisata di kawasan Trenggalek.

Kesederhanaan racikan justru menjadi daya tarik utama yang membuat Sego Pindang tetap digemari.

5. Toko Bu UM

Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan khas Trenggalek, Toko Bu UM bisa menjadi salah satu tujuan.

Tempat ini dikenal menyediakan berbagai pilihan oleh-oleh lokal, mulai dari alen-alen, keripik tempe, sale pisang, jenang, hingga aneka olahan hasil laut.

Produk yang tersedia umumnya memiliki daya tahan cukup lama sehingga cocok dibawa sebagai oleh-oleh untuk keluarga maupun teman.

6. Sentra Pasar Ikan Asap Pantai Prigi

Pantai Prigi tidak hanya menawarkan pemandangan laut, tetapi juga menjadi pusat kuliner hasil laut khas Trenggalek.

Di kawasan ini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis ikan asap seperti tuna, tongkol, dan cakalang.

Proses pengasapan secara tradisional menghasilkan aroma khas serta rasa gurih yang kuat.

Ikan asap Prigi sering dipilih sebagai oleh-oleh karena praktis dibawa pulang dan mudah diolah kembali menjadi berbagai hidangan.

7. Bebek Klinting

Pecinta olahan bebek wajib mencoba Bebek Klinting saat berkunjung ke Trenggalek.

Daging bebeknya dikenal memiliki tekstur empuk dengan bagian luar yang renyah setelah digoreng.

Biasanya hidangan ini disajikan bersama sambal pedas dan lalapan segar yang membuat rasanya semakin lengkap.

Perpaduan gurih, pedas, dan aroma khas daging bebek menjadikannya pilihan favorit untuk makan siang maupun malam.

8. Tahu Lontong Prapatan

Tahu Lontong Prapatan menjadi salah satu kuliner sederhana yang tetap memiliki banyak penggemar.

Hidangan ini terdiri dari lontong, tahu goreng, lalu disiram bumbu kacang dengan cita rasa gurih dan sedikit manis.

Karena porsinya pas dan harganya terjangkau, menu ini sering dijadikan pilihan untuk sarapan atau menikmati waktu santai sore hari.

9. Rujak Pecel Spesial Mak Kar

Rujak Pecel Mak Kar menghadirkan perpaduan unik antara rujak buah dan bumbu pecel khas.

Buah segar dipadukan dengan sambal pecel yang memiliki rasa gurih, pedas, dan kaya aroma kacang.

Kombinasi rasa manis, asam, pedas, serta gurih menciptakan pengalaman berbeda dibandingkan rujak pada umumnya.

Kuliner ini menjadi salah satu contoh kreativitas masyarakat Trenggalek dalam mengolah makanan tradisional.

10. Nasi Goreng Anglo

Nasi Goreng Anglo memiliki keunikan karena dimasak menggunakan tungku arang atau anglo.

Teknik memasak tersebut menghasilkan aroma asap yang khas dan memberikan rasa berbeda dibandingkan nasi goreng yang dimasak menggunakan kompor biasa.

Dengan bumbu sederhana namun meresap, makanan ini sering menjadi pilihan favorit untuk santapan malam.

11. Warung Rujak Bu Jiyah

Warung Rujak Bu Jiyah dikenal dengan racikan bumbu rujak yang dibuat secara manual menggunakan ulekan.

Bumbunya memiliki tekstur kental dengan cita rasa pedas yang khas, sementara potongan buah segarnya memberikan sensasi renyah dan menyegarkan.

Rujak ini tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga menjadi incaran wisatawan yang ingin mencoba cita rasa autentik Trenggalek.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho