← Beranda
Kuliner Viral Khas Jogja 2026, Sensasi Baru Makan Gudeg Bubur dan Mie Sapi Banteng yang Kekinian!
Shania Vivi Armylia PutriSelasa, 9 Juni 2026 | 20.26 WIB
Ilustrasi bubur gudeg/YouTube @10bestid    

JawaPos.com-Kuliner khas Jogja seolah tidak pernah ada habisnya. Selalu ada tempat makan baru yang menarik untuk dicoba di kota ini.

Mulai yang tersebar di pusat kota, sampai kawasan pedesaan. Kuliner khas Jogja menawarkan cita rasa khas yang mampu memikat wisatawan dan warga lokal.

Bergeser pada kuliner viral di kota Jogja, berikut adalah tempat yang sedang naik daun dan tidak pernah sepi pengunjung.

Popularitasnya tidak hanya didukung oleh rasanya yang lezat, tetapi juga konsep unik serta pengalaman bersantap yang berbeda dari biasanya. 

Baca Juga: Kurang Lengkap ke Malang Kalau Belum Coba Kuliner 13 Bakso Terenak Ini, dari Prasmanan hingga yang Dipanggang

Mengutip informasi dari kanal YouTube @10bestid, berikut kuliner viral khas Jogjakarta yang kekinian dan wajib anda coba. 

  1. Warung Brongkos Handayani

Brongkos merupakan hidangan khas Jogja yang mirip dengan rawon. Koyor sapi brongkos dimasak menggunakan kuah santan dengan bumbu kluwek. Warung brongkos paling terkenal di Jogja adalah brongkos handayani, yang terletak di Jl. Gading No.2 Patehan, Kraton Jogjakarta. Brongkos ini berisi urat sapi, kacang tolo, bacem tahu, dan telur rebus. 

  1. Tengkleng Bhenjoyo

Tengkleng Bhenjoyo yang terletak di Jl. Pekapalan Timur No.6 Prawirodirjan, Gondomanan. Tengkleng Bhenjoyo menyajikan porsi jumbo sehingga lebih puas. Di sini juga tersedia berbagai macam varian seperti tengkleng gajah, tengkleng iga, dan sate buntel. Tengkleng Bhenjoyo juga menggunakan kuah gurih yang semakin menambah kelezatannya semakin terasa.

  1. Gudeg Wijilan Bu Is

Kawasan Wijilan dikenal sebagai sentra kuliner gudeg yang legendaris di Jogjakarta. Gudeg Bu Is memiliki tekstur areh yang kering dengan rasa manis-gurih khas, ditambah dengan sambal krecek yang pedas, serta ayam kampung ungkep yang lembut, semakin membuat gudeg wijilan bu is selalu terasa istimewa .  

  1. Mie Sapi Banteng

Mie sapi banteng adalah kuliner kekinian favorit mahasiswa Jogajakrta. Terletak di Jl. Banteng Utama, No.25 Ngaglik, Sleman Jogjakarta. Mie sapi banteng menggunakan daging sapi cincang dengan bumbu chili oil aromatik yang khas. Di sini anda bisa mengatur level kepedasan sesuai selera, serta tambahan topping pangsit goreng yang gurih dan lezat.

  1. Gudeg Mercon Bu Tinah

Gudeg Mercon Bu Tinah berlokasi di Jl. Asem Gede No.8, Cokrodiningratan Jetis, Jogjakarta. Gudeg di sini terbilang unik, dengan perpaduan rasa manis khas Jogja serta sambal kreceknya yang super pedas. Di sini anda dapat mengambil lauk pendamping seperti telur bacem, sate ayam, sampai aneka gorengan.

  1. Gudeg Mbok Lindu

Gudeg mbok lindu yang berlokasi di Jl. Sosrowijayan, Gedong Tengen, Jogjakarta, menjadi legenda pergudegan di Jogjakarta. Di sini anda dapat memilih versi  gudeg yang berbeda, yakni gudeg nasi atau gudeg bubur. Gudeg bubur sangat cocok sebagai menu sarapan. Bubur gudeg dengan tekstur lembut yang disiram kuah areh gurih dan tidak terlalu manis menjadi sajian khas yang wajib anda cicipi saat berkunjung ke Jogjakarta.

  1. Bakmi Pak Pele

Bakmi jawa pak pele berlokasi di Jl. Alun-Alun Utara, Panembahan, Kraton Jogjakarta. Bakmi pak pele adalah raja bakmi jawa di Jogjakarta. Di warung ini anda dapat memilih versi bakmi goreng atau bakmi godog. Jangan lupa menambahkan topping uritan atau ati ampela supaya rasanya semakin gurih. 

  1. Mangut Lele Mbok Marto

Mangut lele mbok marto di Jl. Sewon Indah, Ngireng-ireng, Sewon, Bantul, ini menjadi legendaris di Jogjakarta. Di sini anda bisa mengambil lauk dan nasi langsung di pawon (dapurnya). Mangut lele adalah masakan yang dibuat dengan cara mengasap daging lele, kemudian dimasak dengan kuah santan super pedas. 

  1. Bakso Bethesda 74 

Bakso bethesda 74 berbeda dari bakso kebanyakan. Bakso bethesda ini berlokasi di Jl. Jend. Sudirman, Kotabaru, Gondokusuman Jogjakarta. Bakso ala Jogjakarta ini menggunakan topping bakso goreng, tahu, got-got, empal, dan tulang.  

EDITOR: Setyo Adi Nugroho