← Beranda
Kuliner Halim yang Sering Diremehkan, dari Warteg Legendaris hingga Ayam Goreng Kampung yang Bikin Kangen Berkepanjangan
Zulfa Putri HardiyatiSelasa, 28 Juli 2026 | 20.19 WIB
Kuliner Halim yang Sering Diremehkan, dari Warteg Legendaris hingga Ayam Goreng Kampung yang Bikin Kangen Berkepanjangan (youtube Rumah Canda Melki)

JawaPos.com - Kalau mendengar nama Halim, kebanyakan orang mungkin langsung teringat pada bandara dan lalu lintas pesawat yang hilir mudik di udara.

Kawasan ini memang identik dengan dunia penerbangan, tapi di balik itu semua, Halim menyimpan sisi lain yang jarang disorot—yakni kehidupan warganya yang hangat dan ragam kuliner yang tumbuh secara alami dari waktu ke waktu.

Di sudut-sudut jalannya, ada banyak tempat makan yang mungkin tampak sederhana dari luar.

Tidak mencolok, tidak ramai promosi, bahkan kadang nyaris terlewat begitu saja. Namun justru dari tempat-tempat seperti inilah, lahir cita rasa yang jujur dan membekas.

Mulai dari warteg dengan lauk rumahan, rumah makan Padang yang selalu ramai pelanggan setia, hingga ayam goreng tradisional yang aromanya saja sudah cukup menggoda.

Baru kemudian, suasana kuliner Halim ini terasa semakin hidup ketika ditelusuri lebih jauh melalui tayangan YouTube Rumah Canda Melki, yang mengangkat sisi lain Jakarta Timur lewat deretan kuliner yang diam-diam jadi favorit banyak orang.

Daftar Kuliner Halim yang Wajib Dicoba

1. Warteg Legendaris Halim, Sederhana tapi Selalu Dirindukan

Perjalanan kuliner dimulai dari warteg yang sudah lama jadi langganan warga sekitar.

Tempat ini bukan sekadar tempat makan biasa, melainkan bagian dari rutinitas harian banyak orang, terutama mereka yang melintas di kawasan Halim.

Menu yang ditawarkan terbilang klasik—telur dadar, orek tempe, kikil, hingga berbagai gorengan yang selalu jadi incaran.

Yang menarik, telur dadarnya punya cita rasa khas warteg yang sulit ditiru, dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang kuat.

Dengan harga sekitar Rp20.000–Rp22.000 per porsi, sepiring nasi lengkap dengan lauk di sini terasa cukup mengenyangkan.

Ditambah sambal dan cabai rawit, sensasi pedasnya semakin memperkuat kenikmatan makan sederhana di pagi hari.

2. Rumah Makan Padang Favorit Warga, Lauknya Bikin Mata Lapar

Beranjak ke siang hari, pilihan kuliner berikutnya adalah rumah makan Padang yang dikenal sebagai “hidden gem” di kawasan Halim. Meski disebut tersembunyi, tempat ini sebenarnya sudah cukup populer di kalangan warga lokal.

Etalase penuh dengan berbagai pilihan lauk langsung menggoda sejak pertama masuk. Mulai dari kepala kakap, belut, hingga beragam menu khas Minang lainnya tersaji menggugah selera.

Salah satu menu andalan di sini adalah kepala kakap yang dimasak dengan bumbu kaya rasa tanpa meninggalkan aroma amis.

Ditambah sambal hijau yang pedas segar, hidangan ini terasa lengkap dan memuaskan. Tak heran jika banyak pelanggan yang akhirnya nambah nasi karena rasanya yang sulit ditolak.

3. Ayam Goreng Jogja Ibu Hajah Rojali, Gurihnya Meresap sampai ke Dalam

Menjelang sore, perjalanan kuliner dilanjutkan ke salah satu tempat legendaris lainnya, yaitu Ayam Goreng Jogja Ibu Hajah Rojali.

Tempat ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan tetap mempertahankan cara penyajian yang sederhana.

Ayam yang digunakan adalah ayam kampung, digoreng dadakan setelah dipesan sehingga selalu dalam kondisi hangat dan renyah. Ciri khasnya terletak pada kremesan yang melimpah dengan tekstur gurih dan renyah.

Menariknya, tempat ini tidak menyediakan makan di tempat. Semua pesanan hanya untuk dibawa pulang, namun justru itulah yang membuatnya tetap autentik.

Rasa bumbu yang meresap hingga ke dalam daging membuat setiap gigitan terasa kaya dan memuaskan.

4. Tahu Petis Halim, Jajanan Pinggir Jalan dengan Sentuhan Berbeda

Sebagai penutup, ada jajanan sederhana yang justru memberikan kejutan rasa, yaitu tahu petis.

Sekilas terlihat seperti gorengan biasa, namun yang membedakan adalah cocolan petis yang khas.

Tahu goreng disajikan hangat, lalu dibelah dan diberi petis dengan rasa manis gurih yang kuat. Kombinasi ini menciptakan sensasi unik yang jarang ditemukan pada gorengan biasa.

Meski terlihat sederhana, jajanan ini justru menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang khas dan berbeda.

Bahkan bagi sebagian orang, ini adalah bagian dari kenangan masa lalu yang sulit dilupakan.

Halim mungkin tidak selalu masuk dalam daftar utama destinasi kuliner di Jakarta. Namun justru di situlah daya tariknya. Tanpa banyak sorotan, kawasan ini menyimpan beragam rasa yang tumbuh dari keseharian warganya.

Dari warteg sederhana hingga kuliner legendaris yang bertahan puluhan tahun, semuanya menghadirkan pengalaman makan yang apa adanya, namun penuh makna.

Bukan sekadar soal kenyang, tapi juga tentang rasa yang mengingatkan, mengikat, dan membuat orang ingin kembali lagi.

Dan mungkin, dari perjalanan sederhana ini, kita jadi sadar bahwa kuliner terbaik tidak selalu datang dari tempat yang paling ramai, tapi dari tempat yang paling jujur dalam menjaga rasanya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho